FWPJABAR.COM, BANDUNG — Suhu politik di tanah air saat ini tengah menghangat. Berbagai isu seputar kebijakan kepemimpinan nasional hingga narasi politik beredar luas di ruang publik, kerap dibarengi dengan masifnya penyebaran berita bohong (hoaks). Kondisi ini memicu keprihatinan dari berbagai kalangan.
Menanggapi situasi tersebut, tokoh masyarakat Rd. H. Hendra Mulyana, S.H., melayangkan imbauan tegas kepada segenap organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk memperketat kewaspadaan sekaligus mengambil bagian terdepan dalam merawat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Menurut Hendra, arus informasi liar yang belum terverifikasi sangat rentan memantik salah paham serta mengerek ketegangan di akar rumput. Jika dibiarkan, celah ini berisiko dimanfaatkan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab untuk memecah belah warga lewat konflik horizontal yang mengancam keutuhan bangsa.
“Ormas harus mampu menjadi penyejuk di tengah masyarakat. Jangan mudah terpancing oleh isu maupun informasi yang belum jelas kebenarannya. Kita harus ikut meredam situasi dan menjaga lingkungan agar tetap aman serta kondusif,” ucap Hendra.
Ia mengingatkan agar seluruh elemen ormas senantiasa menjunjung tinggi tanggung jawab sosial dan komitmen kebangsaan. Anggota ormas diimbau untuk menjauhi segala bentuk kekerasan, praktik premanisme, maupun pamer kekuatan (show of force) yang berpotensi merusak stabilitas daerah.
Bagi Hendra, dinamika serta perbedaan pandangan dalam politik adalah hal yang lumrah di alam demokrasi. Namun, perbedaan tersebut sama sekali tidak boleh dijadikan pembenaran untuk menumbuhkan permusuhan antarsesama warga.
Sinergi Bersama Kepolisian
Lebih lanjut, Hendra menekankan krusialnya kolaborasi erat antara pihak kepolisian, ormas, dan masyarakat luas. Langkah ini dinilai sejalan dengan visi Polri dalam mengedepankan kemitraan bersama masyarakat guna meredam potensi gangguan keamanan.
Dengan adanya jalinan kerja sama yang kuat, berbagai potensi kerawanan sosial, gesekan kelompok, hingga aksi massa yang meresahkan diyakini mampu diredam sejak dini.
“Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat. Ormas harus hadir membantu menciptakan suasana yang damai, bukan justru menjadi pemicu gangguan kamtibmas,” tegasnya.
Di pengujung pesannya, Hendra mengajak seluruh ormas di Indonesia untuk merawat semangat persaudaraan, menguatkan sikap toleransi, serta mengedukasi masyarakat agar lebih cerdas dalam menyaring informasi. Ia mengingatkan bahwa kebesaran sebuah organisasi tidak diukur dari seberapa banyak anggotanya, melainkan dari seberapa besar sumbangsih positifnya bagi sesama.
“Jadikan organisasi sebagai wadah pengabdian dan perekat persatuan. Mari kita bersama-sama menjaga kondusivitas, memperkuat kebersamaan, serta mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutup Rd. H. Hendra Mulyana, S.H.


Komentar