FWPJABAR.COM, BANDUNG — Keluarga besar Kodam III/Siliwangi memperingati Tahun Baru Islam 1448 H/2026 M yang dipusatkan di Masjid Al-Ikhlas Makodam III/Siliwangi, Kota Bandung, pada Rabu (24/6/2026). Agenda keagamaan ini dijadikan refleksi penting guna mempertebal keimanan, memperkokoh ukhuwah Islamiyah, serta memompa spirit pengabdian prajurit maupun ASN jajaran Kodam III/Siliwangi bagi bangsa dan negara.
Acara penuh khidmat tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat utama Kodam III/Siliwangi, para Dansat, Kabalak, pengurus Persit Kartika Chandra Kirana Daerah III/Siliwangi, serta ratusan prajurit dan ASN. Pihak panitia juga menghadirkan Dr. KH. A. Ja’far Shodiq, M.Si., Ph.D., yang bertindak sebagai penceramah utama untuk memberikan tausiyah agama.
Dalam arahannya, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., menggarisbawahi bahwa pergantian tahun dalam kalender Hijriah sepatutnya tidak dipandang sebagai aspek seremonial angka semata. Momentum ini merupakan titik balik strategis bagi setiap individu untuk mengimplementasikan esensi hijrah menuju tatanan kehidupan yang lebih berkualitas.
“Hijrah pada hakikatnya membawa pesan transformasi yang mendasar, mulai dari pergeseran sikap, perbaikan perilaku, pembenahan pola pikir, hingga akselerasi mutu pengabdian kita kepada agama, masyarakat, dan tanah air,” jelas Pangdam.
Penguatan Fondasi Moral di Tengah Dinamika Zaman
Mayjen TNI Kosasih menegaskan, bagi segenap prajurit dan ASN, prinsip-prinsip hijrah harus diadopsi sebagai pemantik untuk terus mengevaluasi dan memperbaiki diri. Nilai spiritual tersebut wajib diwujudkan lewat penguatan disiplin kerja, integritas personal, loyalitas tegak lurus, serta profesionalisme dalam mengawal setiap instruksi penugasan.
Menurut Pangdam, kompleksitas dinamika sosial dan tantangan zaman saat ini kian menuntut ketahanan mental yang adaptif. Oleh karena itu, personel Kodam III/Siliwangi berkewajiban membentengi diri dengan spiritualitas yang kokoh sebagai modal utama menjaga kedaulatan negara sekaligus hadir menjadi solusi atas problematika di masyarakat.
“Keandalan teknis dan modernisasi alutsista yang kita miliki tentu harus berjalan selaras dengan kekuatan moral, keluhuran akhlak, serta fondasi keimanan yang tidak tergoyahkan,” tegas Jenderal bintang dua tersebut.
Pembinaan Mental Sebagai Kebutuhan Pokok Prajurit
Di akhir sambutannya, Pangdam juga mengingatkan bahwa laju penetrasi teknologi informasi dan perubahan sosial membawa implikasi ganda berupa peluang sekaligus tantangan nyata. Atas dasar itu, program pembinaan mental dan spiritual berkala dinilai menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar bagi internal prajurit beserta keluarga besar TNI.
Melalui momentum menyambut 1 Muharram 1448 Hijriah ini, Mayjen TNI Kosasih menyerukan tekad bersama seluruh jajaran Kodam III/Siliwangi untuk terus mempererat tali persaudaraan sesama muslim serta mempersembahkan dedikasi terbaik dalam pengabdian harian.
“Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa melimpahkan petunjuk, memayungi kita dengan perlindungan, serta mencurahkan keberkahan dalam tiap derap langkah pengabdian kita kepada bangsa dan negara,” pungkas Pangdam III/Siliwangi.***


Komentar