SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Umum
Beranda / Umum / Optimalisasi Lahan Bersertifikat, Program Wakaf Hijau BPN Bandung Stimulasi Kemandirian Ekonomi Jemaah

Optimalisasi Lahan Bersertifikat, Program Wakaf Hijau BPN Bandung Stimulasi Kemandirian Ekonomi Jemaah

Kepala BPN Kota Bandung Yayat Ahadiat Awaludin bersama pengurus DKM memamerkan hasil panen bawang merah melimpah di pekarangan Masjid Al-Hidayah, Pasirbiru, Cibiru, Kamis (21/5/2026).
Kepala BPN Kota Bandung Yayat Ahadiat Awaludin bersama pengurus DKM memamerkan hasil panen bawang merah melimpah di pekarangan Masjid Al-Hidayah, Pasirbiru, Cibiru, Kamis (21/5/2026).

FWPJABAR.COM, BANDUNG, — Skema integrasi antara legalitas aset dan pemberdayaan ekonomi masyarakat terus menunjukkan progres signifikan di Kota Bandung. Manifestasi keberhasilan tersebut salah satunya ditandai dengan pelaksanaan panen raya bawang merah fase keempat di area pekarangan Masjid Al-Hidayah, RW 03, Kelurahan Pasirbiru, Kecamatan Cibiru, Kamis (21/5/2026).

Program bertajuk “Wakaf Hijau” ini diinisiasi oleh Kantor Pertanahan (BPN) Kota Bandung. Agenda tersebut dirancang sebagai instrumen pengoptimalan lahan wakaf perkotaan berbasis ketahanan pangan sekaligus motor penggerak kesejahteraan finansial berbasis jemaah masjid.

Kepala Kantor Pertanahan Kota Bandung, Yayat Ahadiat Awaludin, menjelaskan bahwa proyek agrikultur di lingkungan rumah ibadah ini merupakan fase lanjutan dari payung besar program Reforma Agraria, khususnya pasca-penerbitan sertifikat tanah wakaf resmi.

“Ini adalah hilirisasi dari program penataan aset reforma agraria yang bermula dari sertifikasi tanah wakaf masjid. Kebetulan, Masjid Al-Hidayah memiliki kelebihan ruang terbuka yang sangat potensial untuk diolah menggunakan metode pertanian perkotaan (urban farming),” urai Yayat.

Wakaf Hijau: Solusi Agribisnis di Tengah Keterbatasan Lahan

Menurut Yayat, konsep urban farming menjadi jawaban paling logis bagi karakteristik Kota Bandung yang memiliki keterbatasan ruang geografis namun padat secara demografi. Melalui intervensi teknologi pertanian sederhana, lahan berukuran mikro sekalipun tetap bisa dikonversi menjadi klaster produktif.

Isu Virus Hanta Mencuat, Dinkes Kota Bandung Pastikan Hasil Surveilans Hewan Pengerat Masih Negatif

“Keterbatasan lahan bukan hambatan untuk berproduksi. Berdasarkan kalkulasi teknis di lapangan, dari satu kilogram bibit bawang merah yang ditanam, mampu menghasilkan hingga enam kilogram bawang siap konsumsi dengan nilai jual tinggi. Estimasi margin ini sangat menjanjikan untuk menopang ekonomi mikro warga,” tambahnya.

Yayat membeberkan, program Wakaf Hijau ini sudah berjalan simultan selama satu tahun di lima titik percontohan se-Kota Bandung. Di antara seluruh lokasi, klaster Masjid Al-Hidayah tercatat sebagai basis yang paling progresif dalam melakukan diversifikasi komoditas, meskipun beberapa lokasi lain masih memerlukan pendampingan berkala akibat kendala teknis.

Guna menjaga keberlanjutan program, BPN Kota Bandung memperkuat kemitraan lintas sektoral bertumpu pada sinergi hulu-hilir bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Dinas UMKM, serta Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat. Sinergi ini mencakup aspek penyediaan bibit unggul, supervisi berkala, hingga fasilitasi rantai distribusi pasar.

BPN Kota Bandung: Evaluasi Usaha dan Hilirisasi Produk Jamur Krispi

Di sisi lain, Ketua DKM Masjid Al-Hidayah, Ridwan, mengaku bersyukur atas konsistensi hasil pertanian di lingkungannya. Fase panen keempat ini mencatatkan volume produksi yang terus merangkak naik jika dibandingkan dengan awal masa tanam.

Gandeng Atlet Nasional, Pemkot Bandung Edukasi Ratusan Pelajar SMAN 20 Jauhi Rokok dan Vape

Laman: 1 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Populer Bulan Ini

01

Dihadiri Panglima Kopassus hingga Stafsus Wapres, Reuni Akbar SMAN 2 Bandung Suarakan Perang Lawan Bullying

02

Cetak 791 Lulusan, IWU Bandung Targetkan Sejuta Wanita Sarjana Lewat Beasiswa Internasional

03

PERSADIN Perkuat SDM Hukum, Program PKPA dan Paralegal Diserbu Peminat

04

Lewat Sport Tourism, Bank BJB Bandoeng 10K Perkuat Ekonomi dan Sinergi Antarkota

05

Puskopkar Siliwangi Raih 2 Penghargaan di RAT Inkopad 2025



Pilihan Editor

×
×