FWPJABAR.COM, PANDEGLANG – Sebuah perubahan besar kini dirasakan warga Pandeglang. Kodam
III/Siliwangi baru saja menuntaskan pembangunan infrastruktur krusial berupa jembatan dan fasilitas air bersih yang terpusat di wilayah Kodim 0601/Pandeglang. Peresmian yang berlangsung pada Kamis (13/8/2026) siang ini menjadi bukti nyata hadirnya negara di tengah kesulitan masyarakat.
Berlokasi di ruas vital Jalan Cibaliung–Sumur, Desa Padasuka, Kecamatan Cimanggu, acara peresmian dipimpin langsung oleh Panglima Kodam (Pangdam) III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M. Kehadiran beliau disambut hangat oleh jajaran Forkopimda Pandeglang, tokoh agama, serta elemen masyarakat setempat.
“Jembatan ini bukan sekadar beton dan besi. Ini adalah jalur utama menuju pendidikan yang lebih baik, akses kesehatan yang lebih cepat, dan denyut nadi ekonomi bagi warga desa,” ujar Mayjen TNI Kosasih di sela-sela peresmian.
Mayjen TNI Kosasih menekankan bahwa inisiatif ini adalah bagian dari misi besar Kodam III/Siliwangi dalam meratakan aksesibilitas di pelosok daerah. Dengan adanya jembatan baru ini, distribusi hasil tani yang selama ini terkendala kini diharapkan dapat melaju lebih lancar, meningkatkan pendapatan petani secara signifikan.

Skala Pembangunan yang Fantastis
Ternyata, proyek di Pandeglang hanyalah satu dari sekian banyak capaian masif Siliwangi. Pangdam memaparkan data mengejutkan: total 182 titik jembatan sedang dan telah ditangani. Rinciannya mencakup 81 jembatan gantung Garuda yang ikonik, 70 jembatan beton permanen, dan 31 jembatan tipe Armco. Sebanyak 117 di antaranya sudah rampung, sementara sisanya tengah dipacu penyelesaiannya.
Tak hanya soal akses mobilitas, urusan air bersih pun menjadi perhatian serius. Kodam III/Siliwangi diketahui sedang mengebut pembangunan 116 titik sumur bor di berbagai lokasi. Lebih dari setengahnya telah memberikan aliran air bersih bagi warga yang sebelumnya mengalami krisis air.
Di akhir sambutannya, Pangdam berpesan agar masyarakat menjaga aset yang telah dibangun bersama ini. “TNI bersama rakyat hanyalah katalisator. Keberlanjutan manfaat fasilitas ini sepenuhnya berada di tangan masyarakat untuk merawatnya dengan bijak,” tutup beliau.***


Komentar