SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendidikan
Beranda / Pendidikan / Survei LSI: Tingkat Pengenalan Publik Terhadap 3 Program Strategis Pemprov Jabar di Bidang Pendidikan Masih di Bawah 42 Persen

Survei LSI: Tingkat Pengenalan Publik Terhadap 3 Program Strategis Pemprov Jabar di Bidang Pendidikan Masih di Bawah 42 Persen

Survei Lsi Kinerja Pemprov Jabar 2026 2
Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan memaparkan hasil survei evaluasi publik terhadap kinerja Pemprov Jabar di Bandung

FWPJABAR.COM, BANDUNGLembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil riset terbaru yang menyoroti kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi. Temuan krusial dari survei ini mengungkap bahwa tingkat pemahaman (awareness) masyarakat terhadap tiga program pendidikan andalan Pemprov Jabar masih sangat minim, yakni secara umum berada di bawah angka 42 persen.

Temuan tersebut dipaparkan langsung oleh Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, M.A., Ph.D., dalam agenda bertajuk “Evaluasi Publik terhadap Kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat” yang berlangsung di éL Hotel Bandung, Jalan Merdeka, Kamis (23/7/2026).

MPR RI Bersama AKSPI Bandung Gelar Sosialisasi 4 Pilar, Tegaskan Benteng Kebangsaan di Era Digital

Riset tatap muka ini menakar respons publik terhadap tiga program strategis di bidang pendidikan, yaitu Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK), dan Sekolah Maung (Manusia Unggul).

Rapor Pengenalan Program: Masih di Bawah 42 Persen

Data LSI menunjukkan adanya tantangan besar bagi Pemprov Jabar dalam sektor diseminasi informasi. Mayoritas masyarakat Jawa Barat rupanya belum familier dengan program-program pendidikan yang sedang digulirkan, dengan persentase tertinggi pengenalan hanya menyentuh 42,9 persen pada program penerimaan siswa baru, sementara program lainnya merosot di angka 30-an persen.

Disdik Kota Bandung Jamin Hak Belajar Siswa SDN 026 Bojongloa Usai Gerbang Sekolah Sempat Digembok

Berikut adalah rincian tingkat pengenalan publik vs tingkat dukungan masyarakat:

Nama Program PendidikanTingkat Pengenalan PublikTingkat Dukungan (Dari yang Tahu)
SPMB 2026/202742,9% (57,1% belum tahu)71,3% Setuju (28,4% tidak setuju)
Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK)34,9% (65,1% belum tahu)90,6% Setuju (8,5% tidak setuju)
Sekolah Maung (Manusia Unggul)31,7% (68,3% belum tahu)85,7% Setuju (11,7% tidak setuju)

“Tantangan mendasar bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini bukan pada substansi atau penolakan program, karena mayoritas warga yang tahu justru sangat mendukung. Masalah utamanya ada pada pemerataan sosialisasi agar program ini menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” jelas Djayadi Hanan.

Kesenjangan Informasi antara Kota dan Desa

LSI juga memetakan adanya ketimpangan informasi yang dipengaruhi oleh faktor demografi dan geografis. Masyarakat yang tinggal di area perkotaan, kelompok usia produktif, serta mereka yang menempuh pendidikan tinggi memiliki tingkat pemahaman program yang jauh lebih baik.

SMAN 2 Cimahi Sambut Tahun Ajaran Baru dengan Kebijakan Pembatasan Gawai dan Penguatan Kokurikuler

Sebaliknya, tingkat awareness terendah ditemukan pada masyarakat di wilayah pedesaan serta kelompok dengan latar belakang pendidikan rendah.

Tahun Ajaran Baru, SMAN 4 Cimahi Tegaskan Komitmen Disiplin Lewat Pembatasan Gawai

Meski demikian, LSI mencatat pola dukungan tetap konsisten. Terlepas dari latar belakang jenis kelamin, status ekonomi, pekerjaan, maupun wilayah tinggal, warga yang sudah memahami program-program ini sepakat memberikan penilaian positif terhadap implementasinya di lapangan.

Survei Lsi Kinerja Pemprov Jabar 2026
Rilis hasil riset terbaru Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang menyoroti kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi.

Tanggapan Akademisi

Selain pemaparan data oleh LSI, kegiatan yang dipandu oleh peneliti Yoes C. Kenawas ini juga menghadirkan perspektif kritis dari akademisi Universitas Padjadjaran (Unpad).

Wadan Kodiklatad Tinjau Latihan Dikmaba Kowad di Pangalengan, Tekankan Pembinaan Prajurit Siswa yang Optimal

Dua pakar yang hadir memberikan ulasan dan analisis komparatif terhadap hasil survei pemprov ini adalah:

  • Dr. Antik Bintari, S.IP., M.T. (Dosen Ilmu Pemerintahan Unpad)
  • M. Fazrulzaman Azmi, S.IP., M.IP. (Dosen Ilmu Politik Unpad)

Secara umum, hasil survei ini menjadi sinyal kuat bagi Pemprov Jabar untuk segera merombak strategi komunikasi publiknya, terutama dalam memanfaatkan kanal-kanal media yang mampu menyentuh masyarakat di pelosok pedesaan.***

Lawatan PM Thailand ke Indonesia: Dewan Pakar BPIP Sebut Jakarta Punya Kapasitas Jadi Mediator Sengketa Perbatasan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Populer Bulan Ini

Pilihan Editor

×
×