FWPJABAR.COM, BANDUNG. Komandan Kodiklatad (Dankodiklatad) Letjen TNI Dr. Mohamad Hasan, S.H., M.H., secara resmi membuka Latihan Posko (Latposko) I Sekolah Antar Kecabangan Tingkat Brigade bagi Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Lanjutan Perwira (Diklapa) II Kecabangan TNI AD Gelombang I TA 2026. Upacara pembukaan ini berlangsung di Gedung Grha Yuddha Wastu Pramukha Pussenif, Senin (8/6/2026).
Gelaran latihan kali ini mengusung tema taktis: “Satgaspur 20/IJK Melaksanakan Operasi Lawan Insurjensi di Wilayah Lanny Jaya Kompleks dalam Rangka Operasi Penindakan Koops TNI”. Agenda besar ini dirancang khusus guna menggembleng kemahiran para Perwira Siswa dalam menerapkan Proses Pengambilan Keputusan Militer (PPKM) TNI AD di level Brigade secara akurat, sistematis, dan terukur.
Menjawab Tantangan Peperangan Modern
Dalam amanatnya, Letjen TNI Mohamad Hasan menggarisbawahi bahwa penguasaan PPKM bukan lagi sekadar formalitas prosedur, melainkan instrumen krusial yang menuntut kemampuan berpikir kritis sekaligus adaptif. Hal ini menjadi mutlak di tengah eskalasi dan dinamika palagan modern yang kian kompleks.
“Latihan posko ini memegang peran strategis untuk mempertajam kapasitas analisis, efektivitas perencanaan, serta akurasi pengambilan keputusan para Pasis. Hasil dari latihan ini akan menjadi fondasi kokoh dan bekal berharga saat mereka kembali memimpin di satuan operasional masing-masing,” tegas Dankodiklatad.

Sasaran Strategis Latposko I
Melalui simulasi dan dinamika dalam Latposko I Ancab ini, jajaran Kodiklatad menetapkan beberapa target kompetensi yang harus dicapai oleh para peserta, antara lain:
- Kematangan Manajerial: Mengasah fungsi komando dan staf secara terintegrasi antar-kecabangan.
- Kepemimpinan Lapangan: Membentuk karakter pemimpin yang taktis dan solutif di bawah tekanan situasi operasi.
- Pengendalian Operasi Komprehensif: Menguasai tata cara perencanaan serta pengendalian operasi militer skala Brigade demi menyokong keberhasilan tugas pokok TNI Angkatan Darat ke depan.
Melalui latihan ini, para Perwira Siswa diharapkan mampu menyerap seluruh materi doktrin taktis secara utuh, sehingga siap diandalkan dalam menjaga kedaulatan NKRI pada berbagai penugasan taktis di masa mendatang.***
(Penerangan Kodiklatad)


Komentar