FWPJABAR.COM, BANDUNG — Industri kreatif tanah air kembali membuktikan taringnya dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat bawah. Kompetisi sepak bola amatir kreatif yang diinisiasi oleh konten kreator lokal resmi menggelar agenda akbar press conference hesebah league season 3 bandung pada Selasa, 28 Juli 2026 di salah satu Mall di Kota Bandung.
Menariknya, kompetisi akar rumput (grassroots) asli Kota Kembang ini sukses mencetak sejarah. Melalui momentum press conference hesebah league season 3 bandung tersebut, pihak manajemen mengumumkan kerja sama resmi dengan menggandeng salah satu raksasa liga top Eropa, Bundesliga Jerman, sebagai mitra pendukung utama musim ini.
Acara peluncuran tersebut berlangsung sangat meriah. Selain dipadati oleh jurnalis dari berbagai media nasional dan lokal, kegiatan press conference hesebah league season 3 bandung ini juga dihadiri langsung oleh para pemain serta kapten tim dari 8 tim yang dipastikan akan berlaga dalam Hesebah League Season 3.

Sinergi Industri Kreatif dan Sepak Bola Akar Rumput
Kegiatan resmi dibuka oleh Direktur Hesebah, Farma Ammar. Dalam sesi wawancara, Farma memaparkan visi besar di balik bergulirnya musim ketiga ini. Menurutnya, sepak bola tidak boleh lagi dilihat hanya sebatas permainan 2×45 menit di atas lapangan hijau.
“Progres ke depannya, Hesebah ingin memberikan informasi kepada masyarakat bahwa sepak bola itu bukan hanya bermain bola saja di lapangan, tetapi lebih luas lagi. Banyak opportunity buat masyarakat yang bisa digali di sepak bola, mulai dari bisnis, development, dan banyak hal lainnya,” ujar Farma.
Farma menambahkan bahwa tujuan utama (goals) dari Hesebah League adalah memberikan wadah dan eksposur bagi masyarakat luas.
“Kami ingin memberikan wadah bahwa menjadi pemain sepak bola tidak harus bermain di tingkat profesional. Ada kami, Hesebah League, yang bisa mewadahi dan memberikan exposure serta personal branding,” pungkasnya.

Alasan Bundesliga Kepincut Liga Kreatif Bandung
Setelah pemaparan dari Direktur Hesebah, agenda press conference hesebah league season 3 bandung dilanjutkan dengan presentasi oleh Santino Shepherd (Santi), Manager, Marketing & Operations APAC (Asia-Pasifik) di Bundesliga International. Mewakili kompetisi kasta tertinggi Jerman tersebut, Santi memaparkan alasan kuat mengapa pihaknya jatuh hati pada proyek yang diinisiasi kreator lokal Indonesia ini. Bagi Bundesliga, Indonesia—khususnya Bandung—adalah pasar kunci dengan antusiasme sepak bola terbesar.
“Bagi kami di Bundesliga, ini semua tentang berkontribusi kembali kepada komunitas dan bekerja untuk meningkatkan level akar rumput (grassroots) di Indonesia. Melakukan sesuatu dengan liga kreatif di Indonesia itu unik, berbeda, dan memungkinkan Bundesliga untuk menjangkau audiens baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya,” ungkap Santino Shepherd.
Santi juga memuji konsistensi kolaborasi erat antara pihak Bundesliga dengan Amar (CEO Hesebah) dalam meramu konsep kreatif ini hingga berhasil menyatukan berbagai elemen global.
“Inilah keindahan sepak bola yang sebenarnya—membawa orang-orang dari seluruh dunia; sebuah liga sepak bola Jerman, seorang mantan pesepak bola muda Indonesia, dan seseorang yang berbasis di Singapura. Kita semua dipersatukan oleh sepak bola,” tambah Santi sembari menyebut istilah ‘Spielfreude’ atau kegembiraan dalam bermain yang dijunjung tinggi fans Jerman.

Dampak Nyata: Serap Tenaga Kerja dan Gairahkan UMKM Sekitar
Sementara itu, CEO Hesebah, Mas Hazard (Amar), mencitakan perjuangan panjang di balik layar demi meyakinkan Bundesliga. Pertemuan dan penjajakan ternyata sudah dimulai sejak satu hingga dua tahun lalu, sebelum akhirnya resmi terwujud di musim ketiga ini. Kehadiran Bundesliga juga menjadi sinyal kuat bahwa sepak bola kreatif lokal Indonesia kini sudah dilirik oleh brand dunia.
Lebih lanjut, di sela-sela agenda press conference hesebah league season 3 bandung, Amar menekankan dampak konkret keberadaan Hesebah League bagi perekonomian masyarakat lokal. Bukan sekadar ajang hura-hura para artis atau selebritas internet, kompetisi ini dirancang untuk memberikan dampak ekonomi berantai (multiplier effect).
“Banyak banget konkretnya untuk masyarakat. Apalagi Hesebah League ini bermain di waktu weekend. Di season sebelumnya, warung-warung di sekitar venue, tempat-tempat jualan jersey, semua itu bisa sejahtera. Kami sedikit membantu mereka,” kata Amar.
Selain sektor UMKM, perputaran kompetisi digital ini juga menyerap banyak tenaga kerja lokal.
“Staf yang ada di Hesebah League juga terbilang banyak. Jadi kita memberikan lapangan pekerjaan untuk mereka, memberikan tempat juga untuk orang-orang yang ingin berkarir di dunia konten kreator dan digital saat ini. Manfaatnya untuk masyarakat umum sangat jelas,” tegas Amar.
Totalitas Baru di Musim Ketiga: Pindah ke Stadion Sidolig dan Akses Nonton Digital
Hesebah League Season 3 dipastikan akan menyajikan level kompetisi yang jauh lebih matang dan berkeadilan. Salah satu gebrakan terbesar yang diumumkan dalam press conference hesebah league season 3 bandung adalah perpindahan venue pertandingan ke Stadion Sidolig, Bandung. Stadion bersejarah yang memiliki kapasitas 5.000 penonton tersebut dinilai sangat proper dan ramah keluarga (family-friendly) sebagai tempat hiburan akhir pekan masyarakat.
Bagi para penggemar yang tidak bisa datang langsung ke stadion, pihak panitia juga telah menyiapkan infrastruktur digital yang matang. Selain bisa disaksikan secara offline di Stadion Sidolig, seluruh jalannya pertandingan Hesebah League Season 3 ini juga bisa ditonton melalui tayangan live streaming di channel YouTube Hesebah League.
Akses menonton ini dikemas melalui sistem keanggotaan digital yang sangat terjangkau bagi kantong masyarakat umum. Hanya dengan memilih paket langganan sebesar 10k (Rp10.000) atau 20k (Rp20.000), para fans setia sudah bisa mendapatkan akses penuh untuk menyaksikan seluruh pertandingan seru Hesebah League Season 3 dari mana saja.
Dari sisi regulasi pemain, Amar menjamin kompetisi tahun ini akan jauh lebih adil (fair play) hingga menyentuh angka 90–100%. Berbeda dengan musim kedua yang menggunakan sistem marquee player (pemain bintang titipan kapten), kali ini pembagian pemain dilakukan secara merata ke 8 tim lewat sistem player card baru. Menariknya, registrasi musim ini juga dibuka untuk menyaring pemain dari seluruh kalangan masyarakat umum yang berbakat.
Ke depannya, selain memperkuat pembuktian kualitas di mata Bundesliga, Hesebah League juga membidik kolaborasi lebih lanjut dengan klub kebanggaan Jawa Barat, Persib Bandung, yang selama ini telah banyak memberikan dukungan bagi terselenggaranya liga kreatif ini.
Setelah sesi pemaparan materi utama selesai, suasana press conference hesebah league season 3 bandung semakin riuh saat acara memasuki agenda perkenalan seluruh kapten tim yang akan bertanding. Panitia kemudian memutar video eksklusif yang memaparkan daftar resmi (roster) pemain dari setiap tim yang akan berlaga di musim ini. Kegiatan peluncuran akbar tersebut kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif bersama para awak media.***


Komentar