FWPJABAR.COM, BANDUNG — Badan Pusat Statistik (BPS) resmi memulai rangkaian persiapan Sensus Ekonomi 2026 secara nasional. Di tingkat lokal, agenda sepuluh tahunan ini dicanangkan langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, di Plaza Balai Kota Bandung pada Senin (15/6/2026).
Langkah ini menandai dimulainya pendataan menyeluruh yang diproyeksikan menjadi kompas penentu arah kebijakan pembangunan Kota Bandung selama satu dekade mendatang.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa ketersediaan data yang valid dan komprehensif adalah instrumen mutlak dalam merumuskan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy). Melalui data hasil sensus, pemerintah daerah dapat menyusun program yang tepat sasaran demi memacu roda ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Asumsi pembangunan ekonomi makro, baik di tingkat regional maupun nasional, wajib berpijak pada hasil sensus sepuluh tahunan ini. Pengumpulan data berkala tahunan tetap berjalan sebagai alat monitoring, namun sensus adalah fondasi utamanya,” ujar Farhan saat meresmikan pencanangan tersebut.
Memotret Geliat Ekonomi Kota Kembang
Sebagai salah satu poros utama sektor perdagangan, jasa, pariwisata, dan pendidikan di Indonesia, Kota Bandung dituntut adaptif terhadap pergeseran pasar yang dinamis. Sensus Ekonomi 2026 ini nantinya akan merekam potret riil peta dunia usaha di Bandung, mulai dari skala makro hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Hingga pertengahan tahun 2026, tren pertumbuhan ekonomi Kota Bandung menunjukkan grafik yang positif dan selaras dengan akselerasi nasional. Farhan membeberkan bahwa pada triwulan pertama tahun 2026, laju pertumbuhan ekonomi kota berada di kisaran 5,75 hingga 5,76 persen. Angka ini melonjak signifikan jika berkaca pada capaian tahun-tahun sebelumnya yang tertahan di bawah angka 5 persen.
Menurut Farhan, tren positif ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi kebijakan pembangunan antara Pemkot Bandung dan para pemangku kepentingan berjalan harmonis serta memberikan output optimal di lapangan.

Strategi Hadapi Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara
Meski menunjukkan performa impresif, Pemkot Bandung enggan gegabah. Farhan mengingatkan jajarannya untuk bersiap menyambut momentum besar, salah satunya adalah rencana pengaktifan kembali Bandara Internasional Sastranegara untuk penerbangan komersial.
Reaktivasi bandara dinilai akan membuka gerbang investasi, pariwisata, dan konektivitas jasa yang masif. Kendati demikian, Farhan menekankan bahwa dampak ekonomi tidak akan datang secara instan tanpa kalkulasi matang, mengingat industri penerbangan pascapandemi dihadapkan pada tantangan global seperti lonjakan harga avtur dan tiket pesawat.
“Momentum reaktivasi Bandara Husein ini bukan seperti mendapat durian runtuh. Semua peluang harus kita tangkap lewat perencanaan strategis yang matang, berbasis data yang akurat, serta analisis yang tajam agar hasilnya maksimal,” tegasnya.
Instruksi dan Dukungan Lintas Sektor
Guna menyukseskan gelaran Sensus Ekonomi 2026, Wali Kota Bandung menginstruksikan seluruh jajaran perangkat daerah—mulai dari tingkat dinas, kecamatan, kelurahan, hingga struktur terkecil seperti RT dan RW—untuk aktif memfasilitasi dan menyosialisasikan agenda ini kepada warga.
Pihaknya juga mengimbau para pelaku usaha dan seluruh elemen masyarakat untuk kooperatif dan memberikan data yang jujur, valid, serta lengkap saat didatangi oleh petugas sensus lapangan.
Menutup arahannya, Farhan memberikan apresiasi tinggi kepada BPS Kota Bandung atas dedikasinya sebagai mitra strategis pemda dalam menyajikan data statistik tepercaya. Ia berharap BPS terus menjaga nilai independensi, profesionalisme, dan integritas tinggi agar data yang ditelurkan benar-benar menjadi pijakan pembangunan yang sahih untuk 10 tahun ke depan. (fwp)***


Komentar