FWPJABAR.COM, BANDUNG — Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad) sukses menggelar kegiatan Forum Kebangsaan Kesadaran Bela Negara Lingkup Masyarakat Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Markas Kodiklatad, Bandung, pada Kamis (13/8/2026). Mengusung tema “Kesadaran Bela Negara Merupakan Fondasi Dasar Menuju Indonesia Emas 2045”, acara ini dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai elemen, mulai dari unsur TNI-Polri, sivitas akademika, tokoh agama, hingga generasi muda dari kalangan pelajar dan mahasiswa.
Komandan Pusterad (Danpusterad) Letjen TNI Mochamad Syafei Kasno mengungkapkan, kegiatan ini merupakan perintah langsung dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) guna menyongsong peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
“Hari ini Kasad memerintahkan kepada Pusat Teritorial Angkatan Darat untuk melaksanakan Forum Kebangsaan, fokusnya pada bela negara dalam rangka menyongsong HUT Proklamasi kita yang ke-81 tahun,” ujar Letjen TNI Syafei Kasno di hadapan para peserta di Kodiklatad.

Ia menjelaskan, forum ini melibatkan lintas komponen masyarakat dengan prioritas utama menyasar generasi penerus bangsa. Tujuannya adalah untuk memberikan penyegaran kembali mengenai nilai-nilai nasionalisme serta memastikan warisan para pendahulu bangsa dapat dipahami dan diimplementasikan dengan baik oleh anak muda.
Selain menghadirkan Danpusterad sebagai narasumber utama, forum strategis ini turut menghadirkan dua narasumber kompeten lainnya untuk memberikan perspektif komprehensif, yakni pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhiid KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) serta Guru Besar dari Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani).
Dalam paparannya, Letjen TNI Syafei Kasno menyoroti tantangan besar yang dihadapi generasi muda saat ini akibat dampak disrupsi informasi dan media sosial. Menurutnya, efek domino dari media sosial cukup tinggi dan berpotensi mengotak-kotakkan pemikiran masyarakat jika tidak disikapi dengan bijak.

“Media sosial ini adalah suatu kekuatan dan juga bisa menjadi sebuah kelemahan. Adik-adik harus tahu norma dan aturan yang benar,” tegasnya.
Ia mengingatkan para pelajar dan mahasiswa agar lebih jeli dan tidak mudah tersesat oleh konten-konten negatif yang dikemas secara menarik di ruang digital. Penguasaan terhadap norma, aturan, serta doktrin bernegara menjadi kunci utama agar generasi muda tidak terpengaruh oleh arus informasi yang menyesatkan.
Meski demikian, Jenderal bintang tiga tersebut juga mengapresiasi sisi positif teknologi yang membuat dunia tanpa batas dalam mencari referensi ilmu pengetahuan. Pusterad berharap program pembinaan teritorial semacam ini dapat terus berlanjut dan ditularkan ke berbagai lembaga pendidikan lain di daerah, mulai dari tingkat Kodam hingga Kodim, demi memperkuat ketahanan karakter bangsa sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.***


Komentar