FWPJABAR.COM, BANDUNG – Pangdam III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., secara resmi mengukuhkan kepengurusan Pencak Silat Militer (PSM) untuk tingkat Provinsi, Cabang, Ranting, hingga Ranting Khusus di wilayah kerja Kodam III/Siliwangi. Prosesi pengukuhan organisasi bela diri tersebut dipusatkan di Lapangan Serka Dedy Unadi, Makodam III/Siliwangi, Jalan Aceh No. 69, Kota Bandung, Rabu (10/6/2026).
Agenda besar yang diikuti oleh sekitar 579 peserta dari berbagai wilayah ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Jasmani Angkatan Darat (Kadisjasad), Brigjen TNI Andri Amijaya Kusumah, S.Sos., M.H., M.Han.
Hadir dalam upacara tersebut jajaran pejabat utama komando daerah militer, di antaranya Kasdam III/Siliwangi, Irdam III/Siliwangi, Kapoksahli Pangdam III/Siliwangi, serta para Asisten Kasdam, Kabalakdam, dan Komandan Satuan (Dansat) yang berada di wilayah jajaran Bandung-Cimahi.
Penguatan Karakter Prajurit dan Bela Negara
Pengukuhan struktur organisasi PSM ini menjadi instrumen krusial dalam memperkuat kedudukan Pencak Silat Militer. Wadah ini dibentuk bukan sekadar sebagai sarana pembinaan fisik dan prestasi olahraga, melainkan sebagai upaya strategis dalam memelihara kelestarian budaya nasional yang memuat nilai kedisiplinan, patriotisme, serta ketangguhan mental.
Dalam amanatnya, Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih menegaskan bahwa pencak silat merupakan aset kebudayaan luhur bangsa yang harus senantiasa dijaga eksistensinya sekaligus dikembangkan secara berkelanjutan.
“Pencak silat adalah warisan budaya bangsa yang wajib dilestarikan. Melalui wadah Pencak Silat Militer ini, kita harapkan mampu menjadi sarana pembentukan karakter, mental juang, kedisiplinan, serta penguatan jiwa nasionalisme untuk melahirkan generasi yang tangguh sekaligus mempererat kebersamaan,” ujar Mayjen TNI Kosasih.

Rangkaian Acara dan Unjuk Kemampuan Taktis
Prosesi upacara diawali dengan penghormatan resmi kepada pimpinan acara, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Agenda inti kemudian diisi dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Pengurus Pusat PSM, penyerahan panji lambang Pencak Silat Militer, pertukaran cinderamata, dan diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama.
Guna menunjukkan hasil pembinaan, acara dilanjutkan dengan sesi demonstrasi seni bela diri. Para hadirin disuguhi penampilan taktis dari perwakilan perguruan besar di bawah naungan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Barat serta peragaan kemampuan khusus dari barisan Pencak Silat Militer.
Melalui legalitas kepengurusan yang baru dibentuk ini, jajaran PSM di wilayah Kodam III/Siliwangi diharapkan dapat terus berkembang menjadi organisasi yang produktif dalam menjaring prestasi, konsisten merawat nilai-nilai tradisi, serta memperkokoh fondasi bela negara di tengah dinamika masyarakat.
Seluruh rangkaian upacara pengukuhan kepengurusan Pencak Silat Militer dilaporkan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar hingga resmi berakhir pada pukul 09.30 WIB.***


Komentar