Sambil bersekolah, ia rela menjadi kuli toko bangunan, berjualan Es Mambo, hingga menjadi marbot masjid. Titik balik niatnya menjadi tentara muncul dari kejadian sederhana di gerobak mie ayam. Saat itu, ia menyaksikan seorang oknum tentara yang bertindak arogan kepada pedagang kecil.
“Saat itu saya beristighfar dan berdoa: Ya Allah, izinkan saya menjadi tentara agar saya bisa memperbaiki akhlak tentara. Tentara seharusnya mengayomi dan membantu masyarakat,” kenangnya.
Niat tulus itulah yang membawanya mendaftar AKABRI secara diam-diam tanpa sepengetahuan orang tua, hingga akhirnya lulus dan menempuh pendidikan di Magelang.

Intelektualisme dan Karier Militer Paripurna
Mayjen TNI Kosasih bukan hanya prajurit lapangan. Ia adalah sosok intelektual dengan gelar Sarjana Ekonomi (S.E.) dan Magister Manajemen (M.M.). Keseimbangan antara kecerdasan emosional, spiritual, dan intelektual ini menjadikannya pemimpin yang matang.
Rekam Jejak Pendidikan & Kursus Spesialis:
- Pendidikan Utama: Akmil (1993), Seskoad (2007), Sesko TNI (2018), dan Lemhannas RI (2021).
- Keahlian Khusus: Dik Komando (1995), Sniper (1995), hingga Counter Terrorism Intel Course (1996).
- Kemampuan Bahasa: Fasih berbahasa Prancis dan Inggris.
Kariernya pun cemerlang, mulai dari bertugas di lingkungan Istana Kepresidenan (2001-2007), Danrem 062/Tarumanegara, hingga jabatan strategis di Kementerian Pertahanan dan Sekretariat Militer Presiden.


Komentar