FWPJABAR.COM, CIMAHI — Memasuki tahun ajaran baru, SMA Negeri (SMAN) 2 Cimahi menghadirkan berbagai terobosan dan kebijakan strategis guna meningkatkan kedisiplinan siswa serta mutu pendidikan. Fokus utama pada tahun ini mencakup penerapan aturan pembatasan penggunaan gawai secara menyeluruh serta penguatan program kokurikuler yang berbasis pada pembentukan karakter.
Implementasi Pembatasan Gawai untuk Siswa dan Guru
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 2 Cimahi, Encep Sutisna, S.Pd., saat ditemui Kamis 06/08/2026, menjelaskan bahwa langkah pembatasan gawai di lingkungan sekolah merujuk pada regulasi dari Dinas Pendidikan Jawa Barat serta penekanan nilai-nilai Pancawaluya (cager, bager, bening/benar, pinter, singer). Kebijakan ini tidak hanya diberlakukan bagi siswa kelas 10, melainkan juga mencakup seluruh angkatan mulai dari kelas 10 hingga kelas 12.
“Dan Alhamdulillah, kami sudah melaksanakan dari bulan pertamanya masuk kelas siswa baru, usulnya kelas 10, dan realisasikannya untuk kelas 2 dan kelas 3 juga, bukan hanya kelas 10 saja, tapi untuk semua angkatan, 10, 11, 12,” ujar Encep.

Pengumpulan gawai dilakukan setiap pagi mulai pukul 06.30 WIB di dalam kelas masing-masing sebelum jam pelajaran pertama dimulai. Kebijakan ini turut membantu memastikan kedisiplinan guru pengajar di jam pertama. Meskipun demikian, pihak sekolah tetap memberikan kelonggaran apabila perangkat gawai dibutuhkan secara khusus dalam kegiatan pembelajaran atas seizin guru mata pelajaran.
Pada mulanya, penerapan aturan ini sempat memicu protes dan rasa gelisah dari sebagian siswa. Namun, setelah berjalan selama dua minggu, para siswa mulai terbiasa. Pihak sekolah juga telah melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada para orang tua siswa baru, sehingga mendapat sambutan yang sangat positif dan kooperatif. Apabila terjadi situasi darurat, orang tua diimbau untuk melakukan konfirmasi langsung melalui wali kelas.
Penguatan Kokurikuler dan Muatan Lokal Melalui Program MIBANDA
Dari sisi kurikulum, Staf Kurikulum SMAN 2 Cimahi, Rahmat Sulaeman, S.Pd., Gr., memaparkan bahwa sekolah masih konsisten menerapkan Kurikulum Merdeka edisi revisi dengan penekanan khusus pada kegiatan kokurikuler. Waktu pembiasaan harian di awal pembelajaran yang sebelumnya hanya berdurasi 15 menit kini diperpanjang menjadi 30 menit guna mengejar pencapaian delapan profil lulusan, tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, serta nilai Pancawaluya.

Kegiatan kokurikuler harian dirancang dengan agenda yang berbeda di setiap harinya:
- Senin: Upacara bendera dilanjutkan pembacaan Asmaul Husna.
- Selasa: Serasi atau Selasa Berliterasi.
- Rabu: Taqwa melalui kegiatan Tadarus Al-Qur’an dengan target pencapaian khatam Al-Qur’an dalam satu tahun.
- Kamis: MIBANDA (Mikanyaah Budaya Sunda), yang menampilkan tarian khas Sunda, kuliner tradisional, serta permainan tradisional Sunda sebagai persiapan untuk pameran panen karya.
Terkait sistem kelas, SMAN 2 Cimahi tidak memisahkan siswa ke dalam kelas unggulan yang dihomogenkan. Seluruh jalur penerimaan siswa—baik akademik, non-akademik, prestasi, maupun zonasi—dicampur dalam setiap kelas untuk mendukung penerapan pembelajaran berdiferensiasi serta mencegah kecemburuan sosial.
Pengembangan Karakter dan Ekstrakurikuler Unggulan
Berlokasi di lingkungan yang dekat dengan institusi militer, SMAN 2 Cimahi juga terus memperkuat karakter kedisiplinan siswa. Ke depannya, pihak sekolah berencana bekerja sama dengan pihak TNI (seperti Pusdik JAS atau Pusdik POM) pada semester kedua melalui kegiatan kepramukaan serta latihan kedisiplinan lanjutan.

Di bidang non-akademik, terdapat sekitar 25 kegiatan ekstrakurikuler yang aktif membina bakat siswa. Sekolah mengunggulkan beberapa bidang di antaranya cabang olahraga bola basket serta divisi seni budaya di bawah naungan Sanggar Seni Budaya (SSB) yang mencakup berbagai cabang tarian tradisional.
Melalui kombinasi kedisiplinan yang ketat, pembatasan gawai, serta penguatan program kokurikuler yang terstruktur, SMAN 2 Cimahi optimis dapat mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter luhur sesuai dengan nilai-nilai Pancawaluya.***


Komentar