FWPJABAR.COM, MEDAN — Meski tengah dihadapkan pada kondisi cuaca kabut asap yang menyelimuti wilayah Sumatera Utara, semangat ratusan tenaga pendidik di Kota Medan tidak surut sedikit pun. Sebanyak 600 guru jenjang SD dan SMP menghadiri pelatihan intensif pembelajaran mendalam (deep learning) berbasis sains, koding, dan robotika berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics).
Kegiatan yang berlangsung pada 21 hingga 24 Oktober 2026 di Universitas Satya Terra Bhinneka ini terselenggara berkat kerja sama antara universitas tersebut dengan Rumah Edukasi. Langkah ini digelar guna menyukseskan program koding dan pembelajaran mendalam yang diusung oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
Pembelajaran Praktis dan Menyenangkan
Pelatihan yang berjalan dari pagi hingga sore hari ini membuktikan bahwa mempelajari pemrograman saat ini semakin aksesibel. Meski mayoritas peserta belum pernah bersentuhan dengan koding sebelumnya, dalam waktu singkat mereka mampu menyusun program untuk mengoperasikan robot hasil rakitan kelompok.

Materi pelatihan dirancang interaktif melalui dua metode utama:
- Metode Unplugged (Tanpa Komputer): Peserta dilatih merancang alur logika program dengan memindai instruksi khusus, sehingga robot dapat bergerak di atas lintasan kartu sesuai tantangan yang diberikan.
- Metode Berbasis Perangkat: Penggunaan platform Scratch serta modul micro:bit untuk menyelesaikan berbagai proyek deep learning yang menantang sekaligus menyenangkan.
Dukungan Penuh Tokoh Pendidik dan Akademisi
Kegiatan pelatihan dan simulasi kompetisi ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Ahmad Barli Mulia Nasution. Beliau menyampaikan apresiasi mendalam kepada para penyelenggara atas inisiatif yang sangat bermanfaat ini.
“Kami sangat mendukung integrasi sains, koding, dan STEAM dalam dunia pendidikan. Kami berharap seluruh peserta menyerap ilmu ini dengan cermat dan membagikannya (mengimbaskan) kepada rekan-rekan di sekolah masing-masing,” ujar Ahmad Barli.
Di sisi lain, Rektor Universitas Satya Terra Bhinneka, Bobby Christian Halim, menegaskan komitmen kampus untuk menjadi pusat pembelajaran koding dan robotika berbasis STEAM terdepan di Sumatera Utara. Ia berharap kolaborasi semacam ini dapat terus berlanjut mengingat krusialnya penguasaan teknologi bagi generasi muda saat ini.

Persiapan Menuju Kompetisi Regional
Sesi pelatihan terasa kian hidup berkat simulasi kompetisi yang diadakan setiap sore, menguji hasil pembelajaran teori pada sesi pagi.
Direktur Rumah Edukasi sekaligus narasumber utama, Mulia Anton, mengungkapkan kepuasannya atas dedikasi para peserta dari awal hingga akhir acara.
“Pendekatan pembelajaran sains dan robotika berbasis STEAM kini dikemas lebih fleksibel, cepat, dan interaktif. Kegembiraan para guru saat berhasil memecahkan tantangan koding menunjukkan bahwa teknologi bisa dipelajari oleh siapa saja,” jelas Mulia Anton.
Agenda ini sekaligus menjadi ajang pemanasan dan persiapan bagi para pendidik serta sekolah di Sumatera Utara menyongsong Kompetisi Regional GreenMech, yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Januari 2027 di Universitas Satya Terra Bhinneka.***
sumber berita : Rumah Edukasi


Komentar