FWPJABAR.COM, BANDUNG, – Komando Doktrin, Pendidikan, dan Latihan Angkatan Darat (Kodiklatad) terus memacu transformasi internal guna mewujudkan satuan yang lebih tangguh. Direktur Doktrin (Dirdok) Kodiklatad, Brigjen TNI Wawan Erawan, S.E., M.M., memimpin langsung jalannya Pra Uji Naskah (UN) II terkait Validasi Organisasi (Orgas) Kodiklatad di Gedung Ganesha 3, Selasa (14/4/2026).
Agenda strategis ini difokuskan pada penyempurnaan naskah validasi organisasi serta perumusan struktur Puslatbangsispur. Langkah ini diambil agar kerangka organisasi TNI Angkatan Darat selaras dengan dinamika tugas yang semakin kompleks di masa depan.
Penyempurnaan Substansi Menuju Organisasi Presisi
Dalam arahannya, Brigjen TNI Wawan Erawan menekankan bahwa forum Pra-UN II bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan tahap krusial untuk membedah aspek ketepatan dan kebutuhan riil satuan di lapangan. Sebagaimana kebijakan transformasi militer modern yang tengah berjalan, efisiensi struktur menjadi prioritas utama.
“Kita harus memastikan bahwa setiap materi yang dirumuskan memenuhi standar kesesuaian dan fungsionalitas. Hasil serta evaluasi dari UN I harus menjadi pijakan utama untuk perbaikan menyeluruh,” tegas Dirdok dalam forum tersebut.
Beliau juga menginstruksikan seluruh tim kelompok kerja (Pokja) dan peserta yang hadir untuk memberikan kontribusi pemikiran yang tajam. Tujuannya adalah menghasilkan dokumen organisasi yang tidak hanya komprehensif, tetapi juga memiliki kualitas tinggi sesuai standar Kodiklatal/Kodiklat TNI.

Adaptif Terhadap Dinamika TNI AD
Validasi organisasi ini diharapkan mampu melahirkan rumusan satuan yang lebih matang dan adaptif. Hal ini menjadi kunci agar TNI AD, khususnya di lingkungan Kodiklatad, tetap profesional dalam menjawab berbagai tantangan dan perkembangan organisasi di masa mendatang.
Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat teras Kodiklatad, di antaranya Dirlat Kodiklatad, Pamen Ahli bidang Padusen, Danpussimpur, serta jajaran Paban dari Sdirdok dan It Kodiklatad. Sinergi antar-lini ini memastikan bahwa setiap perubahan struktur organisasi tetap berada dalam koridor efisiensi militer.
Melalui kematangan perencanaan ini, Kodiklatad optimis dapat menghadirkan organisasi yang lebih ramping namun memiliki kapabilitas operasional yang jauh lebih hebat.***



Komentar