FWPJABAR.COM, BANDUNG — Langkah maju dalam digitalisasi pelayanan publik kembali ditunjukkan di tingkat kewilayahan Kota Bandung. Kelurahan Sukaraja yang berada di bawah naungan Kecamatan Cicendo resmi memperkenalkan dua platform digital inovatif, yaitu Prima Sukaraja (Platform Registrasi Informasi Masyarakat Aktif) dan Smart Kang (Sistem Monitoring Akuntabel dan Transparan Kegiatan Pembangunan). Peresmian ini berlangsung di Halaman Gateway Pasteur, Jalan Gunung Batu.
Kedua sistem berbasis web ini dirancang khusus untuk mengatasi tantangan tata kelola lokal yang kian rumit, terutama mengenai validitas data kaum urban (penduduk non-permanen) serta keterbukaan informasi proyek pembangunan fisik di lingkungan warga.
Solusi Mandiri untuk Pendataan Penduduk Non-Permanen
Masalah klasifikasi dan pencatatan warga pendatang sering kali menjadi kendala menahun di tingkat kelurahan. Hal inilah yang mendorong Yusriansyah, Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Sukaraja sekaligus motor penggerak platform Prima Sukaraja, untuk melahirkan inovasi tersebut. Selama ini, absennya basis data yang valid mengenai penduduk tidak tetap membuat kelurahan kesulitan.
“Kami merancang sebuah sistem yang mempermudah warga pendatang untuk melaporkan keberadaan mereka secara mandiri. Cukup memindai barcode yang nantinya kami sebar dan tempel di rumah-rumah kos maupun kontrakan, mereka bisa melapor kapan saja,” tutur Yusriansyah.
Menurutnya, keakuratan data kependudukan merupakan pilar utama dalam merumuskan kebijakan lokal yang tepat sasaran, mulai dari aspek keamanan lingkungan, ketertiban umum, hingga manajemen kebersihan seperti pengelolaan sampah.
Ke depan, Prima Sukaraja diproyeksikan tidak hanya sebatas media pendataan, melainkan bertransformasi menjadi pusat layanan administrasi digital satu pintu. Warga nantinya dapat mengurus berbagai dokumen kelurahan secara daring lewat integrasi WhatsApp atau email tanpa perlu mengantre di kantor kelurahan. Mengingat platform ini menyimpan berkas sensitif seperti Kartu Keluarga (KK), jaminan keamanan data telah melalui tahap pengujian yang ketat.
Membuka Akses Pengawasan Pembangunan ke Tangan Publik
Di sisi lain, platform Smart Kang hadir untuk meruntuhkan sekat informasi terkait proyek infrastruktur di wilayah Sukaraja. Dipimpin oleh Hendrik Hermawan selaku Kepala Seksi Ekbang dan LH Sukaraja, aplikasi ini memindahkan papan informasi proyek konvensional ke dalam dashboard digital yang bisa diakses siapapun.
Jika selama ini transparansi pembangunan hanya mengandalkan spanduk fisik yang jangkauannya terbatas, kini masyarakat bisa memantau perkembangan proyek dari fase perencanaan, realisasi di lapangan, hingga hasil akhir secara langsung.
Hendrik menegaskan bahwa pengawasan pada proses pelaksanaan adalah fokus utama platform ini. Dengan melibatkan warga dalam memantau jalannya proyek pemerintah, diharapkan muncul rasa kepemilikan (sense of belonging) yang kuat, yang nantinya memicu peningkatan swadaya dan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan lingkungan mereka.
Uniknya, pengembangan aplikasi Smart Kang merupakan wujud kolaborasi lintas sektor yang melibatkan:
- Diskominfo Kota Bandung
- Telkom University
- Siswa SMK Negeri 11 Bandung (Jurusan RPL, TKJ, dan DKV)

Apresiasi dan Rencana Integrasi ke Sistem Kota
Inovasi dari bawah (bottom-up) ini mendapat apresiasi tinggi dari Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung, Mahyudin. Ia menilai inisiatif Kelurahan Sukaraja membuktikan bahwa adaptasi teknologi tidak harus selalu berpusat di pemerintah kota.
Mahyudin berharap ke depannya platform lokal seperti Prima Sukaraja dan Smart Kang dapat disinkronkan dengan aplikasi layanan terpadu milik Pemkot Bandung, Sadayana, agar warga memperoleh kemudahan akses satu pintu. Meski demikian, ia mengingatkan tantangan regulasi perlindungan data kependudukan yang ketat tetap memerlukan sinergi lintas sektor yang hati-hati.
Apresiasi senada datang dari Anggota DPRD Kota Bandung, Siti Marfuah. Sering kali masyarakat mengeluhkan sulitnya mengakses bantuan atau program pemerintah di bidang pendidikan dan kesehatan hanya karena kendala administrasi. Kehadiran Prima Sukaraja diyakini bisa memangkas hambatan birokrasi tersebut, termasuk bagi para perantau. Siti juga memuji pelibatan talenta muda dari SMKN 11 Bandung yang dinilai memberikan ruang aktualisasi nyata bagi generasi z di era digital.
Menutup rangkaian peluncuran, Camat Cicendo, Siti Romlah, menegaskan bahwa kedua aplikasi ini sangat krusial bagi Sukaraja. Mengingat posisinya yang berbatasan langsung dengan Kota Cimahi, mobilitas penduduk di wilayah ini sangat tinggi. Baginya, pelayanan publik yang prima harus bertumpu pada data yang sahih, dan inovasi ini adalah bagian dari reformasi birokrasi yang nyata di tingkat akar rumput.***


Komentar