FWPJABAR.COM, KAB. BANDUNG, – Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, SMA Negeri 1 Ciwidey resmi menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi para peserta didik baru. Kegiatan yang diikuti oleh ratusan siswa lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini berjalan dengan tertib, edukatif, dan penuh antusiasme di lingkungan kampus SMAN 1 Ciwidey.

Patuhi Regulasi Kementerian dan Sampaikan Pesan Penting Kepala Sekolah
Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat (Wakasek Humas) SMAN 1 Ciwidey, Febriansyach, S.Pd., menjelaskan bahwa pelaksanaan MPLS ini mengacu pada regulasi resmi pemerintah yang wajib diikuti oleh seluruh sekolah di Indonesia.
“Sesuai dengan Peraturan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026, seluruh jenjang SMA, SMK, dan Madrasah se-Indonesia wajib melaksanakan MPLS selama 5 hari. SMAN 1 Ciwidey melaksanakannya mulai hari Rabu, 15 Juli, kemudian dilanjutkan pada tanggal 16, 17, 20, dan 21 Juli 2026,” jelas Febriansyach saat diwawancarai pada hari ketiga pelaksanaan (Jumat, 17/7).
Dalam momen pembukaan kegiatan, Febriansyach juga menyampaikan pesan mendalam dari Kepala SMAN 1 Ciwidey, Drs. Adi Sumiarto, M.M.Pd. Kepada seluruh panitia dan keluarga besar sekolah, Kepala Sekolah menegaskan komitmen bersama agar pelaksanaan kegiatan ini berjalan secara positif.
“Bapak Kepala Sekolah, Drs. Adi Sumiarto, M.M.Pd., berpesan dengan sangat tegas agar pelaksanaan MPLS di SMAN 1 Ciwidey ini tidak boleh diwarnai oleh tindakan perundungan (bullying) dalam bentuk apa pun. Selain itu, beliau mengingatkan agar faktor kesehatan menjadi prioritas utama; jangan sampai panitia maupun peserta didik baru terlalu kecapean selama beraktivitas. Kegiatan MPLS harus dikemas secara menyenangkan, humanis, namun tetap sarat akan nilai edukatif,” ungkap Febriansyach menyampaikan amanat Kepala Sekolah.
Febriansyach juga menambahkan bahwa antusiasme masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMAN 1 Ciwidey sangat tinggi yang mencapai seribuan pendaftar. Melalui dua tahap Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), kuota sebanyak 552 kursi yang disediakan sekolah telah sepenuhnya terisi dan seluruh siswa telah melakukan daftar ulang. Para siswa baru tersebut dominan berasal dari wilayah Kecamatan Ciwidey, Pasirjambu, dan sekitarnya.

Materi Komprehensif dan Inovasi Cek Kesehatan Gratis
Ketua Panitia MPLS sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Fujie Indra Susilowati, M.Pd., memaparkan bahwa kegiatan MPLS tahun ini mengusung tema “Jagat Arunika” dengan menerapkan nilai-nilai Pancawaluya.
Selama lima hari, para siswa disajikan materi yang bermanfaat untuk pengembangan karakter serta potensi diri. Materi tersebut meliputi wawasan kebangsaan, bela negara, aksi ekologi (lingkungan hidup), wiyata mandala, tanggap bencana, informasi bahaya narkoba (Nafza), kesehatan reproduksi remaja, anti-korupsi, hingga pemahaman fenomena sosial perilaku remaja.
“Kami tidak hanya mengandalkan pemateri internal sekolah, tetapi juga berkolaborasi dengan pihak eksternal seperti Koramil (unsur TNI) dan Polsek Kecamatan Ciwidey untuk materi Bela Negara dan Kamtibmas, serta pihak Puskesmas,” ungkap Fujie.
Menariknya, MPLS tahun ini menghadirkan inovasi berupa instrumen khusus untuk memetakan kondisi emosional, bakat dan minat, fleksibilitas siswa, hingga fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh peserta didik baru. Pada hari terakhir, puncak kegiatan akan dimeriahkan dengan demonstrasi berbagai organisasi dan Ekstrakurikuler (Eskul) yang ada di SMAN 1 Ciwidey.
Peran Aktif OSIS Angkatan 34 dan Kesan Positif Siswa Baru
Guna memastikan kelancaran acara dan penanganan medis yang cepat, pihak sekolah melibatkan 97 personel panitia dari unsur siswa. Gabungan ini terdiri dari 42 anggota OSIS, 42 anggota MPK, dan 13 anggota PMR yang bertugas aktif di posko P3K.

Ketua OSIS SMAN 1 Ciwidey Angkatan 34, Khaizurrahman Al Akhtar, menjelaskan bahwa peran aktif pengurus OSIS dalam agenda ini adalah sebagai mentor dan pemandu bagi adik-adik kelas mereka.
“Kami bertugas menjadi mentor dan pemandu jalannya kegiatan agar para siswa baru bisa aktif dan adaptif, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat nantinya. Untuk menghindari senioritas, dari awal konsep MPLS ini sudah dibentuk agar seluruh kakak kelas bersikap humanis dan merangkul adik-adiknya. Kami menghimbau dengan keras tidak ada tempat untuk perundungan di sekolah ini,” tutur Khaizurrahman dengan tegas.

Pendekatan ramah ini langsung dirasakan manfaatnya oleh para peserta didik baru, salah satunya adalah Alya, siswa baru lulusan SMPN 1 Ciwidey.
“Banyak banget ilmu yang didapat dari MPLS ini. Saya jadi mudah berbaur, gampang bicara, dapat banyak teman baru, dan belajar hal-hal yang belum pernah saya pelajari waktu di SMP. Senang banget rasanya. Saya memilih SMAN 1 Ciwidey karena prestasi akademiknya yang sangat bagus dan memang menjadi sekolah favorit di daerah sini,” pungkas Alya dengan wajah berseri-seri.***


Komentar