FWPJABAR.COM, Bandung – Kepala SMK Igasar Pindad Kota Bandung, Rony Harimurti, S.Pd., M.M., kembali dipercaya memimpin Musyawarah Kerja Kepala SMK (MKK SMK) Kota Bandung untuk periode 2026–2028. Keputusan tersebut ditetapkan dalam rapat paripurna laporan pertanggungjawaban pengurus MKK SMK periode 2023–2025 yang berlangsung di Hotel Horison Bandung, Rabu (14/1/2026).
Rapat Paripurna Tandai Berakhirnya Kepengurusan Lama
Rapat paripurna tersebut menjadi momentum berakhirnya masa jabatan kepengurusan sebelumnya sekaligus ajang evaluasi organisasi. Terpilihnya kembali Rony dilakukan secara aklamasi, berdasarkan persetujuan seluruh peserta serta capaian program yang telah dijalankan oleh MKK SMK Kota Bandung.
Pengawas SMK Apresiasi Kinerja Pengurus Sebelumny
Koordinator Pengawas Pembina SMK Kota Bandung, H. Kosim, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kinerja pengurus MKK SMK periode sebelumnya. Ia hadir dalam agenda tersebut bersama Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII sebagai bentuk dukungan institusional.
“Kehadiran kami merupakan bentuk apresiasi dan dukungan kepada pengurus yang telah menuntaskan tugasnya selama masa jabatan,” ujar Kosim kepada perwakilan Forum Wartawan Pendidikan Jawa Barat.
Rony Harimurti Terpilih Aklamasi Berkat Program Berjalan Baik
Kosim turut mengucapkan selamat kepada Rony Harimurti yang kembali dipercaya memimpin MKK SMK Kota Bandung. Menurutnya, kepercayaan tersebut tidak terlepas dari keberhasilan program kerja yang dijalankan, termasuk peran aktif para koordinator wilayah.
Penasihat Hukum Jadi PR Penting MKK SMK
Meski demikian, Kosim menekankan masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang perlu segera dituntaskan oleh kepengurusan baru. Salah satunya adalah kebutuhan penasihat hukum di lingkungan pendidikan, khususnya bagi kepala sekolah.
“Pendampingan hukum sangat penting ketika sekolah menghadapi persoalan hukum. Penasihat hukum harus berasal dari pihak yang kompeten dan independen,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan penasihat hukum diharapkan dapat meningkatkan literasi hukum di kalangan kepala sekolah dan tenaga pendidik.
Optimalisasi Peran MGMP Jadi Sorotan
Selain aspek hukum, Kosim juga menyoroti pentingnya optimalisasi peran Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Menurutnya, MGMP seharusnya tidak hanya menyusun kisi-kisi soal secara individual, tetapi bekerja kolaboratif sesuai kurikulum.
“Penyusunan kisi-kisi dan soal harus mengacu pada capaian pembelajaran dan tujuan pembelajaran, serta disusun bersama agar kualitasnya lebih terstandar,” katanya.
Harapan untuk Kemajuan SMK Kota Bandung
Di akhir pernyataannya, Kosim berharap kepengurusan MKK SMK Kota Bandung periode 2026–2028 mampu mempertahankan program yang sudah berjalan baik sekaligus memperbaiki kekurangan yang ada.
“Tugas ini tidak ringan dan tidak disertai imbalan materi. Namun saya yakin tujuan utamanya adalah memajukan pendidikan SMK di Kota Bandung,” pungkasnya.
Ia juga berharap terjadi peningkatan kinerja kepala sekolah, guru, serta kualitas lulusan SMK agar pendidikan kejuruan di Kota Bandung semakin maju dan kompetitif.
Komentar