FWPJABAR.COM, KAB. BANDUNG – Bupati Bandung, Dadang Supriatna, meresmikan dimulainya pembangunan (groundbreaking) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bedas Cimenyan yang berlokasi di Jalan Arcamanik RT 06 RW 01, Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, pada Rabu (10/6/2026). Dalam proyek ini, kualitas konstruksi bangunan menjadi poin krusial yang ditekankan oleh pemerintah daerah.
Bupati yang akrab disapa Kang DS itu mengingatkan pihak kontraktor agar tidak sekadar mengejar target waktu pengerjaan. Mengingat area pembangunan berada di wilayah perbukitan dengan kontur tanah yang memiliki karakteristik khusus, aspek kekuatan dan keamanan struktur bangunan harus menjadi prioritas utama.
“Bagi saya, kualitas adalah hal yang paling utama. Saya titipkan kepada pelaksana proyek agar jangan asal membangun tanpa perhitungan matang terkait konstruksi. Jadi, bukan hanya soal kecepatan pengerjaan, tetapi mutu bangunan juga wajib diperhatikan,” tegas Dadang Supriatna setelah prosesi peletakan batu pertama.
Ia menambahkan, posisi lahan yang miring menuntut kesiapsiagaan teknis yang tinggi demi mengantisipasi potensi bencana alam seperti pergeseran tanah (longsor) ataupun gempa bumi. Oleh karena itu, Kang DS menginstruksikan seluruh pihak agar patuh pada hasil kajian teknis, dan setiap perubahan dokumen di lapangan wajib disertai dengan berita acara administrasi yang legal.
Fasilitas Kesehatan Keenam di Era Kang DS
Proyek faskes di Cimenyan ini menandai pembangunan rumah sakit daerah keenam yang berhasil diinisiasi Pemerintah Kabupaten Bandung di bawah kepemimpinan Dadang Supriatna sejak tahun 2021. Lima rumah sakit yang telah dibangun sebelumnya meliputi RSUD Bedas di wilayah Kertasari, Cimaung, Arjasari, Tegalluar, serta RSUD Bedas Pacira (melayani Pasirjambu, Ciwidey, dan Rancabali).
Meski ekspansi fasilitas kesehatan terus berjalan masif, Kang DS mengakui pemenuhan hak dasar kesehatan di Kabupaten Bandung masih menghadapi tantangan besar. Saat ini, wilayah Kabupaten Bandung tercatat masih kekurangan sekitar 1.100 tempat tidur rawat inap dari total kapasitas eksisting yang baru mencapai 2.800 unit.
“Walaupun pembangunan terus kita genjot, daerah kita masih kekurangan sekitar 1.100 kasur rawat inap. Karena kesehatan merupakan hak fundamental warga, fokus kebijakan saya akan terus diprioritaskan ke sektor ini,” jelasnya sembari meminta dukungan dari warga dan para kepala desa untuk mengawal proyek tersebut agar bebas hambatan.

Anggaran Multiyears dan Fasilitas Gedung Dua Lantai
Secara keseluruhan, pembiayaan untuk mendirikan RSUD Bedas Cimenyan diperkirakan menelan dana mencapai Rp100 miliar yang dialokasikan secara jamak (multiyears). Target pengerjaan keseluruhan termasuk penyempurnaan lima RSUD lainnya dibidik rampung maksimal pada tahun 2029.
Untuk fase awal tahun ini, pemerintah daerah menggelontorkan anggaran sebesar Rp18,9 miliar yang difokuskan pada penataan infrastruktur dasar. Anggaran tersebut berpeluang ditambah pada APBD Perubahan sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung, Zeis Zultaqawa, memaparkan bahwa RSUD Bedas Cimenyan bertipe D ini berdiri di atas lahan seluas satu hektare. Proyek fisik tersebut dipercayakan kepada kontraktor pelaksana PT Java Adi Cipta.
Menurut Zeis, pada tahap awal pengembangan, gedung rumah sakit dua lantai ini nantinya akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas utama pelayanan medis, antara lain:
- Instalasi Gawat Darurat (IGD)
- Ruang Rawat Inap
- Fasilitas Rawat Jalan
“Kehadiran RSUD Bedas Cimenyan ini diproyeksikan untuk mengikis stigma lama masyarakat bahwa Cimenyan letaknya jauh dari pusat birokrasi pemerintahan dan fasilitas kesehatan. Kini, akses layanan medis yang mumpuni hadir jauh lebih dekat bagi warga Kecamatan Cimenyan dan daerah di sekitarnya,” pungkas Zeis.***


Komentar