FWPJABAR.COM, KOTA BANDUNG — Panglima Kodam (Pangdam) III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., melaksanakan kunjungan kerja strategis ke Posko Satuan Tugas Citarum Harum. Peninjauan lapangan yang berlangsung pada Jumat, 2 Oktober 2026 ini dipusatkan di Posko Satgas PPK DAS Citarum, Jalan Ir. H. Juanda Nomor 358, Kota Bandung.
Agenda kunjungan tersebut bertujuan untuk memantau secara mendalam efektivitas kinerja satuan, memonitor perkembangan pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, serta mengevaluasi kesiapan fasilitas pendukung di lapangan.
Dalam peninjauannya, Pangdam didampingi oleh Kasdam III/Siliwangi, Irdam, Kalakhar Citarum Harum, Kepala BBWS Citarum, perwakilan Perum Jasa Tirta II, para Dansektor 1 hingga 10, serta jajaran perangkat daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kesempatan itu juga dimanfaatkan Pangdam untuk memantau langsung pemanfaatan teknologi pemantauan modern berupa sistem CCTV Analitik Pikebu.
Kompleksitas Masalah Citarum Butuh Sinergi Lintas Sektor
Di hadapan para komandan sektor dan tamu undangan, Mayjen TNI Kosasih menekankan bahwa misi pemulihan Sungai Citarum memegang peranan vital bagi kelangsungan ekosistem lingkungan sekaligus hajat hidup masyarakat luas. Menurutnya, persoalan di sepanjang aliran sungai terpanjang di Jawa Barat ini terlampau kompleks untuk diselesaikan secara parsial.
“Permasalahan Citarum sangat kompleks dan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Karena itu, diperlukan kesamaan langkah, koordinasi yang kuat, serta komitmen seluruh unsur untuk memberikan hasil yang nyata,” ujar Mayjen TNI Kosasih.

Enam Arahan Strategis untuk Jajaran Satgas
Guna mengoptimalkan capaian program di lapangan, Pangdam III/Siliwangi merumuskan enam poin penekanan penting yang wajib diimplementasikan oleh seluruh personel Satgas Citarum Harum:
- Memperkuat Kolaborasi Lintas Sektor: Menggalang sinergi erat bersama pemerintah daerah, pelaku industri, komunitas pemerhati lingkungan, hingga masyarakat umum untuk menuntaskan setiap hambatan di lapangan secara tuntas.
- Menghidupkan Nilai Lokal (Silih Asah, Asih, Asuh): Memupuk kepedulian sosial, saling membimbing, serta menjaga marwah satuan melalui etos kerja yang jujur dan berdaya guna.
- Menjaga Kekompakan & Menihilkan Ego Sektoral: Memastikan seluruh posko, sektor, subsektor, dan mitra bergerak selaras dalam satu komando dan tujuan bersama.
- Fokus Sasaran & Berbasis Teknologi: Mengoptimalkan data akurat dari sistem CCTV Analitik Pikebu guna mempercepat respons taktis dalam penanganan masalah lingkungan.
- Menegakkan Disiplin & Utamakan Keselamatan: Menjaga ketertiban administrasi, kepatuhan prosedur operasional standar (SOP), serta keselamatan personel di setiap kegiatan.
- Totalitas Pengabdian: Mendorong seluruh anggota untuk memahami tupoksi masing-masing, merawat sarana prasarana secara berkala, serta mempertanggungjawabkan setiap program kerja secara transparan.
Menutup arahannya, Pangdam berpesan agar para Dansektor aktif mendiseminasikan instruksi tersebut kepada seluruh anggotanya. Ia mengajak seluruh personel untuk terus merawat semangat pengabdian agar senantiasa hadir sebagai sosok prajurit yang dicintai rakyat, responsif terhadap isu lingkungan, dan menjadi teladan nyata dalam menjaga kelestarian alam Citarum.***


Komentar