FWPJABAR.COM, BANDUNG, — Sejarah kepemimpinan di Kodam III/Siliwangi kembali mencatatkan tinta emas. Kini, tampuk komando dipegang oleh sosok yang unik; seorang jenderal yang dibesarkan dalam kultur pesantren, namun memiliki ketajaman strategi militer kelas dunia. Ia adalah Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Kosasih, S.E., M.M., figur yang kini akrab disapa sebagai “Jenderal Santri” di Tanah Pasundan.
Filosofi Nama dan Takdir di Balik Nama Kosasih
Lahir pada 2 April 1971 dari pasangan almarhum Ust. H. Jufran Efendi dan almarhumah Hj. Siti Khadijah, nama “Kosasih” ternyata menyimpan rahasia takdir. Nama tersebut diberikan orang tuanya karena terinspirasi oleh sosok R.A. Kosasih, Panglima Kodam Siliwangi periode 1958-1960 yang dikenal merakyat dan berwibawa.

Siapa sangka, berpuluh-puluh tahun kemudian, bayi yang lahir di lingkungan religius Pandeglang ini benar-benar mengikuti jejak sang Pangdam pendahulu, memimpin komando di Tanah Siliwangi sebagai Pangdam III/Siliwangi ke-47.
Masa Kecil Mayjen TNI Kosasih. Antara Sungai, Marbot Masjid, dan Doa Mie Ayam
Perjalanan hidup Mayjen TNI Kosasih adalah potret kerja keras. Masa kecilnya dihabiskan selayaknya anak desa; berenang di sungai hingga mengumpulkan pasir untuk dijual. Namun, kemandiriannya makin terasah saat ia pindah ke Jakarta.


Komentar