FWPJABAR.COM, TANGERANG SELATAN — Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, memberikan pembekalan wawasan kebangsaan yang krusial bagi puluhan dosen muda UIN yang akan melanjutkan pendidikan doktoral (S3) di berbagai perguruan tinggi mancanegara. Sesi pembekalan berlangsung di Gedung Sekolah Pascasarjana, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kampus 2 Ciputat, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan ini merupakan komponen utama dari Program Persiapan Bahasa Asing dan Akademik (PPBA) yang digagas oleh Kementerian Agama RI bersama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai Perguruan Tinggi Pelaksana (PTP) Tahun 2026. Selain mengasah kemampuan bahasa dan akademik, program ini bertujuan membekali para pendidik muda dengan fondasi ideologis yang kokoh sebelum mereka terjun ke lingkungan pendidikan global.
Dalam arahannya, Yudian Wahyudi menekankan bahwa menimba ilmu di luar negeri merupakan sebuah amanah untuk membangun kemajuan Indonesia. Ia mengingatkan para dosen agar tidak sekadar menjadi penyerap ilmu pengetahuan, tetapi juga bertindak sebagai duta bangsa yang membawa identitas Indonesia di kancah internasional.

“Jangan sampai setelah selesai studi di luar negeri, nasionalismenya malah luntur. Pengalaman para tokoh bangsa mengajarkan kita bahwa menuntut ilmu di mancanegara seharusnya semakin menguatkan identitas kebangsaan dan kecintaan pada Tanah Air. Kalian adalah calon-calon pemimpin masa depan yang kelak akan meneruskan kepemimpinan bangsa dan negara ini,” tegas Yudian, yang merupakan alumnus Harvard Law School.
Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Asep Saepudin Jahar, menyambut baik kolaborasi strategis dengan BPIP ini. Menurutnya, menguasai bidang akademik dan bahasa asing harus berjalan beriringan dengan pemahaman mendalam mengenai nilai kebangsaan.
“Pendidikan di luar negeri bukan hanya soal peningkatan kompetensi bahasa atau akademik semata, tetapi juga bagaimana para dosen muda ini tetap memegang teguh nilai-nilai kebangsaan. Kami berharap para peserta dapat meneladani jejak para senior dan tokoh bangsa yang sukses menimba ilmu di luar negeri tanpa kehilangan jati diri sebagai manusia Indonesia,” ungkap Asep.

Antusiasme tinggi tampak dari para peserta program PPBA. Mereka menilai pembekalan ini menjadi pengingat moral yang sangat penting sebelum menghadapi tantangan budaya di luar negeri.
“Pembekalan ini memberikan suntikan semangat dan pengingat yang sangat berharga bagi kami. Kami bertekad tidak hanya menuntaskan studi dengan prestasi terbaik, tetapi kembali berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa Indonesia,” ujar salah satu peserta dosen muda.
Sinergi antara BPIP dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini diharapkan mampu mencetak lulusan doktoral yang tidak hanya unggul dalam riset dan publikasi internasional, tetapi juga menjadi agen perubahan yang tetap setia menjaga integritas, harmoni, dan persatuan Indonesia sekembalinya mereka ke tanah air.***


Komentar