FWPJABAR.COM, BANDUNG – Warga Kota Bandung nampaknya harus sedikit bersabar. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, secara resmi mengumumkan bahwa peringatan peristiwa heroik Bandung Lautan Api (BLA) tahun ini tidak dilaksanakan sesuai jadwal biasanya.
Keputusan penundaan ini diambil bukan tanpa alasan. Farhan menegaskan bahwa dirinya menginginkan sebuah perayaan yang jauh lebih bermakna dan berdampak luas bagi generasi muda, bukan sekadar seremoni tahunan yang lewat begitu saja.
Terbentur Libur Idulfitri, Persiapan Dianggap Belum Maksimal
Sedianya, peringatan BLA jatuh pada tanggal 24 Maret. Namun, karena momentum tersebut bertepatan dengan masa libur Lebaran, Farhan menilai proses persiapan seperti latihan dan penyusunan konsep kreatif tidak bisa berjalan optimal.
“Konsepnya menurut saya masih perlu dimatangkan lagi. Ada beberapa ide menarik yang muncul mendadak, jadi kita butuh waktu lebih untuk menyiapkannya dengan lebih baik,” ujar Farhan saat ditemui tim media di Balai Kota Bandung, Jumat (27/3/2026).
Pemerintah Kota Bandung kini menargetkan bulan April 2026 sebagai waktu pelaksanaan puncak peringatan sejarah besar ini.
Bandung Lautan Api (BLA): Senjata Diplomasi Indonesia di Mata Dunia
Lebih lanjut, Farhan mengingatkan kembali bahwa Bandung Lautan Api bukan hanya soal “membakar kota”. Peristiwa ini adalah strategi tingkat tinggi yang memengaruhi posisi Indonesia di meja perundingan internasional, termasuk di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Tanpa pengorbanan rakyat Bandung yang merelakan rumah mereka hangus, wilayah Bandung berisiko terbelah antara kekuasaan kolonial Belanda dan Republik Indonesia.
“Berkat aksi heroik tersebut, kedaulatan penuh Kota Bandung berhasil dipertahankan sebagai wilayah utuh di bawah naungan Republik Indonesia. Kita harus menghormati perjuangan luar biasa para pendahulu kita,” tegasnya.
Bagi Farhan, semangat “Bumi Hangus” adalah simbol persatuan yang harus terus dikobarkan oleh generasi milenial dan Gen Z sebagai fondasi menjaga keutuhan NKRI di masa depan.***



Komentar