FWPJABAR.COM, KAB. CIANJUR — Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (STISIP) Guna Nusantara Cianjur kembali menegaskan komitmennya dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sebanyak 144 mahasiswa resmi dilepas untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dan Mahasiswa Praktek Kerja Lapangan (MPKL) tahun 2026.
Acara pelepasan yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Cianjur, Ramzi, bertempat di Kantor Pemerintahan Kabupaten Cianjur pada Kamis, 30 Juli 2026.

Ketua STISIP Guna Nusantara Cianjur, Dr. Drs. H. Rachmat, M.Si., merinci bahwa dari total 144 mahasiswa yang diterjunkan, sebanyak 70 mahasiswa mengikuti program KKN Tematik, sementara 74 mahasiswa lainnya menjalani Praktek Kerja Lapangan (MPKL).
“Target utama kegiatan ini agar mahasiswa benar-benar mampu mengaplikasikan pengetahuan di kampus dengan kondisi riil di lapangan atau di desa,” ujar Dr. Rachmat saat diwawancarai.
Lebih lanjut, Dr. Rachmat menjelaskan bahwa lokasi KKN Tematik dibagi menjadi dua titik utama guna memaksimalkan pemerataan pengabdian, yakni di wilayah utara (Kecamatan Warungkondang) dan wilayah selatan (Kecamatan Naringgul).
“Kenapa ada yang di Cianjur Utara? Mengingat mayoritas mahasiswa kami berasal dari daerah selatan. Biasanya kalau dibagi dua, ada gairah baru bagi mereka yang kesehariannya kuliah di desa, kini bisa merasakan langsung pengabdian di kKota maupun wilayah lain,” tambahnya. Ia juga menyebutkan bahwa pelaksanaan KKN ini turut menjalin kolaborasi antarperguruan tinggi daerah, salah satunya dengan Sekolah Tinggi Hukum Pasundan Sukabumi.
Sementara itu, untuk 74 mahasiswa yang mengikuti program Praktek Kerja Lapangan (MPKL), pihak kampus melakukan kolaborasi strategis bersama Pemerintah Kabupaten Cianjur dengan menempatkan para mahasiswa di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dukungan Penuh Pemkab Cianjur
Wakil Bupati Cianjur, Ramzi, memberikan respon positif dan apresiasi tinggi atas sinergi yang terjalin antara STISIP Guna Nusantara dan Pemda Cianjur. Menurutnya, momentum ini menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk mengabdi sekaligus mengasah kemampuan adaptasi di dunia kerja nyata.
“Memberikan kesempatan kepada teman-teman semua yang sudah waktunya mengabdi di masyarakat untuk bisa berkolaborasi. Mayoritas dari mereka juga sudah dilibatkan di dinas-dinas terkait, sehingga mudah-mudahan mereka sudah bisa memahami apa yang harus dilakukan dan disampaikan sesuai kondisi di lapangan,” ungkap Ramzi.
Wabup Ramzi juga berpesan agar para mahasiswa memaksimalkan kesempatan ini untuk berbuat kebaikan dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah. Ia menegaskan bahwa kemajuan Kabupaten Cianjur tidak bisa hanya dibebankan kepada bupati, wakil bupati, atau jajaran dinas semata, melainkan membutuhkan pergerakan kolektif dari seluruh elemen masyarakat, termasuk akademisi.

Guna mengoptimalkan pengawasan serta efektivitas program, pihak kampus turut menerjunkan sejumlah Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Para dosen ini nantinya akan secara berkala melakukan monitoring dan pendampingan langsung di setiap lokasi penugasan mahasiswa, baik di kecamatan maupun di OPD-OPD terkait.***


Komentar