FWPJABAR.COM, KAB. BANDUNG – Rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru di SMAN 1 Pasirjambu resmi ditutup hari ini, Selasa (21/7/2026). Di tengah keterbatasan sarana prasarana dan kuota siswa yang belum terpenuhi akibat kendala infrastruktur bangunan, hari terakhir orientasi diisi dengan aksi ekologi nyata dan komitmen bebas dari praktik perundungan (bullying).
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Kesiswaan SMAN 1 Pasirjambu, Firman, mengungkapkan bahwa jumlah peserta didik baru kelas X yang bertahan hingga hari terakhir penutupan berjumlah 115 orang. Angka tersebut mengalami penyusutan setelah dua orang siswa memutuskan mengundurkan diri dari total 117 siswa yang sempat mengisi daftar ulang.

“Kuota yang diberikan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebenarnya 138 kursi, namun yang terisi hanya 117 orang, lalu berkurang lagi dua orang yang mengundurkan diri menjadi 115 siswa. Untuk kelas XI sendiri saat ini ada 120 siswa. Jumlah di sini memang belum sebanyak sekolah-sekolah lain,” ujar Firman saat diwawancarai di lingkungan sekolah, Selasa (21/7/2026).
Siasati Ruang Kantor Jadi Kelas dan Rencana Pembangunan Agustus
Firman tidak menampik bahwa minimnya animo pendaftar salah satunya dipicu oleh faktor infrastruktur yang belum memadai. Sebagai sekolah yang baru berkembang, SMAN 1 Pasirjambu bahkan harus menyiasati ruang kantor untuk dialihfungsikan menjadi ruang kegiatan belajar mengajar (KBM) darurat demi mematuhi instruksi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

Kendati demikian, pihak sekolah membawa kabar baik terkait kepastian perluasan fasilitas. Pemerintah Provinsi Jawa Barat dijadwalkan akan segera memulai proyek pembangunan gedung baru pada bulan depan.
“Pengembang dari provinsi sudah turun langsung mengecek lapangan kemarin. Insya Allah, tinggal menunggu saja bulan Agustus 2026 ini akan dimulai pembangunan ruang kelas baru (RKB),” tutur Firman optimistis.
Untuk mengejar ketertinggalan fasilitas teknis, SMAN 1 Pasirjambu aktif menjalin kolaborasi dan berdiskusi dengan sekolah induk terdahulu, yakni SMAN 1 Ciwidey, terutama dalam menghadapi ujian berbasis internet.

Suguhkan Aksi Ekologi dan Konsep Ramah Anak
Sesuai arahan Kepala SMAN 1 Pasirjambu, Cecep Rahmat Hidayat, S.Sos.I., M.Pd., pelaksanaan MPLS tahun ini secara ketat mengacu pada panduan Kementerian Pendidikan serta program ‘Pancawaluya’ dari Pemprov Jabar. Konsep yang diusung adalah menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta ramah dari segi psikologis maupun pembiayaan bagi orang tua.
Pada hari pemungkas ini, seluruh peserta didik baru beserta jajaran guru menggelar aksi ekologi berupa gerakan pembersihan lingkungan sekolah dan penanaman pohon. Setelah penutupan, pihak manajemen sekolah akan langsung menggelar rapat pembagian tugas guru pada hari Rabu, agar KBM efektif dapat dimulai secara serentak pada Kamis (23/7/2026).
Proteksi Total dari Senioritas dan Perundungan
Panitia MPLS SMAN 1 Pasirjambu memastikan tidak ada keterlibatan alumni senior dalam orientasi kali ini. Pendampingan murni dilakukan oleh 16 anggota OSIS dan 8 anggota Majelis Perwakilan Kelas (MPK) dari kelas XI yang telah dibekali arahan dari pembina.

Ketua OSIS SMAN 1 Pasirjambu, Salsa Aurelia Priliani, menjelaskan bahwa pihaknya membagi kepengurusan ke dalam klaster divisi—seperti divisi PDD, Sekretariat, dan Mentor—agar tugas tidak tumpang tindih. Guna memitigasi risiko kekerasan, materi khusus anti-perundungan disisipkan secara mendalam.
“Kami menghadirkan pemateri khusus terkait bullying. Dengan begitu, siswa baru langsung mendapatkan gambaran tegas bahwa tindakan perundungan sangat tidak diperbolehkan di sekolah ini,” kata Salsa.

Langkah ini mendapat respons positif dari salah satu peserta MPLS, Alya Nur Ramadhan. Remaja yang memilih bersekolah di SMAN 1 Pasirjambu karena dekat dari rumah dan ingin mengembangkan potensi diri ini mengaku sangat menikmati hari-hari pertamanya di SMA.
“Acaranya seru banget. Teman-teman di sini baik, kakak-kakak OSIS-nya juga ramah dan materi yang dijelaskan guru-guru sangat jelas. Selama MPLS berlangsung, sama sekali tidak ada senioritas atau perundungan,” pungkas Alya.***


Komentar