SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artikel
Beranda / Artikel / Protes Proyek Ducting PT BII, Aliansi Pandawa Lima Geruduk Gedung DPRD Kota Bandung

Protes Proyek Ducting PT BII, Aliansi Pandawa Lima Geruduk Gedung DPRD Kota Bandung

Demo Pandawa Lima 001
Massa Aliansi Pandawa Lima saat menggelar aksi unjuk rasa memprotes proyek ducting PT BII di depan Gedung DPRD Kota Bandung.

FWPJABAR.COM, BANDUNG – Gelombang aksi unjuk rasa melanda Gedung DPRD Kota Bandung pada Kamis (25/6/2026) pagi. Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi LSM dan Ormas Pandawa Lima Jawa Barat turun ke jalan guna memprotes karut-marut pelaksanaan proyek ducting (penataan kabel bawah tanah) oleh PT Bandung Infra Investama (PT BII).

Aliansi yang terdiri dari sejumlah organisasi kemasyarakatan seperti LSM PBBI, Manggala Garuda Putih Kota Bandung, Laskar Merah Putih (LMP), Aliansi Bunda Jabar, dan Askar ini menilai pengerjaan proyek tersebut telah mengabaikan aspek keselamatan dan merugikan warga.

Sinergi Pembekalan Capaja 2026: Panglima TNI Ingatkan Tantangan Perang Nonfisik dan Modern

Aksi unjuk rasa ini dipimpin langsung oleh jajaran petinggi Aliansi Pandawa Lima, di antaranya Ketua Umum Pandawa Lima Moch Dadang, Ketua Umum LSM PBBI Iman Indrawan Santosa, Ketua LMP Kota Bandung Iwan Oci, serta aktivis Jawa Barat Agus Satria. Sementara itu, hadir pula Ketua Ormas Manggala Garuda Putih Kota Bandung, Wahyugi Guntara, dalam aksi tersebut beserta barisan anggotanya.

Demo Pandawa Lima 005
Ketua LMP Kota Bandung, Iwan Oci (Kopiah Hitam), menegaskan bahwa aksi demonstrasi ini dipicu oleh banyaknya laporan masyarakat serta temuan investigasi mengenai dampak negatif proyek penataan kabel tersebut.

Ketua LMP Kota Bandung, Iwan Oci, menegaskan bahwa aksi demonstrasi ini dipicu oleh banyaknya laporan masyarakat serta temuan investigasi mengenai dampak negatif proyek penataan kabel tersebut.

Dukung Pembangunan Nasional, Kemenkeu Ajak Warga Bandung Lirik Investasi ORI030

“Kami turun ke jalan dikarenakan penyikapan PT BII dalam pelaksanaan ducting yang telah menyebabkan kecelakaan lalu lintas bagi masyarakat Kota Bandung dan pemutusan jaringan secara sepihak. Ini jelas menimbulkan kerugian besar,” ujar Iwan Oci di sela-sela aksi.

Temukan Dugaan Pelanggaran Aturan BUMD dan Benturan Kepentingan

Berdasarkan hasil investigasi internal aliansi, Iwan Oci membeberkan adanya kejanggalan dalam tata kelola internal PT BII yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Bandung. Ia menduga pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT BII tidak mengindahkan regulasi dan pedoman perundang-undangan BUMD yang berlaku.

Dijuluki Jenderal Santri, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih Beri Motivasi kepada 1.000 Santri di Ponpes Baitul Arqom

“Hasil dari dokumentasi yang kita dapatkan, Bapak Wali Kota Farhan diduga tidak mengetahui aturan RUPS yang seharusnya diikuti sesuai pedoman undang-undang tentang Perumda dan BUMD Kota Bandung. Sementara saat kami konfirmasi ke Dewan, pihak legislatif pun awalnya mengaku tidak mengetahui detail kegiatan yang dilaksanakan PT BII,” jelas Iwan.

Menurut Iwan, persoalan ini mengindikasikan adanya kelalaian mendasar dan lemahnya fungsi pengawasan dari pimpinan tertinggi di Kota Bandung, baik pihak eksekutif maupun legislatif, khususnya Komisi 3 DPRD Kota Bandung. Ia juga menyoroti adanya dugaan pelanggaran berat terkait benturan kepentingan (conflict of interest) yang mencederai etika Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kuliner Bandung: Mengobati Rindu Kampung Halaman Lewat Kwie Mie Malang Otentik di Palasari Buah Batu

Aliansi Pandawa Lima mengaku telah menempuh prosedur formal sebelum menggelar unjuk rasa. Mereka sempat melayangkan surat permohonan audiensi selama dua minggu, namun tidak mendapatkan kepastian. Begitu pula dengan surat pemberitahuan aksi yang dikirim tiga hari sebelumnya yang diklaim tidak direspons serius oleh Dewan.

Demo Pandawa Lima 003
Di hadapan ratusan demonstran, Yasa Hanafiah Sekretaris DPRD (Sekwan) Kota Bandung, memberikan klarifikasi dan menjelaskan bahwa Ketua DPRD beserta seluruh anggota Dewan hari ini sedang menghadiri agenda rapat penting di Balai Kota Bandung.

Sekwan Temui Massa dan Janjikan Audiensi dalam Waktu Dekat

Setelah sekian lama massa Aliansi Pandawa Lima melakukan unjuk rasa dan menyuarakan aspirasinya di depan gerbang, perwakilan dari DPRD Kota Bandung akhirnya keluar menemui para pengunjuk rasa. Kehadiran massa tersebut disambut langsung oleh Sekretaris DPRD (Sekwan) Kota Bandung, H. Yasa Hanafiah, S.E., M.M.

Langkah Berani Lindungi Anak: Sinergi KPAID Tasikmalaya dan Kodam III Siliwangi Siap Gelar Kampanye 24 Jam Nonstop

Di hadapan ratusan demonstran, Yasa Hanafiah memberikan klarifikasi dan menjelaskan bahwa Ketua DPRD beserta seluruh anggota Dewan hari ini sedang menghadiri agenda rapat penting di Balai Kota Bandung. Kendati demikian, Sekwan menegaskan bahwa aspirasi massa tetap menjadi catatan penting. Ia pun berjanji akan segera menjadwalkan dan mengagendakan waktu audiensi resmi bagi Aliansi Pandawa Lima bersama pimpinan dan anggota DPRD Kota Bandung dalam waktu dekat.

Mendengar penjelasan dan komitmen dari Sekretaris Dewan tersebut, ketegangan di lokasi berangsur mereda. Setelah mendapatkan klarifikasi yang jelas, jajaran pimpinan dan massa Aliansi Pandawa Lima akhirnya bersedia membubarkan diri dengan tertib.

Dugaan KKN Proyek Jalan Miliaran Rupiah, Aliansi Aktivis Jabar Gelar Demo di Cirebon Hari Ini

Demo Pandawa Lima 004
Aktivis Jawa Barat, Agus Satria, saat berorasi di depan gedung DPRD Kota Bandung.

Namun sebelum membubarkan barisan, aktivis Jawa Barat, Agus Satria, tetap mengingatkan bahwa pihaknya akan terus mengawal janji tersebut. Ia menegaskan ada dua tuntutan utama yang wajib dibahas dalam audiensi nanti, terutama mengenai pertanggungjawaban kepala daerah.

“Kebutuhan kami, pertama adalah evaluasi dan audit menyeluruh terhadap PT BII. Kedua, kami menuntut Wali Kota Bandung Farhan harus ikut bertanggung jawab secara penuh atas segala karut-marut yang terjadi dalam proyek ini. Jika tidak ada sikap moral yang jelas seminggu ke depan, kami akan bergerak kembali membawa massa yang jauh lebih besar,” pungkas Agus.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Populer Bulan Ini

Pilihan Editor

×
×