SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hankam
Beranda / Hankam / Perkuat Benteng Anti-Narkoba, Ratusan Personel TNI AU di Lanud Sulaiman Jalani Tes Urine Mendadak

Perkuat Benteng Anti-Narkoba, Ratusan Personel TNI AU di Lanud Sulaiman Jalani Tes Urine Mendadak

Tes Urine Personel Lanud Sulaiman P4gn
Ratusan prajurit dan PNS Lanud Sulaiman beserta satuan jajaran mengikuti rangkaian tes urine dan sosialisasi P4GN di Gedung Cendrawasih.

FWPJABAR.COM, Bandung – Langkah tegas dalam mengantisipasi ancaman narkotika terus digalakkan di lingkungan militer. Satuan Tugas Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) TNI AU menggelar agenda sosialisasi dan pemeriksaan intensif di Gedung Cendrawasih Lanud Sulaiman, Kabupaten Bandung, pada Senin (13/7/2026).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Komandan Lanud Sulaiman, Marsma TNI Eko Sujatmiko, M.M. Tak hanya personel dari Lanud Sulaiman, kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan dari berbagai satuan jajaran, termasuk Makorpasgat, Pusdik Kodiklatau, Depohar 70, Depohar 40, Wingdik 200/Lek, serta Wingdik 800/Pasgat.

Kuliner Bandung: Mengobati Rindu Kampung Halaman Lewat Kwie Mie Malang Otentik di Palasari Buah Batu

Sebagai bentuk komitmen nyata, sebelum materi sosialisasi dipaparkan, ratusan prajurit dan PNS TNI AU yang hadir diwajibkan mengikuti tes urine di lokasi. Hasil dari pemeriksaan acak tersebut menyatakan seluruh peserta bersih dan negatif dari indikasi penyalahgunaan zat terlarang.

Ketegasan Pimpinan: Awasi Anggota, Jangan Coba-Coba!

Dalam pidato pembukaannya, Danlanud Sulaiman Marsma TNI Eko Sujatmiko mengingatkan bahwa peredaran narkotika kini telah bertransformasi menjadi ancaman nyata yang memicu status darurat nasional. Situasi krusial ini menuntut tingkat kewaspadaan yang tinggi agar gaya hidup destruktif tersebut tidak menyusup ke barak militer.

Langkah Berani Lindungi Anak: Sinergi KPAID Tasikmalaya dan Kodam III Siliwangi Siap Gelar Kampanye 24 Jam Nonstop

“Setiap kepala satuan kerja harus mengawasi anggotanya agar tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkotika. Jangan pernah mencoba-coba karena tidak ada keuntungan apa pun dari narkoba, justru hanya akan merugikan diri sendiri, keluarga, dan institusi,” tegas Danlanud.

Pernyataan senada juga datang dari Dansatgas P4GN TNI AU, Marsda TNI Daan Sulfi, S.Sos., M.Si., M.Han., yang sambutannya dibacakan oleh Koordinator Penyidik Puspomau, Kolonel Pom Moh. Achyar, S.M., M.Han. Disampaikan bahwa edukasi ini bertujuan memberikan bekal pemahaman yang komprehensif terkait bahaya narkotik, baik dari sudut pandang sanksi hukum, fatalitas kesehatan, hingga aspek pembinaan mental prajurit.

Dugaan KKN Proyek Jalan Miliaran Rupiah, Aliansi Aktivis Jabar Gelar Demo di Cirebon Hari Ini

Tes Urine Personel Lanud Sulaiman P4gn 2
Personel TNI AU di Lanud Sulaiman mengikuti pemeriksaan sampel urine dalam kegiatan P4GN 2026.

Edukasi Hukum Hingga Aspek “Pertahanan” Keluarga

Guna mengupas tuntas materi, acara ini menghadirkan panel ahli yang kompeten di bidangnya masing-masing:

  • Prosedur Hukum Internal: Kasubditdalidik Ditbindik Puspomau, Letkol Pom Faisal Bagus Edy T., mengulas secara terperinci mengenai mekanisme penanganan perkara tindak pidana narkotika khusus di internal jajaran TNI AU.
  • Penegakan Sanksi: Regulasi hukum serta sanksi tegas bagi oknum pelanggar dipaparkan secara gamblang oleh Kasubsipulahta Sitarakum Subdis Dargakkum Diskumau, Kapten Kum Elfan Oktaviandri, S.H.
  • Ketahanan Nasional: Perwakilan BNNP Jawa Barat, Apt. Yohanes Eko Ariyanto, M.Si. (Ketua Tim Pencegahan), membawakan materi krusial mengenai ancaman nyata narkoba terhadap kedaulatan serta ketahanan bangsa.

Sesi ditutup dengan ulasan menyentuh dari Konselor Adiksi Ahli Muda BNNP Jabar, dr. Fatimah Amelia Kurniasih, mengenai metode rehabilitasi sebagai langkah demand reduction (pemutusan rantai permintaan). Ia menjelaskan bagaimana kecanduan zat adiktif mampu merusak sistem otak hingga menghilangkan kemampuan alami manusia untuk merasa bahagia.

Catat! Batas Akhir Daftar Ulang Tahap 2 SPMB SMAN 11 Bandung

Dr. Fatimah menekankan bahwa benteng proteksi paling utama dimulai dari lingkaran terkecil. Komunikasi yang penuh empati, ruang berbagi cerita yang sehat di rumah, serta pendampingan psikologis dalam keluarga adalah kunci utama dalam mendeteksi sekaligus mencegah bahaya laten narkoba.***

Genjot Mutu Pendidikan, Pemkot Bandung Siap Alokasikan Anggaran Tambahan untuk Infrastruktur Sekolah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Populer Bulan Ini

Pilihan Editor

×
×