Pendidikan
Beranda / Pendidikan / Tidak Ditunda-tunda, SMP Muhammadiyah 3 Bandung Langsung Salurkan Bantuan RMP untuk 199 Siswa

Tidak Ditunda-tunda, SMP Muhammadiyah 3 Bandung Langsung Salurkan Bantuan RMP untuk 199 Siswa

SMP Muhammadiyah 3 Kota Bandung RMP 2025
SMP Muhammadiyah 3 Kota Bandung, kemajuannya semakin meningkat

Kota Bandung – SMP Muhammadiyah 3 Bandung telah menyalurkan Bantuan Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) kepada para siswa yang berhak sejak jauh-jauh hari, yang merupakan program Pemerintah Kota Bandung.

Kepala SMP Muhammadiyah 3 Bandung, Rukmana, S.Pd., menegaskan bahwa pihaknya tidak menunda-nunda proses distribusi. Begitu bantuan dari pemerintah cair, langsung dibagikan.

“Di 19 Agustus 2025 itu diambilnya oleh kami dan dibagikan. Kalau cairnya sekitar tanggal 15 atau 16 Agustus ya kalau tidak salah. Pokoknya sebelum 19 Agustus, uang sudah masuk ke dalam rekening. Saya ambil uang di 19 itu dan siangnya dibagikan ke para orangtua untuk yang personal, yang 600 ribu per orang itu,” ungkap Rukmana kepada perwakilan Forum Wartawan Pendidikan Jabar, di ruang kerjanya, Jalan Phh. Mustopa No 90/209, Bandung, Selasa (2/9/2025).

Kepala SMP Muhammadiyah 3 Bandung, Rukmana, S.Pd

Jumlah penerima bantuan RMP di sekolah tersebut mencapai 199 siswa, terdiri dari kelas VII hingga IX tahun ajaran 2024/2025.

BabatuRun Ganesha 2026 Meriahkan HUT ke-31 Kodiklat TNI AD, Farhan: Olahraga Satukan Kota

Fokus ke Sarana dan Prasarana

Selain bantuan personal, sekolah juga memanfaatkan dana operasional untuk kebutuhan pembelanjaan modal, perbaikan sarana-prasarana, keperluan guru, hingga standar proses rapat.

Rukmana menjelaskan, prioritas lebih banyak diarahkan pada pembenahan sarana-prasarana.

Taman baca di lantai IV, salah satu sarana prasarana yang memanfaatkan program RMP

“Kemarin itu mengganti spandek gitu kalau nggak salah namanya, yang di lapang beserta peredamnya. Karena sudah pada bocor. Lalu, menutup SOR (Sarana Olahraga) yang di lantai 4 dengan menggunakan sejenis fiber glass yang transparan. Karena SOR kalau tidak ditutup, hujan masuk ke dalam dan banjir lah,” ujarnya.

Kwarcab Kabupaten Bandung Bekali Kepala TK dengan Orientasi Pramuka untuk Penguatan Karakter Anak

Selain itu, sekolah juga berencana membeli minimal enam laptop atau PC baru untuk kebutuhan guru dan siswa, terutama menggantikan perangkat yang rusak saat ANBK. Satu unit laptop juga akan dialokasikan untuk administrasi keuangan.

“Untuk belanja modal, kali ini kami butuh laptop baik untuk guru maupun untuk siswa. Kebetulan kemarin saat ANBK sudah pada rusak dan harus ada yang diganti. Minimal enam buah laptop / PC yang akan dibeli. Serta satu laptop untuk administrasi keuangan. Sisanya paling untuk sarana olahraga siswa, seperti beli bola dan sebagainya,” tambahnya.

Lapangan sekolah yang semakin nyaman untuk kegiatan olahraga

Masih dalam rencana penguatan sarpras, sekolah juga akan memasang AC dan TV berlayar besar di laboratorium.

Bantuan Personal untuk Kebutuhan Siswa

Strategi Besar SMKN 2 Bandung Hadapi TKA 2026: Cetak Generasi Waluya yang Kompeten dan Siap Bersaing Global

Untuk bantuan personal, sekolah menyerahkan langsung kepada orangtua siswa. Uang RMP diwajibkan dipakai membeli kebutuhan sekolah anak, seperti sepatu, seragam, alat tulis, dan tas.

Orangtua juga diminta menyerahkan laporan pertanggungjawaban berupa faktur dan kwitansi resmi dari toko.

Kenyamanan salah satu layanan prima yang diberikan kepada siswa SMP Muhammadiyah 3 Kota Bandung

Namun, ada sekitar tiga siswa dengan gangguan penglihatan yang mengalokasikan sebagian besar dana RMP untuk membeli kacamata. Hal ini, menurut Rukmana, sangat penting agar siswa dapat lebih optimal dalam menyerap pelajaran.

“Sekarang, 75 persen sudah masuk dalam pendataan laporan pertanggung jawaban dari orangtua. Mungkin hanya tinggal beberapa orang lagi yang kami informasikan, bahwa yang belum harus secepatnya, melalui wali kelas. Untuk kelas VIII dan IX yang sekarang. Sedangkan untuk yang alumni, di wakasek kurikulum masih ada nomor telepon yang bisa menghubungi mereka,” jelasnya.

Usulan ke Pemerintah Kota Bandung

Rukmana pun menyampaikan usulan agar pemerintah kota kembali menyalurkan bantuan dalam bentuk barang, bukan uang tunai.

SOR di lantai IV, SMP Muhammadiyah 3 Kota Bandung

“Kalau berbentuk barang kan, sekolah ngasih barang dan selesai. Bantuan telah tersalurkan. Sekolah tidak harus mengejar-ngejar orang tua terkait cap beserta faktur dari toko hasil belanjanya. Karena beberapa dari orang tua sudah dijelaskan bahwa pembelanjaannya harus ada cap dan faktur toko, namun tetap saja masih ada yang tidak paham sepertinya,” katanya.

Menurutnya, sistem bantuan uang justru membuat proses pertanggungjawaban lebih rumit.

“Sedangkan ini, masih banyak orang tua yang dalam pelaporannya, tidak beli di toko yang ada capnya. Hal itu membuat mereka harus kembali lagi ke toko untuk meminta cap. Karena juknis dari sananya memang bentuk pelaporannya harus ada cap dan faktur itu,” pungkasnya. (FWP)***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *