SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
News
Beranda / News / Tragedi Virus Panleukopenia: Dua Bayi Harimau Benggala di Bandung Meninggal Dunia

Tragedi Virus Panleukopenia: Dua Bayi Harimau Benggala di Bandung Meninggal Dunia

Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Eri, menjelaskan bahwa infeksi ini menyerang dengan sangat cepat.
Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Eri, menjelaskan bahwa infeksi ini menyerang dengan sangat cepat.

FWPJABAR.COM, BANDUNG, – Kabar duka mendalam menyelimuti Kebun Binatang Bandung setelah dua ekor anak harimau Benggala yang menjadi ikon konservasi di sana dilaporkan mati. Berdasarkan laporan medis, kedua satwa tersebut tidak mampu bertahan melawan serangan virus Panleukopenia yang sangat agresif.

Kronologi dan Upaya Penyelamatan Terpadu

Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Eri, menjelaskan bahwa infeksi ini menyerang dengan sangat cepat, terutama pada satwa yang masih berusia muda. Penanganan medis dilakukan secara kolaboratif oleh tim ahli dari Rumah Sakit Hewan Cikole, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), hingga tim internal kebun binatang.

Stafsus KSP dan Kodim 0609/Cimahi Pantau SPPG, Pastikan MBG Berjalan Baik

“Seluruh tim telah berupaya maksimal dengan dedikasi tinggi. Namun, kondisi kesehatan kedua anakan ini terus menurun hingga akhirnya tak tertolong,” ujar Eri pada Kamis (26/3/2026).

Baca Juga:Inovasi Pembangunan Infrastruktur Desa Cipelah dalam Program TMMD Reguler Ke-127

Dokter hewan BBKSDA, Agnisa, mengonfirmasi bahwa diagnosis ditegakkan melalui rapid test dan analisis laboratorium yang menunjukkan hasil positif terpapar virus tersebut.
Dokter hewan BBKSDA, Agnisa, mengonfirmasi bahwa diagnosis ditegakkan melalui rapid test dan analisis laboratorium yang menunjukkan hasil positif terpapar virus tersebut.

Mengenal Bahaya Virus Panleukopenia

Menurut tim dokter hewan, Virus Panleukopenia adalah penyakit menular yang menyerang sistem pencernaan dan imunitas, yang sering kali berakibat fatal pada famili kucing, termasuk harimau. Gejala klinis yang ditemukan pada kedua anak harimau tersebut meliputi:

Dugaan Pengeroyokan di Lembang, Korban Sebut Oknum ASN dan Polisi

  • Intensitas muntah yang tinggi.
  • Diare akut hingga feses berdarah.
  • Penurunan drastis sel darah putih secara cepat.

Dokter hewan BBKSDA, Agnisa, mengonfirmasi bahwa diagnosis ditegakkan melalui rapid test dan analisis laboratorium yang menunjukkan hasil positif terpapar virus tersebut.

Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa oleh SMSI: Menjaga Stabilitas dan Memperkuat Fondasi dari Akar Rumput

Langkah Sterilisasi dan Pencegahan Kedepan

Guna mencegah penyebaran lebih luas ke satwa lain di Kebun Binatang Bandung, pihak pengelola segera melakukan dekontaminasi total. Penyemprotan disinfektan dilakukan secara intensif di area kandang karantina maupun eksibisi.

Hingga saat ini, tim medis masih mendalami sumber penularan, apakah berasal dari faktor lingkungan atau faktor genetik dari induknya. Kehilangan ini menjadi pengingat pentingnya protokol kesehatan ketat dalam manajemen konservasi satwa liar di Jawa Barat.***

BK DPRD KBB Diminta Telusuri Dugaan Ketidakdisiplinan Anggota Dewan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Dance Motion 2026

Berita Populer Bulan Ini

Pilihan Editor

×
×