FWPJABAR.COM, KABUPATEN BANDUNG — Bupati Bandung, Dadang Supriatna, yang akrab disapa Kang DS, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kabupaten Bandung dalam menggelar pelatihan Standardisasi Imam dan Khatib.
Kegiatan yang berlangsung di Aula SLRT Dinas Sosial Kabupaten Bandung pada Sabtu (25/4/2026) ini, dipandang sebagai langkah krusial dalam meningkatkan kualitas ibadah sekaligus menjaga kondusivitas informasi di tengah masyarakat.
Mendorong Khutbah yang Menyejukkan
Dalam arahannya, Kang DS menyoroti fenomena di lapangan di mana masih ditemukan khatib yang menyampaikan narasi kurang tepat saat pelaksanaan salat Jumat. Ia menekankan pentingnya materi khutbah yang edukatif dan menyejukkan, bukan justru memicu perpecahan atau menyudutkan pihak tertentu tanpa dasar yang kuat.
“Kami masih mendengar adanya khatib yang isi khutbahnya belum sesuai standar, bahkan ada yang cenderung menjelekkan pemerintah tanpa memberikan solusi yang menyejukkan. Inilah mengapa standardisasi menjadi sangat penting,” ujar Bupati.
Selain itu, ia juga menitikberatkan pada kompetensi imam masjid dalam memahami fiqih salat secara mendalam, termasuk syarat sah dan hal-hal yang membatalkan ibadah, guna memastikan kesempurnaan ibadah berjamaah di masjid.

Eksistensi DMI di 31 Kecamatan
Sejak masa kepemimpinannya di periode pertama, Kang DS mencatat kemajuan signifikan pada tubuh DMI Kabupaten Bandung. Di bawah kepemimpinan Gus Ali Fadhil, organisasi ini dinilai semakin aktif dan sistematis dalam melakukan pembinaan SDM masjid.
“Dulu DMI memang sudah ada, namun kurang terlihat aktivitasnya. Kini, alhamdulillah, sudah terbentuk kepengurusan di 31 kecamatan se-Kabupaten Bandung. Ini menunjukkan organisasi ini makin eksis dan bermanfaat bagi umat,” tambahnya.
Sinergi Pemkab Bandung dan Pengurus Masjid
Dengan total sekitar 8.000 masjid yang tersebar di wilayah Kabupaten Bandung, peran DMI sebagai mitra pemerintah menjadi sangat vital. Pemkab Bandung berkomitmen untuk terus mendukung program-program peningkatan kapasitas bagi para pengurus masjid (marbot), imam, dan khatib.
Kang DS berharap pelatihan semacam ini tidak hanya menjadi seremoni satu kali, melainkan agenda rutin yang berkelanjutan.
“Pelatihan ini adalah ikhtiar kita bersama untuk mewujudkan masyarakat yang berakhlakul karimah. Dengan peningkatan keilmuan para imam dan khatib, ukhuwah islamiyah di Kabupaten Bandung akan semakin kuat,” pungkasnya.***


Komentar