SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
News
Beranda / News / Gak Jadi 24 Maret? Wali Kota Bandung Ungkap Alasan Mengejutkan Tunda Peringatan Bandung Lautan Api!

Gak Jadi 24 Maret? Wali Kota Bandung Ungkap Alasan Mengejutkan Tunda Peringatan Bandung Lautan Api!

Upacara peringatan Bandung Lautan Api (BLA) tahun sebelumnya.
Upacara peringatan Bandung Lautan Api (BLA) tahun sebelumnya.

FWPJABAR.COM, BANDUNG – Warga Kota Bandung nampaknya harus sedikit bersabar. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, secara resmi mengumumkan bahwa peringatan peristiwa heroik Bandung Lautan Api (BLA) tahun ini tidak dilaksanakan sesuai jadwal biasanya.

Keputusan penundaan ini diambil bukan tanpa alasan. Farhan menegaskan bahwa dirinya menginginkan sebuah perayaan yang jauh lebih bermakna dan berdampak luas bagi generasi muda, bukan sekadar seremoni tahunan yang lewat begitu saja.

Stafsus KSP dan Kodim 0609/Cimahi Pantau SPPG, Pastikan MBG Berjalan Baik

Terbentur Libur Idulfitri, Persiapan Dianggap Belum Maksimal

Sedianya, peringatan BLA jatuh pada tanggal 24 Maret. Namun, karena momentum tersebut bertepatan dengan masa libur Lebaran, Farhan menilai proses persiapan seperti latihan dan penyusunan konsep kreatif tidak bisa berjalan optimal.

“Konsepnya menurut saya masih perlu dimatangkan lagi. Ada beberapa ide menarik yang muncul mendadak, jadi kita butuh waktu lebih untuk menyiapkannya dengan lebih baik,” ujar Farhan saat ditemui tim media di Balai Kota Bandung, Jumat (27/3/2026).

Pemerintah Kota Bandung kini menargetkan bulan April 2026 sebagai waktu pelaksanaan puncak peringatan sejarah besar ini.

Dugaan Pengeroyokan di Lembang, Korban Sebut Oknum ASN dan Polisi

Bandung Lautan Api (BLA): Senjata Diplomasi Indonesia di Mata Dunia

Lebih lanjut, Farhan mengingatkan kembali bahwa Bandung Lautan Api bukan hanya soal “membakar kota”. Peristiwa ini adalah strategi tingkat tinggi yang memengaruhi posisi Indonesia di meja perundingan internasional, termasuk di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa oleh SMSI: Menjaga Stabilitas dan Memperkuat Fondasi dari Akar Rumput

Tanpa pengorbanan rakyat Bandung yang merelakan rumah mereka hangus, wilayah Bandung berisiko terbelah antara kekuasaan kolonial Belanda dan Republik Indonesia.

“Berkat aksi heroik tersebut, kedaulatan penuh Kota Bandung berhasil dipertahankan sebagai wilayah utuh di bawah naungan Republik Indonesia. Kita harus menghormati perjuangan luar biasa para pendahulu kita,” tegasnya.

Bagi Farhan, semangat “Bumi Hangus” adalah simbol persatuan yang harus terus dikobarkan oleh generasi milenial dan Gen Z sebagai fondasi menjaga keutuhan NKRI di masa depan.***

BK DPRD KBB Diminta Telusuri Dugaan Ketidakdisiplinan Anggota Dewan

GMNI Tasikmalaya Sorot Tajam APBD 2025 Dinsos, Desak APH Turun Tangan Usut Dugaan Penggelembungan Anggaran

Komentar

Tinggalkan Balasan

Dance Motion 2026

Berita Populer Bulan Ini

Pilihan Editor

×
×