FWPJABAR.COM, KABUPATEN BANDUNG – Tepat satu tahun sejak dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 di Istana Merdeka, pasangan Dadang Supriatna (Kang DS) dan Ali Syakieb menunjukkan progres signifikan dalam merealisasikan janji politiknya.
Memasuki tahun pertama kepemimpinan periode 2025–2030, sebanyak 74 persen janji politik pasangan Bedas telah direalisasikan, meskipun Pemerintah Kabupaten Bandung menghadapi tekanan fiskal berat akibat pemangkasan Transfer Keuangan Daerah (TKD) hampir Rp1 triliun.
Tekanan Anggaran Tak Hambat Program Prioritas
Pemangkasan TKD dari Rp3,6 triliun menjadi Rp2,6 triliun memaksa Pemkab Bandung melakukan penyesuaian besar dalam struktur APBD 2026. Efisiensi dilakukan pada belanja non-prioritas seperti perjalanan dinas dan kegiatan rapat, sementara program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetap dipertahankan.
Langkah ini memastikan berbagai program unggulan tetap berjalan, termasuk insentif 17 ribu guru ngaji, pinjaman modal bergulir tanpa bunga tanpa agunan, Beasiswa ti Bupati (Besti), serta dukungan bagi PPPK paruh waktu guru dan tenaga kependidikan.
Indikator Makro Ekonomi Tunjukkan Tren Positif
Di tengah keterbatasan fiskal, sejumlah indikator pembangunan menunjukkan perbaikan:
- IPM Kabupaten Bandung naik menjadi 76,4 poin
- Angka kemiskinan turun dari 6,40% menjadi 6,04%
- Pertumbuhan ekonomi (LPE) stabil di angka 5,04%
- Inflasi daerah terkendali di 1,24%, lebih rendah dari rata-rata Jawa Barat
Stabilitas ekonomi tersebut berdampak langsung pada sektor ketenagakerjaan. Dari target 10 ribu tenaga kerja baru per tahun, realisasi mencapai 11.867 lapangan kerja, melampaui target yang ditetapkan.
Infrastruktur Dikebut: 1.125 KM Jalan Mantap
Sektor infrastruktur menjadi prioritas utama. Hingga tahun pertama:
- Jalan mantap mencapai 1.125,53 kilometer atau 85,74%
- 8 jembatan baru dibangun
- 20 jembatan direhabilitasi
Pemkab Bandung menargetkan sisa jalan rusak akan dituntaskan dalam tiga tahun ke depan dengan alokasi anggaran sekitar Rp1,4 triliun.

3.524 Rumah Tidak Layak Huni Diperbaiki
Program sosial juga terus diperkuat. Sepanjang tahun pertama periode ini, sebanyak 3.524 unit rumah tidak layak huni (rutilahu) berhasil direnovasi. Secara kumulatif dalam 4,5 tahun terakhir, total 32.851 rumah telah diperbaiki.
Bandung Bedas Convention Center Mulai Tahap DED
Pemkab Bandung juga menyiapkan proyek strategis pembangunan Bandung Bedas Convention Center di Tegalluar yang terintegrasi dengan Stasiun Kereta Cepat Whoosh. Saat ini proyek memasuki tahap Detailed Engineering Design (DED) setelah studi kelayakan rampung.
Fasilitas ini dirancang sebagai pusat pelayanan publik terpadu (MPP) guna memperluas akses layanan masyarakat di wilayah timur Kabupaten Bandung.
Selaras Program Nasional
Selain fokus pada agenda daerah, kepemimpinan Kang DS–Ali Syakieb juga selaras dengan sejumlah program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, dan Koperasi Desa Merah Putih.
Dengan 57 rencana aksi yang menjadi kontrak politik bersama masyarakat, pasangan ini menegaskan komitmen untuk menuntaskan seluruh target meski di tengah keterbatasan fiskal.***



Komentar