FWPJABAR.COM, BANDUNG – Upaya nyata dalam mendongkrak pemahaman finansial masyarakat terus digalakkan oleh Kementerian Keuangan. Melalui sinergi internal “Kemenkeu Satu”, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) yang diwakili Direktorat Surat Utang Negara bekerja sama dengan Kanwil DJPB Provinsi Jawa Barat menggelar agenda edukasi keuangan sekaligus mengenalkan instrumen investasi terbaru, yakni Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI030T3 dan ORI030T6.
Acara edukatif tersebut berlangsung di Aula Soekarno, Gedung Kanwil DJPB Jawa Barat, dan dihadiri oleh jajaran perwakilan dari Bank Indonesia, OJK, unit vertikal Kemenkeu, kementerian/lembaga terkait, serta jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di wilayah Bandung dan sekitarnya, Rabu, 15 Juli 2026.

Agenda dibuka oleh Kepala Bidang PAPK Kanwil DJPB Jawa Barat, Rita Susilo Wati, yang hadir mewakili Kepala Kantor Wilayah. Dalam sambutannya, Rita menggarisbawahi krusialnya pemahaman publik mengenai kontribusi nyata APBN bagi kesejahteraan rakyat. Beliau juga mengajak peserta untuk melihat ORI030 sebagai opsi investasi yang bijak.
“Investasi di ORI030 bukan sekadar langkah taktis dalam mengamankan finansial keluarga di masa depan, melainkan juga wujud kontribusi riil kita sebagai pejuang pembangunan tanah air,” ujar Rita.
Memasuki sesi inti, diskusi dipandu oleh Bahal Anugrah Pranata selaku Analis Keuangan Negara Ahli Muda dari Direktorat Surat Utang Negara. Di samping bertindak sebagai moderator, Bahal memaparkan dinamika manajemen keuangan pribadi, mulai dari fase siklus hidup finansial, hambatan ekonomi yang kerap menimpa masyarakat, hingga kiat dan prinsip dasar dalam memilih instrumen investasi yang aman.
Sementara itu, ulasan mendalam terkait produk dibawahkan oleh Singgih Gunarsa, Analis Keuangan Negara Ahli Madya dari Direktorat Surat Utang Negara. Singgih mengupas tuntas karakteristik Surat Utang Negara (SUN) ritel serta dampak positif penerbitannya bagi negara.

Karena ORI030T3 dan ORI030T6 saat ini sedang dalam masa penawaran resmi, Singgih juga merinci berbagai informasi penting bagi calon investor, meliputi:
- Definisi dan struktur produk ORI030.
- Langkah-langkah praktis berinvestasi dan mitra distribusi resmi.
- Saluran pembayaran serta regulasi transaksi di pasar sekunder.
- Simulasi perhitungan keuntungan (kupon) yang akan diterima investor.
Melalui inisiatif ini, pemerintah berharap kesadaran investasi dan literasi keuangan masyarakat Bandung meningkat pesat. Kemenkeu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mulai berinvestasi secara aman sekaligus ikut mengawal agenda pembangunan Indonesia yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.***


Komentar