FWPJABAR.COM, BANDUNG — Langkah taktis untuk menekan angka pengangguran terus digulirkan Pemerintah Kota Bandung. Melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), Pemkot kembali menyelenggarakan bursa kerja bertajuk Bandung Utama Job Fair Future Connect 2026 untuk Wilayah Bandung Tengah. Gelaran tanpa dipungut biaya ini bakal berpusat di GOR KONI Bandung, Jalan Jakarta, pada Kamis, 18 Juni 2026, mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB.
Ketua Tim Pasar Kerja sekaligus Fungsional Madya Pengantar Kerja Disnaker Kota Bandung, Ilham Mulyana, mengungkapkan bahwa sistem zonasi sengaja diterapkan dalam rangkaian job fair kali ini. Tujuannya adalah memperluas jangkauan wilayah agar layanan informasi lowongan kerja semakin dekat dengan masyarakat.
“Dengan mendekatkan akses langsung ke warga, kami berharap para pencari kerja bisa memaksimalkan momentum ini. Ini adalah ikhtiar bersama untuk memangkas Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Bandung yang saat ini menyentuh angka 7,2 persen,” urai Ilham dalam pemaparannya di Sonata Talkshow, Senin (15/6/2026).
Kolaborasi Jalur Luring dan Aplikasi New BIMMA
Ajang Job Fair Future Connect 2026 kali ini menerapkan konsep hibrida (hybrid). Tercatat ada 20 perusahaan penyedia lowongan yang membuka stan fisik di lokasi acara (konsep offline). Sementara itu, bagi pelamar yang ingin menjangkau peluang lebih luas, tersedia lebih dari 30 perusahaan yang membuka rekrutmen secara daring melalui platform New BIMMA milik Disnaker.
Tidak sekadar menyodorkan lowongan pekerjaan, Disnaker juga menghadirkan posko konsultasi yang diisi oleh tim internal serta perwakilan Balai Latihan Kerja (BLK) guna mengarahkan pencari kerja memilih program pelatihan yang relevan. Tak kalah menarik, bagi warga yang berminat meniti karier di kancah internasional, sebuah universitas lokal di Bandung turut digandeng sebagai lembaga pengirim (sending organization) resmi untuk memfasilitasi penempatan kerja ke negara seperti Jepang.

Tren Rekrutmen Baru: Sikap, Portofolio Digital, hingga BI Checking Pinjol
Dalam sesi bincang-bincang tersebut, Ilham memberikan catatan penting mengenai pergeseran standar penilaian korporasi masa kini. Kegagalan pelamar dalam proses wawancara sering kali dipicu oleh faktor attitude (sikap), bukan sekadar kompetensi teknis semata.
Lebih jauh, ia membeberkan bahwa rekam jejak digital dan kondisi finansial pelamar kini masuk dalam radar pemantauan tim rekrutmen perusahaan.
“Banyak perusahaan sekarang yang mengaudit profil media sosial seperti Instagram untuk membedah karakter asli pelamar. Selain itu, aspek keuangan juga mulai diperiksa. Melalui Nomor Induk Kependudukan (NIK), perusahaan dapat melacak apakah kandidat sedang terjerat masalah pinjaman online (pinjol) atau tidak. Hal ini krusial bagi manajemen untuk memastikan calon pekerja nantinya bisa fokus dan tidak membawa persoalan pribadi yang berpotensi merusak produktivitas maupun iklim kerja di kantor,” tegas Ilham.
Pentingnya Validitas Profil dan Dorongan Aktif Menjemput Peluang
Senada dengan hal itu, Fungsional Pertama Pengantar Kerja Disnaker Kota Bandung, Cahyadi Maulana, menyayangkan masih banyaknya pencari kerja yang mengisi biodata pada aplikasi New BIMMA secara asal-asalan. Padahal, portofolio digital di aplikasi tersebut menjadi impresi pertama yang dinilai oleh tim HRD perusahaan. Cahyadi mengimbau pelamar untuk merapikan riwayat kerja, keahlian, dan kompetensi mereka agar terlihat profesional.
Sebagai penutup, Cahyadi membakar semangat para talenta muda Bandung untuk tidak pasif dan hanya menunggu keajaiban dari rumah. Menurutnya, kesuksesan membutuhkan tindakan nyata, dan mendatangi job fair ini adalah salah satu langkah konkretnya.
Bagi masyarakat yang berminat hadir, pastikan untuk melakukan registrasi terlebih dahulu via aplikasi New BIMMA, melengkapi seluruh dokumen administrasi yang diminta, lalu mengunduh serta mencetak tiket masuk resmi sebagai akses utama ke area GOR KONI Bandung.***


Komentar