FWPJABAR.COM, BANDUNG – Bagi para orang tua di Kota Bandung yang sedang berjuang dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, pertanyaan seputar biaya sekolah swasta lewat jalur afirmasi sering kali memicu kekhawatiran. Apakah jika anak diterima di sekolah swasta melalui jalur Afirmasi Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) nantinya tetap harus membayar biaya penuh?
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memberikan jawaban tegas terkait hal ini. Lewat program RMP, Pemkot Bandung berkomitmen memastikan seluruh anak usia sekolah dari keluarga prasejahtera tetap bisa mengenyam bangku pendidikan yang layak, baik di sekolah negeri maupun swasta.
Saat ini, SPMB untuk tingkat SD dan SMP di Kota Bandung memasuki pendaftaran tahap 1 untuk jalur Afirmasi dan Prestasi, yang berlangsung secara online dari tanggal 8 hingga 12 Juni 2026 via situs resmi spmb.bandung.go.id.
Mekanisme Kuota dan Dasar Hukum Program RMP
Sebelumnya pada awal Mei 2026, Dinas Pendidikan telah memulai pendataan Afirmasi RMP berbasis data Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Proses penyaringan ini mengacu pada data DTSEN desil 1-5. Dari total kuota jalur afirmasi sebesar 30%, porsinya dibagi menjadi dua:
- 20% Kuota Penempatan: Ditawarkan langsung kepada orang tua siswa yang memenuhi kriteria.
- 10% Kuota Non-Penempatan: Diakses secara mandiri secara online.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, memaparkan bahwa program ini dipayungi oleh Peraturan Wali Kota Bandung Nomor 25 Tahun 2026. Regulasi ini sengaja dirancang untuk menciptakan pemerataan kualitas pendidikan serta mengikis beban finansial keluarga kurang mampu.
“Program RMP adalah bukti nyata bahwa Pemkot Bandung hadir untuk menjamin hak pendidikan warganya. Anak-anak dari keluarga kurang mampu punya kesempatan emas yang sama untuk belajar, baik itu di sekolah negeri atau swasta,” kata Asep, Rabu (10/6/2026).
Benarkah Sekolah Swasta RMP Gratis? Ini Skema Bantuannya
Untuk menghapus keraguan para orang tua, Kadisdik membeberkan bahwa Pemkot Bandung telah menggelontorkan dana segar sebesar Rp36,3 miliar pada Mei 2026. Anggaran jumbo ini disalurkan kepada 191 sekolah untuk meng-cover kebutuhan 17.775 siswa RMP di tingkat SD dan SMP.
Berikut fakta penting mengenai bantuan operasional tersebut:
- Pengganti SPP dan DSP: Dana tersebut dialokasikan khusus sebagai subsidi penuh biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dan Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) di sekolah swasta tujuan.
- Masa Berlaku Kuota: Bantuan operasional ini diberikan untuk jangka waktu satu tahun ajaran dan dapat diperpanjang pada tahun berikutnya, selama siswa yang bersangkutan masih tercatat dalam kategori RMP di data DTSEN.
- Solusi Jika Gagal Seleksi: Bagi calon siswa SMP jalur RMP yang tidak lolos di empat sekolah pilihan pada tahap 1, mereka masih bisa mendaftar ke sekolah swasta yang kuota RMP-nya belum terpenuhi.

Dampak Nyata di Lapangan: Pengakuan Orang Tua & Sekolah
Manfaat dari subsidi pendidikan ini dirasakan langsung oleh masyarakat bawah. Desi, salah seorang pedagang kecil di Bandung sekaligus istri dari sopir travel, mengungkapkan rasa syukurnya karena keempat anaknya bisa bersekolah berkat program RMP.
“Alhamdulillah, anak-anak saya bisa sekolah seperti anak lainnya. Sebagai pedagang kecil, bantuan ini sangat meringankan karena anak-anak juga mendapatkan fasilitas penunjang seperti sepatu, buku, tas, hingga seragam sekolah,” tutur Desi bahagia.
Senada dengan warga, pihak sekolah swasta pun menyambut baik kebijakan ini. Kepala Sekolah SD Kemala Bhayangkari, Hesti Febriati, mengonfirmasi bahwa dana bantuan RMP yang diterima sekolah sangat membantu dalam membenahi fasilitas belajar-mengajar.
“Harapan kami program ini terus konsisten berjalan. Selain membantu siswa prasejahtera, pihak sekolah juga bisa mengalokasikan dana operasional ini untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan ruang kelas,” jelas Hesti.
Di akhir penjelasannya, Dinas Pendidikan Kota Bandung mengingatkan dengan tegas kepada seluruh kepala sekolah penerima dana RMP untuk mengelola anggaran tersebut secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran demi masa depan anak-anak Kota Bandung.***


Komentar