FWPJABAR.COM, BANDUNG – Imah Seni Parahyangan (ISP) menggelar peringatan Hari Kartini 2026 di Bumi Sangkuriang, Selasa (21/4/2026). Kegiatan ini diikuti puluhan peserta yang mayoritas perempuan dengan mengenakan kebaya sebagai simbol penghormatan terhadap perjuangan Raden Ajeng Kartini.
Perayaan Hari Kartini di Bandung ini menjadi salah satu upaya komunitas dalam memperkuat peran perempuan sekaligus melestarikan seni budaya tradisional, khususnya seni Sunda.
Peringatan Hari Kartini 2026 Angkat Seni dan Pemberdayaan Perempuan
Wakil Ketua ISP, Rita Ratnasumirat, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak sekadar seremoni tahunan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi perempuan untuk terus berkembang melalui seni.
Menurutnya, komunitas Imah Seni Parahyangan secara konsisten menghadirkan kegiatan yang mengedepankan nilai kekeluargaan, edukasi, serta pelestarian budaya lokal.
“Kami selalu menghadirkan kegiatan yang bersifat kekeluargaan dan edukatif, khususnya yang berkaitan dengan kesenian Sunda. Momentum Hari Kartini sangat selaras dengan visi kami sebagai perempuan yang ingin meneladani semangat Kartini,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat emansipasi perempuan yang diperjuangkan Kartini masih relevan hingga saat ini, terutama dalam mendorong perempuan agar aktif berkarya dan berkontribusi di masyarakat.
Rangkaian Kegiatan Hari Kartini ISP di Bandung
Ketua Panitia, Linda Sumarjani, menjelaskan bahwa peringatan tahun ini mengusung tema “Kartini Masa Kini Cantik, Gemerlap, dan Berkarya dalam Edukasi.”
Tema tersebut diwujudkan dalam berbagai kegiatan interaktif dan edukatif yang melibatkan seluruh peserta.

Adapun rangkaian kegiatan meliputi:
- Ice breaking dan permainan kebersamaan
- Edukasi wiron (teknik lipatan kebaya)
- Brunch bersama
- Penampilan tari tradisional
“Kami ingin menghadirkan suasana yang hangat, edukatif, dan menyenangkan, sehingga peserta dapat memahami makna Hari Kartini secara lebih mendalam,” jelasnya.

Imah Seni Parahyangan: Perempuan dan Pelestarian Budaya Sunda
Perayaan Hari Kartini 2026 ini juga menjadi momentum untuk mendorong perempuan agar lebih aktif dalam melestarikan budaya, khususnya seni tradisional Sunda.
Linda berharap generasi perempuan masa kini dapat terus menjaga nilai-nilai budaya sekaligus mengembangkan kreativitas di era modern.
“Perempuan masa kini diharapkan dapat meneruskan semangat Kartini dengan tetap melestarikan budaya dan berkarya di berbagai bidang,” tambahnya.

Makna Hari Kartini Bagi Generasi Masa Kini
Kegiatan ini menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini bukan hanya simbolis, tetapi juga menjadi ruang aktualisasi perempuan dalam kehidupan sosial dan budaya.
Melalui pendekatan seni, Imah Seni Parahyangan berupaya mengajak masyarakat untuk lebih menghargai peran perempuan dalam pembangunan sekaligus menjaga identitas budaya bangsa.
Perayaan Hari Kartini di Bandung ini menjadi contoh nyata bahwa semangat perjuangan Kartini tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.***



Komentar