FWPJABAR.COM, KAB. BANDUNG — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Kementerian Sosial (Kemensos) resmi menjalin sinergi strategis melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait tugas dan fungsi di bidang pariwisata sosial. Prosesi penandatanganan tersebut berlangsung di Kampus Poltekpar NHI Bandung, Jalan Radio, Desa Citereup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Kamis (23/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB ini dihadiri langsung oleh Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono serta Sesmen Pariwisata Bayu Aji.
Di bawah tanggung jawab Direktur Poltekpar NHI Bandung Dr. Anwari Masatip, MM.Par., CEE., agenda ini diikuti oleh sekitar 150 peserta. Unsur Forkopimda setempat turut hadir mengawal jalannya acara, di antaranya Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb, Dandim 0624/Kab. Bandung Letkol Kav Samto Betah, S.Hub.Int., Kapolsek Dayeuhkolot Kompol Rudy Sudaryono yang mewakili Kapolresta Bandung, Camat Dayeuhkolot Asep Suryadi, serta Danramil Dayeuhkolot Kapten Cke Asep Yohana.

Peran Strategis Kodim 0624/Kab. Bandung dalam Pengamanan Wilayah
Kehadiran Dandim 0624/Kabupaten Bandung Letkol Kav Samto Betah, S.Hub.Int. dalam agenda ini memegang peran krusial dalam memastikan seluruh rangkaian acara kunjungan kerja dua menteri Kabinet Merah Putih berjalan aman, tertib, dan kondusif. Selain memimpin koordinasi pengamanan wilayah di sektor Dayeuhkolot bersama unsur Kepolisian, Letkol Kav Samto Betah juga menegaskan komitmen jajaran TNI AD dalam mendukung implementasi program strategis nasional di wilayah territorial Kabupaten Bandung.
Di sela-sela kegiatan, Dandim 0624/Kab. Bandung Letkol Kav Samto Betah menyampaikan dukungan penuhnya terhadap pemanfaatan lahan 7 hektare yang dialokasikan untuk pembangunan kawasan terpadu tersebut.
“Kami dari jajaran Kodim 0624/Kabupaten Bandung memastikan seluruh aspek pengamanan fisik dan wilayah selama kunjungan para menteri berjalan dengan standar operasional yang ketat. Di luar itu, kami sangat menyambut baik penandatanganan MoU ini. Pemanfaatan lahan seluas 7 hektare untuk zona pendidikan, olahraga, hingga Sekolah Rakyat ini merupakan langkah konkret peningkatan SDM, dan TNI siap mendukung penuh keberlanjutan proyek ini di lapangan demi kesejahteraan masyarakat lokal,” ujar Letkol Kav Samto Betah saat diwawancarai.

Pemanfaatan Lahan 7 Hektare dan Penguatan SDM
Dalam sambutannya, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan komitmennya mendukung program Presiden dalam mendongkrak kualitas SDM nasional menuju Indonesia Emas. Kemenpar saat ini telah berkontribusi menyerap 2,9 juta tenaga kerja dan terus memperkuat pelaku UMKM.
Widiyanti memaparkan, ruang lingkup MoU ini mencakup pemanfaatan lahan seluas 7 hektare yang akan dialokasikan menjadi beberapa kawasan terpadu.
“Nota Kesepahaman ini mencakup pemanfaatan lahan seluas 7 hektare yang terdiri dari zona pendidikan, zona pemukiman, zona olahraga dan rekreasi, hingga zona pengembangan dan stadion bersama untuk mendukung peningkatan SDM unggul berkelanjutan,” jelas Widiyanti.
Akselerasi Sekolah Rakyat dan Tes DNA Bakat
Pada kesempatan yang sama, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan apresiasi tinggi atas langkah Kemenpar yang menyerahkan aset lahannya kepada Kemensos guna mempercepat Program Sekolah Rakyat yang menjadi prioritas Presiden RI. Langkah ini krusial mengingat data pemerintah menunjukkan masih ada sekitar 4 juta anak Indonesia yang belum bisa sekolah karena kendala ekonomi.
“Pembangunan Sekolah Rakyat terus berjalan. Saat ini ada 100 titik yang sedang diproses pembangunannya oleh Kementerian PU, dengan lahan dari Pemda dan pembiayaan APBN,” ungkap Saifullah Yusuf.
Menariknya, Kemensos bakal menerapkan metode mutakhir berupa tes DNA Talent atau pemetaan bakat dalam proses penerimaan peserta didik baru. Hasil pemetaan ini nantinya akan menjadi acuan dasar dalam mengarahkan dan mengasah bakat peserta didik agar siap bersaing, baik di pasar kerja domestik maupun internasional.***


Komentar