FWPJABAR.COM, BANDUNG – Lanskap keamanan global yang dinamis menuntut kesiapan prima dari para calon pimpinan masa depan TNI Angkatan Darat. Menjawab tantangan tersebut, Komandan Kodiklatad (Dankodiklatad), Letjen TNI Dr. Mohamad Hasan, S.H., M.H., memberikan kuliah umum strategis di hadapan 315 Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVIII Seskoad yang berlangsung di Gedung Prof. Dr. Satrio Seskoad, Senin (20/7/2026).
Dalam kunjungannya, Dankodiklatad didampingi oleh jajaran direktur utama Kodiklatad, meliputi Direktur Pendidikan (Dirdik), Direktur Doktrin (Dirdok), serta Direktur Latihan (Dirlat). Agenda ini pun disambut langsung oleh Komandan Seskoad, Mayjen TNI Dr. Agustinus Purboyo, S.I.P., M.Tr.(Han.), bersama jajaran Pejabat Utama Seskoad, Widyaiswara, Perwira Penuntun (Patun), serta staf dosen pengajar.

Pergeseran Karakter Konflik: Dari Fisik Menuju Medan Kognitif
Dalam pemaparannya, Letjen TNI Mohamad Hasan menggarisbawahi bahwa pergeseran lingkungan strategis global telah mengubah drastis anatomi dan karakter pertempuran menjadi jauh lebih rumit. Ia menegaskan bahwa konsep perang gerilya modern di era digital tidak lagi bertumpu pada adu kekuatan fisik semata di medan laga.
Lebih dari itu, konfrontasi masa kini telah merambah ke ranah perang kognitif (cognitive warfare). Metode ini secara masif memanfaatkan arus informasi dan kemajuan teknologi digital untuk memanipulasi persepsi, mengintervensi pola pikir, hingga mengacaukan proses pengambilan keputusan musuh.
Oleh sebab itu, Dankodiklatad menekankan pentingnya penguasaan kemampuan berpikir kritis (critical thinking) bagi setiap perwira. Karakteristik pemimpin masa depan harus mampu melahirkan keputusan yang presisi, luwes terhadap perubahan situasi, serta berorientasi penuh pada kesuksesan misi.

Mencetak Pemimpin TNI AD yang Profesional dan Responsif
Melalui pembekalan intensif ini, para Pasis Dikreg LXVIII Seskoad diharapkan dapat memperluas cakrawala pandang mereka di level strategis. Pemahaman yang mendalam mengenai peta ancaman kontemporer menjadi modal krusial bagi para perwira untuk bertransformasi menjadi komandan lapangan TNI AD yang profesional, adaptif, serta tanggap dalam menjawab segala dinamika tugas ke depan.***


Komentar