SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendidikan
Beranda / Pendidikan / SMK Pasundan 3 Bandung Bangun Ekosistem Bisnis, Gandeng Industri untuk Perkuat Kompetensi Siswa

SMK Pasundan 3 Bandung Bangun Ekosistem Bisnis, Gandeng Industri untuk Perkuat Kompetensi Siswa

SMK Pasundan 3 Bandung SMK Berkualitas
SMK Pasundan 3 Bandung

Kota BandungSMK Pasundan 3 Bandung melangkah lebih jauh dalam penyelarasan kurikulum dengan dunia industri. Sekolah yang berlokasi di Jalan Kebonjati No. 31 ini tengah merintis ekosistem bisnis mandiri yang melibatkan tiga jurusan dan sejumlah perusahaan mitra.

Wakil Kepala Sekolah Hubungan Industri, Ramdhan Gumilar, S.Ikom., menyebut program ini berbeda dari konsep Teaching Factory (Tefa). Jika Tefa banyak bertumpu pada pemerintah, maka ekosistem bisnis di SMK Pasundan 3 Bandung sepenuhnya dikelola sekolah bersama mitra industri.

“Nantinya akan ada unit bisnis di sekolah yang benar-benar dikelola siswa. Industri menjadi pengawas mutu agar produk sesuai standar kerja profesional,” ujar Ramdhan, Kamis (11/9/2025).

Kolaborasi Tiga Jurusan

Desain Komunikasi Visual (DKV): memproduksi layanan kreatif mulai dari desain grafis, fotografi, videografi, hingga konten digital dan kaos komersial.

Gugat UU Guru dan Dosen ke MK, Perjuangan ADI Raih Dukungan Penuh dari SMSI

Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL): mengelola arus kas, laporan keuangan, dan analisis biaya.

Manajemen Perkantoran Layanan Bisnis (MPLB): menangani administrasi, operasional, distribusi produk, pemasaran, hingga layanan pelanggan.

Saat ini, sejumlah perusahaan telah diajak bermitra, salah satunya PT Cholrine Digital Media.

SPW Jadi Motor Penggerak

Ekosistem bisnis ini akan dinaungi oleh Sekolah Pencetak Wirausaha (SPW). Jurusan DKV bahkan sudah membuat prototipe materi promosi dan produk makanan sebagai proyek awal.

Implementasi UU Pesantren Gantung, Bupati Bandung Siap Boyong Para Kiai Audiensi ke Pemerintah Pusat

Selain mengawasi kualitas, mitra industri juga akan memberikan bimbingan teknis, membuka peluang magang, serta melakukan evaluasi berbasis proyek bersama guru.

Tantangan: Budaya Kerja

Ramdhan menekankan, penguasaan kompetensi harus dibarengi dengan budaya kerja.

“Sebagus apapun kompetensinya, tanpa soft skill dan etos kerja, siswa tidak akan bernilai di industri. Itu yang sedang kami tekankan,” katanya.

Dengan model kolaborasi ini, SMK Pasundan 3 Bandung berharap bisa melahirkan lulusan yang tak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga siap bersaing di dunia kerja profesional. (FWP)***

Hadapi Ancaman Krisis Tenaga Pendidik, Bupati Dadang Supriatna Sodorkan Formula Taktis ke Kementerian

Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Populer Bulan Ini

01

Dihadiri Panglima Kopassus hingga Stafsus Wapres, Reuni Akbar SMAN 2 Bandung Suarakan Perang Lawan Bullying

02

Cetak 791 Lulusan, IWU Bandung Targetkan Sejuta Wanita Sarjana Lewat Beasiswa Internasional

03

Idul Adha 1447 H: Masjid Al-Fauziyah GBI Bojongsoang Potong 15 Hewan Kurban Terverifikasi Sehat

04

PERSADIN Perkuat SDM Hukum, Program PKPA dan Paralegal Diserbu Peminat

05

Manjakan Lidah Pecinta Kuliner Jawa Timur, Warung PLAT AE Boyong Tahu Telor Petis Otentik Madiun ke Bandung



Pilihan Editor

×
×