FWPJABAR.COM, BANDUNG – Latihan Posko (Latposko) I Sekolah Antar Kecabangan Tingkat Brigade bagi Perwira Siswa Pendidikan Lanjutan Perwira (Diklapa) Kecabangan TNI AD Gelombang I TA 2026 resmi berakhir. Kegiatan ini ditutup secara formal oleh Komandan Kodiklatad, Letjen TNI Dr. Mohamad Hasan, S.H., M.H., yang diwakili oleh Wadan Kodiklatad, Mayjen TNI Windiyatno, di Gedung Grha Yuddha Wastu Pramukha Pussenif, Kamis (11/6/2026).
Upacara penutupan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi militer, di antaranya Wadan Pussenif, para Direktur Kodiklatad, para Dan/Wadan Pusdik Kecabangan, serta jajaran pejabat terkait lainnya. Dalam program ini, sebanyak 369 Perwira Siswa dinyatakan berhasil merampungkan seluruh tahapan latihan sekaligus mendemonstrasikan kapabilitas mereka dalam mengaplikasikan Proses Pengambilan Keputusan Militer (PPKM) TNI AD di level Brigade.
Penekanan Dankodiklatad: Penguasaan Mekanisme PPKM secara Sistematis
Melalui amanat tertulis yang dibacakan oleh Wadan Kodiklatad, Dankodiklatad menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran penyelenggara serta seluruh Perwira Siswa atas dedikasi, motivasi, dan tingkat disiplin yang terjaga dengan baik sepanjang pelaksanaan latihan.
Dankodiklatad menekankan beberapa poin penting mengenai output dari latihan ini:
- Peningkatan Kapasitas Taktis: Latihan ini dirancang untuk mendongkrak kemampuan para Perwira Siswa dalam menyusun perencanaan sekaligus mengendalikan manajemen operasi pertempuran secara riil.
- Pendalaman Mekanisme PPKM: Latihan ini menjadi sarana krusial untuk memperkuat pemahaman taktis terhadap prosedur PPKM TNI AD tingkat Brigade agar dapat dieksekusi secara tepat, sistematis, dan terukur.

Bekal Kepemimpinan Menghapi Dinamika Tugas Satuan
Pelaksanaan Latposko I Sekolah Antar Kecabangan ini memegang peranan strategis dalam menyiapkan lapisan pemimpin yang tangguh di lingkungan TNI AD. Melalui simulasi dan problematisasi yang diberikan selama posko berlangsung, para Perwira Siswa diharapkan memiliki kesiapan mental dan taktis yang jauh lebih matang dalam merespons dinamika tugas di satuan masing-masing.
Seluruh pengetahuan teoritis dan keterampilan praktis yang didapatkan selama masa latihan ini diposisikan sebagai modal instrumen kepemimpinan (leadership) serta akurasi pengambilan keputusan komando yang valid dalam menghadapi tantangan operasi modern ke depan.***


Komentar