FWPJABAR.COM, BANDUNG — Panglima Kodam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., menekankan bahwa pemeliharaan ekosistem Daerah Aliran Sungai Citarum merupakan tanggung jawab kolektif yang menuntut keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat, bukan sekadar beban instansi pemerintah atau aparat keamanan.
Pernyataan tersebut ditekankan oleh Pangdam saat melakukan peninjauan langsung ke kawasan hulu di Situ Cisanti, yang masuk dalam wilayah Sektor 1 Citarum Harum di Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Jumat (14/8/2026).
“Seluruh elemen masyarakat harus bergandengan tangan merawat lingkungan, khususnya kawasan Citarum. Kita tidak boleh hanya berpangku tangan kepada pemerintah atau TNI semata, melainkan wajib memosisikan diri sebagai motor utama penyelesaian masalah ekologis ini,” ujar Mayjen TNI Kosasih di lokasi kegiatan.
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa Situ Cisanti memegang posisi vital sebagai titik nol sekaligus jantung ekosistem hulu Sungai Citarum. Perlindungan kawasan tersebut, menurutnya, wajib dijalankan secara konsisten melalui sinergi lintas sektor yang melibatkan instansi kedinasan, prajurit militer, warga lokal, pelaku usaha, serta berbagai kelompok pemerhati lingkungan.
Kunjungan kerja ini sekaligus dimanfaatkan untuk mengevaluasi efektivitas Program Citarum Harum. Pangdam mengingatkan bahwa ikhtiar penyelamatan sungai tidak boleh berhenti pada seremonial belaka, melainkan harus diterjemahkan ke dalam aksi nyata yang mengubah pola pikir masyarakat secara berkelanjutan.

“Agar Citarum senantiasa bersih dan memberi kemaslahatan luas, perlindungan harus dimulai dari titik paling hulu. Aksi hari ini wajib dilanjutkan secara konsisten menjadi gerakan moral bersama,” imbuhnya.
Selama peninjauan di kawasan hulu tersebut, Mayjen TNI Kosasih turut memantau berbagai bakti sosial dan pemberdayaan masyarakat. Beberapa agenda yang disaksikan meliputi peninjauan stan pelaku usaha mikro, pelayanan kesehatan massal gratis, penebaran benih ikan air tawar, penyemprotan cairan Eco Enzyme, penanaman bibit pohon Ki Damar di area Kilometer 0 Citarum, serta penyerahan paket bantuan sosial bagi warga setempat.
Aksi penanaman pohon Ki Damar dipilih sebagai simbol penguatan komitmen ekologis di kawasan hulu. Langkah ini diharapkan mampu memulihkan fungsi konservasi hutan sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa masa depan aliran Citarum sangat ditentukan oleh ketahanan lingkungan di titik awal kelahirannya.
Di samping fokus pemeliharaan alam, perhatian pimpinan Kodam III/Siliwangi juga diarahkan pada aspek kesejahteraan sosial warga sekitar. Kehadiran layanan kesehatan dan dukungan bagi UMKM lokal membuktikan bahwa program pembinaan teritorial selalu berjalan beriringan antara pelestarian alam dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Pangdam berharap rangkaian kegiatan ini semakin merekatkan kemanunggalan antara TNI dan rakyat, sekaligus memotivasi warga setempat agar terus menjaga kelestarian alam demi masa depan generasi mendatang.
“Mari kita pandang Citarum sebagai amanah bersama. Apabila hutan kita lestarikan dan sumber air kita jaga dengan baik, maka kesejahteraan hidup masyarakat secara otomatis akan ikut meningkat,” pungkasnya menutup kegiatan.
Dalam lawatan kerja tersebut, Pangdam III/Siliwangi didampingi oleh jajaran pejabat utama meliputi Asintel, Aster, Kabekang, Kakesdam, dan Kapendam, yang berlangsung dalam kehangatan kebersamaan bersama warga Desa Tarumajaya.***


Komentar