FWPJABAR.COM, Bandung — Ratusan advokat lintas organisasi yang tergabung dalam Perkumpulan Lawyer Sosial Indonesia (LY’SOI) di wilayah Bandung Raya antusias mengikuti perayaan Natal dan Bona Taon 2026. Kegiatan ini digelar di Hotel Horison, Kota Bandung, Jumat (30 Januari 2026), sebagai momentum refleksi sekaligus peneguhan peran sosial profesi advokat di tengah masyarakat.
Perayaan tersebut dihadiri pengurus serta anggota LY’SOI dari berbagai latar belakang organisasi advokat. Selain menjadi ajang perayaan keagamaan dan penyambutan tahun baru, kegiatan ini juga dimaknai sebagai penguatan komitmen moral profesi hukum dalam menjunjung nilai keadilan dan kemanusiaan.
LY’SOI Teguhkan Nilai Pengabdian Profesi Advokat
Tema yang diangkat, “Kekuatan dari Kristus bagi Panggilan Hukum” (Filipi 4:13), menegaskan bahwa profesi advokat tidak semata-mata berorientasi pada aspek legal formal, tetapi juga mengandung nilai pengabdian, integritas, dan keberpihakan kepada masyarakat.

Ketua Umum LY’SOI, Polmer Sirait, S.H., M.H., Cht, menyampaikan bahwa perayaan Natal dan Bona Taon ini menjadi pengingat bagi para advokat untuk menjalankan profesinya dengan nurani dan kepedulian sosial.
Menurutnya, advokat memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi kelompok yang lemah dan kurang memiliki akses terhadap layanan hukum.
Advokat Didorong Hadir bagi Kelompok Rentan
Polmer menegaskan, LY’SOI sejak awal didirikan dengan semangat menjadikan profesi hukum sebagai sarana pengabdian sosial, bukan sekadar aktivitas profesional.
“Profesi advokat harus mampu menjadi jembatan keadilan bagi masyarakat yang membutuhkan. Inilah nilai yang terus kami tanamkan kepada seluruh anggota,” ujarnya.
Ia menambahkan, perayaan Natal dan Bona Taon menjadi momen evaluasi sekaligus penguatan komitmen organisasi untuk terus berkontribusi dalam penegakan keadilan sosial.

Satu Dekade LY’SOI Dorong Bantuan Hukum Sosial
Sementara itu, Sekretaris Jenderal LY’SOI, Jannes Maridem Sagala, S.H., M.H., mengatakan bahwa selama lebih dari satu dekade berdiri, LY’SOI secara konsisten mendorong anggotanya untuk aktif dalam kegiatan bantuan hukum dan pelayanan sosial.
Ia menjelaskan, penguatan peran sosial advokat menjadi fokus utama organisasi, termasuk melalui rencana pengembangan cabang LY’SOI di berbagai daerah.
“Dengan memperluas jangkauan organisasi ke daerah, kami berharap pelayanan hukum yang bersifat sosial dan gratis dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Jannes.

Peran Serikandi Lawyer dalam Pelayanan Hukum Gratis
Bendahara LY’SOI, Elvri Tobing, S.H., M.H., menambahkan bahwa LY’SOI juga memberikan perhatian pada penguatan peran advokat perempuan yang tergabung dalam Srikandi Lawyer LY’SOI.
Menurutnya, para advokat perempuan tersebut aktif memberikan layanan konsultasi dan pendampingan hukum secara cuma-cuma kepada masyarakat, sebagai bagian dari fungsi sosial organisasi.
“Ini menjadi bukti bahwa peran sosial advokat dijalankan secara kolektif, termasuk oleh para advokat perempuan,” ujarnya.
Renungan Natal: Iman dan Tanggung Jawab Profesi Hukum
Rangkaian perayaan Natal dan Bona Taon 2026 ditutup dengan renungan Natal yang disampaikan oleh Pdt. Marietha F.J. Simanjuntak, S.Th., M.Th, Konselor CBC.
Dalam renungannya, ia menekankan pentingnya iman sebagai landasan moral dalam menjalankan profesi, termasuk bagi para advokat yang dihadapkan pada berbagai tantangan etika dan keadilan.
Perayaan Natal dan Bona Taon 2026 ini tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga penegasan komitmen LY’SOI dalam menjadikan profesi advokat sebagai pilar keadilan sosial serta mitra masyarakat dalam memperjuangkan hak dan kepastian hukum.***
Komentar