FWPJABAR.COM, BANDUNG – Di tengah menjamurnya wisata kuliner modern di Kota Kembang, sebuah warung makan di Jalan Terusan Sutami menawarkan konsep yang berbeda. Bertajuk Kedai Imah Seuri, rumah makan sederhana ini mengombinasikan kelezatan kuliner ramah kantong dengan misi pemberdayaan sosial bagi puluhan anak yatim dan duafa di Kota Bandung.
Kedai yang mulai beroperasi sejak tahun 2023 ini lahir dari rahim rumah pembinaan Imah Seuri yang dirintis oleh tokoh sosial lokal, Kang Zaehanan, sejak tahun 2010. Pendirian kedai tersebut dipicu oleh keinginan kuat untuk menciptakan kemandirian finansial yayasan, sekaligus memulihkan mentalitas anak-anak kurang beruntung yang kerap menjadi korban perundungan (bullying) dan krisis rasa percaya diri di lingkungan mereka.
Mandiri Finansial Tanpa Bergantung pada Donatur
Founder Imah Seuri, Kang Zaehanan, mengungkapkan bahwa operasional kedai ini memegang peranan krusial sebagai tulang punggung pendanaan program pendidikan anak binaan. Langkah ini diambil sebagai strategi mitigasi mengingat aliran dana dari donatur tidak dapat diprediksi kepastiannya setiap bulan.
“Anak-anak ini membutuhkan ruang aman untuk tumbuh sekaligus memulihkan kepercayaan diri mereka. Di sini, kami memotivasi mereka untuk tetap produktif, kreatif, dan menemukan potensi terbaiknya,” ujar Kang Zaehanan saat ditemui di lokasi kedai, Jumat (19/6/2026).
Saat ini, terdapat sekitar 15 hingga 20 anak yatim dan duafa yang aktif mengikuti pembinaan karakter, edukasi, dan penguatan mental, khususnya pada akhir pekan. Menariknya, manajemen menegaskan tidak ada praktik mempekerjakan anak di kedai ini. Keterlibatan anak-anak dalam menyapa konsumen atau mengantar pesanan murni atas inisiatif dan antusiasme sukarela mereka.
“Sama sekali tidak ada unsur paksaan. Bagi mereka, aktivitas membantu di kedai ini layaknya bermain peran dagang-dagangan. Mereka justru saling berebut dan berlomba untuk melayani pelanggan yang datang,” tambahnya.

Sajikan Menu Unik Mulai Rp10 Ribu
Secara konsep interior, Kedai Imah Seuri mengusung atmosfer yang hangat dan bernuansa rumahan (homey). Estetika ruangan dipercantik oleh pajangan tanaman hias serta berbagai kerajinan tangan hasil kreativitas anak-anak binaan, yang juga dapat dibeli oleh pengunjung sebagai bentuk donasi langsung.
Dari sektor gastronomi, kedai ini mengunggulkan variasi menu unik seperti Nasi Goreng Kecombrang, Nasi Goreng Teri, Roti Panas Dingin, hingga Pempek Tower. Seluruh sajian tersebut dipatok dengan harga ekonomis mulai dari Rp10.000 saja.
Kedai Imah Seuri dibuka untuk umum setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 22.00 WIB. Guna meningkatkan interaksi digital, pengelola juga membagikan suvenir berupa gantungan kunci gratis bagi setiap konsumen yang memberikan ulasan (review) di platform Google Maps.***


Komentar