FWPJABAR.COM, KOTA BANDUNG — Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat melalui Bidang Pembinaan Khusus dan Layanan Khusus berkolaborasi dengan Rumah Edukasi dan Pusat Studi (Pusdi) STEM Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) menggelar pelatihan Greenmech berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics).

Pelatihan intensif ini diikuti oleh guru dan 70 siswa pilihan dari enam Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) dan satu Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) yang tergabung dalam program Sekolah Manusia Unggul (Maung) Jawa Barat, yakni SMAN 1 Bogor, SMAN 1 Purwakarta, SMAN 1 Cisarua, SMAN 1 Sindang, SMAN 1 Tasikmalaya, SMAN 1 Banjar, dan SMKN 1 Katapang.
Selain itu, kegiatan ini turut merangkul tujuh satuan pendidikan tingkat SMAN, SMPN, SD, dan SLBN di Kota Bandung, termasuk perwakilan dari SLBN Cicendo. Kehadiran siswa-siswi berkebutuhan khusus ini menjadi sejarah baru dalam penerapan pendidikan inklusif berbasis STEAM di Indonesia.

Cetak Talenta Emas Menuju Kancah Internasional
Direktur Rumah Edukasi, Anton Mulia, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari Disdik Jabar dan UNPAR. Menurutnya, program ini dirancang untuk membekali guru agar bersertifikasi internasional sekaligus melatih siswa merancang konstruksi mekanika berbasis green energy.
“Hari ini kami sangat berterima kasih kepada UNPAR dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang memfasilitasi agar pendidikan ini bermanfaat bagi masyarakat luas, termasuk kepada adik-adik kita di SLB. Guru-guru yang dilatih hari ini juga dipersiapkan menjadi coach bersertifikat internasional di sekolahnya masing-masing,” ujar Anton.
Ia menambahkan, Greenmech merupakan kompetisi membuat struktur mekanika Rube Goldberg Machine yang menyenangkan, menggabungkan fungsi mekanika dan energi hijau (green energy) guna mengatasi isu pemanasan global melalui pemecahan masalah yang kreatif.

Inklusivitas dan Terobosan Kurikulum Maung Jabar
Kepala Bidang Pembinaan Khusus dan Layanan Khusus Disdik Jabar, Dr. Firman Oktora, S.Si., M.Pd., M.Kom., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Kurikulum Sekolah Maung Jabar untuk melatih kemampuan pemecahan masalah kontekstual (contextual problem solving) sejak dini.
“Jawa Barat memiliki sekolah Maung atau Manusia Unggul. Salah satu penerapan pembelajarannya adalah dengan menerapkan STEAM ini, baik dalam kegiatan intrakurikuler, kurikuler, maupun ekstrakurikuler, untuk memfasilitasi anak-anak yang memiliki minat dan bakat khusus,” ungkap Dr. Firman.

Senada dengan hal tersebut, Prof. Ir. Tri Basuki Joewono, Ph.D., Rektor UNPAR Bandung, menegaskan komitmen lembaganya dalam mendampingi dunia pendidikan di Jawa Barat. Ia menyebutkan bahwa kolaborasi ini tidak berhenti di sini, melainkan berlanjut hingga ajang kompetisi internasional yang akan dihelat di UNPAR pada Januari tahun depan.
Libatkan Pakar Disabilitas untuk Aksesibilitas Merata
Sebagai langkah percontohan nasional (pilot project), pelibatan siswa penyandang disabilitas dalam pelatihan STEM ini mendapat pendampingan khusus dari pakar anak berkebutuhan khusus, Dr. Meiske Y. Suparman, M.Psi., Psikolog, dari Pusat Bimbingan Konsultasi Psikologi dan Unit Layanan Disabilitas Universitas Tarumanagara.

“Anak-anak disabilitas memiliki banyak kelebihan yang mungkin belum tersentuh lingkungan. Ini adalah proyek pertama kami bersama Rumah Edukasi untuk mencobakan pembelajaran STEAM pada anak-anak SLB. Pendampingannya dilakukan secara one-on-one agar kami dapat memahami kebutuhan mereka dan menanamkan konsep sains secara optimal,” jelas Dr. Meiske.

Melalui pelatihan ini, para siswa dari Sekolah Maung maupun SLB dipersiapkan untuk menghadapi kompetisi Greenmech berjenjang mulai dari tingkat regional, nasional, hingga internasional. Mengingat Indonesia telah menorehkan banyak prestasi gemilang di ajang World Greenmech sejak 2017 dan akan menjadi tuan rumah pada tahun 2028, kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan Generasi Emas Indonesia yang kompeten, inklusif, dan berdaya saing global.***


Komentar