SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendidikan
Beranda / Pendidikan / Anggaran Rp14 Triliun Diamankan, Kemendikdasmen Targetkan Perbaikan 71 Ribu Sekolah di 2026

Anggaran Rp14 Triliun Diamankan, Kemendikdasmen Targetkan Perbaikan 71 Ribu Sekolah di 2026

Mendikdasmen Abdul Mu’ti memberikan keterangan terkait anggaran revitalisasi sekolah Rp14 triliun di Jember
Mendikdasmen Abdul Mu’ti memberikan keterangan terkait anggaran revitalisasi sekolah Rp14 triliun di Jember

FWPJABAR.COM, JEMBER – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan keberlanjutan proyek besar perbaikan infrastruktur pendidikan pada tahun anggaran 2026. Alokasi dana sebesar Rp14 triliun telah dikunci dalam APBN untuk memastikan satuan pendidikan di seluruh pelosok negeri mendapatkan fasilitas yang layak dan aman.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa dana tersebut akan disalurkan dengan skala prioritas yang ketat. Fokus utama ditujukan bagi bangunan sekolah dengan tingkat kerusakan berat, sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta lembaga pendidikan yang berada di zona terdampak bencana alam.

Proses Validasi dan Perluasan Target

Saat ini, pemerintah tengah menggeber proses verifikasi dan validasi (verval) untuk menentukan kelayakan calon penerima manfaat. Tercatat, sekitar 11.470 satuan pendidikan sedang dalam tahap penyaringan awal.

“Dana Rp14 triliun untuk revitalisasi tahun 2026 sudah aman di APBN. Saat ini belasan ribu sekolah sedang masuk tahap verval, namun target kami akan jauh lebih besar,” ujar Abdul Mu’ti saat memberikan keterangan di Kabupaten Jember, Sabtu (21/2/2026).

Abdul Mu’ti menambahkan, sesuai dengan instruksi Presiden RI pada Hari Guru Nasional tahun lalu, jangkauan program ini akan diperlebar secara masif. Pemerintah memproyeksikan tambahan 60.000 sekolah untuk masuk dalam daftar perbaikan, sehingga total sekolah yang akan direvitalisasi di tahun 2026 mencapai lebih dari 71.000 unit.

Abdul Rouf Pimpin DPD BKPRMI Kabupaten Bandung, Kang DS Dorong Sinergi Tuntaskan Buta Aksara Al-Qur’an

INFOGRAFIS: REVITALISASI SATUAN PENDIDIKAN 2026
INFOGRAFIS: REVITALISASI SATUAN PENDIDIKAN 2026

Pendidikan Sebagai Pemutus Rantai Kemiskinan

Visi besar di balik masifnya pembangunan fisik ini adalah keyakinan Presiden bahwa kualitas pendidikan merupakan senjata utama dalam memberantas kemiskinan di Indonesia. Lingkungan belajar yang bermartabat dianggap sebagai fondasi kunci untuk mencetak generasi unggul yang kompetitif.

“Presiden berulang kali menegaskan bahwa formula terbaik melawan kemiskinan adalah melalui jalur pendidikan. Oleh karena itu, infrastruktur sekolah dijadikan prioritas utama pembangunan nasional,” jelasnya.

Mekanisme Swakelola Tetap Dipertahankan

Terkait teknis pelaksanaan, Kemendikdasmen akan kembali menerapkan sistem swakelola pada tahun 2026. Skema ini dipilih karena dinilai lebih transparan dan efektif, di mana pihak sekolah memiliki kontrol langsung terhadap kualitas material dan proses pembangunan, sekaligus melibatkan partisipasi aktif komunitas pendidikan setempat.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap ketimpangan akses pendidikan antarwilayah dapat segera teratasi, sehingga keadilan sosial bagi seluruh peserta didik di tanah air dapat terwujud secara nyata.***

Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 152/sipers/A6/II/2026

Profil Mayjen TNI Kosasih: Jejak ‘Jenderal Santri’ yang Kini Mengabdi di Tanah Siliwangi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Populer Bulan Ini

01

Genap Berusia 8 Dekade, Lanud Sulaiman Gelar Upacara HUT ke-80 TNI AU dengan Penuh Khidmat

02

Cahaya Al-Qur’an dan Asa Pendidikan: Catatan dari Majelis Taklim Al-Jabbar 86

03

Siliwangi Santri Camp Berakhir, Danrindam Titip Pesan Penting untuk Santri

04

Jumlah Siswa SMKN 1 Cimahi yang Lolos SNBP 2026 Meningkat, 39 Siswa Berhasil Tembus PTN Favorit

05

Tinjau TKA di SMPN 1 Bandung, Wali Kota Bandung Tekankan Pentingnya Kesehatan Mental Pelajar

Pilihan Editor

×
× RajaBackLink.com