FWPJABAR.COM, BANDUNG, – Sektor pendidikan di Kota Bandung menunjukkan progres signifikan yang mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat. Berdasarkan hasil survei Teropong Daerah Kota Bandung oleh Litbang Kompas yang dirilis baru-baru ini, sebanyak 83,8 persen warga menyatakan puas terhadap layanan pendidikan di Kota Kembang.
Pencapaian ini menempatkan pendidikan sebagai salah satu sektor dengan penilaian tertinggi. Keberhasilan ini dinilai bukan hanya sekadar angka, melainkan dampak nyata yang mulai dirasakan di lingkungan sekolah, mulai dari kenyamanan ruang kelas hingga perhatian pada aspek psikologis siswa.
Revitalisasi Fasilitas Sekolah Secara Masif
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Pendidikan terus menggenjot perbaikan sarana dan prasarana. Sepanjang tahun 2025, langkah konkret telah diambil untuk memastikan lingkungan belajar yang lebih layak dan higienis bagi siswa SD dan SMP.
Berikut adalah rincian peningkatan fasilitas pendidikan di Kota Bandung:
- Jenjang SD: Rehabilitasi 260 ruang kelas, penambahan 7 ruang kelas baru, perbaikan 87 toilet, serta penyediaan 10 titik sumur bor untuk akses air bersih.
- Jenjang SMP: Pembangunan 1 Unit Sekolah Baru (USB), rehabilitasi 78 ruang kelas, perbaikan 29 toilet, dan penyediaan ruang ibadah yang representatif.
Langkah ini diperkuat dengan alokasi Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) yang memberikan fleksibilitas bagi sekolah untuk memenuhi kebutuhan dasar dan menunjang kegiatan belajar mengajar (KBM).
Inovasi Non-Akademik: Deteksi Dini Kesehatan Mental
Hal yang menarik dari transformasi pendidikan di Bandung adalah perhatian besar pada aspek non-akademik. Saat ini, seluruh SMP Negeri di Bandung mulai mengintegrasikan penguatan pendidikan karakter, khususnya bagi siswa kelas 9.
Selain itu, Disdik Kota Bandung mengembangkan sistem deteksi dini kesehatan mental. Program ini bertujuan mengidentifikasi potensi masalah psikologis siswa sejak awal, sebuah langkah preventif yang sangat relevan di tengah tantangan zaman sekarang.




Komentar