FWPJABAR.COM, KAB. BANDUNG – Bupati Bandung, Dadang Supriatna, kembali turun langsung meninjau dampak banjir di Desa Margahayu Tengah, Kecamatan Margahayu, Sabtu (11/4/2026). Peninjauan ini merespons bencana banjir yang merendam sedikitnya 150 rumah warga pada Jumat (10/4) akibat jebolnya Tembok Penahan Tanah (TPT) Sungai Cikahiyangan pasca-hujan ekstrem.
Pria yang akrab disapa Kang DS ini menegaskan bahwa penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus menggunakan skema kolaborasi Pentahelix.
Tiga Akar Masalah Banjir di Margahayu
Dalam tinjauannya, Kang DS mengidentifikasi tiga faktor utama yang memicu luapan air di wilayah tersebut:
- Kerusakan Infrastruktur: Jebolnya tanggul atau TPT sungai serta pendangkalan drainase.
- Sumbatan Sampah: Banyaknya jembatan warga yang menghambat arus air karena tumpukan sampah.
- Pelanggaran Sempadan: Adanya bangunan liar di atas saluran air yang menutup akses aliran sungai.
Terkait bangunan di sempadan sungai, Bupati Bandung memberikan instruksi tegas kepada Camat Margahayu untuk segera melakukan penertiban.
“Saya minta pemilik bangunan membongkar secara sukarela. Jika tidak diindahkan setelah proses assessment dari BPBD dan DPUTR, saya akan turunkan alat berat (backhoe) untuk meratakan semuanya,” tegas Kang DS.

Replikasi Kesuksesan Skema Pentahelix
Bupati menginstruksikan Camat Margahayu untuk segera membentuk Tim Pentahelix dengan merangkul tokoh masyarakat, pengusaha, akademisi, hingga media. Pola ini sebelumnya dinilai sukses mengatasi titik banjir kronis di wilayah Rancaekek, Majalaya, dan Dayeuhkolot.
“Pengalaman di Rancaekek dan Cisunggalah membuktikan bahwa kolaborasi lintas sektor membuat masalah banjir lebih mudah terurai. Tim ini harus memiliki koordinator yang dipercaya untuk mengelola penanganan secara mandiri dan cepat,” tambahnya.
Setelah dari Margahayu, Bupati melanjutkan agenda peninjauan ke wilayah terdampak lainnya di Kecamatan Dayeuhkolot dan Bojongsoang untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan optimal.
Respons Cepat Pemerintah Kecamatan
Camat Margahayu, Nur Hazanah, menyatakan pihaknya telah bergerak melakukan langkah darurat, mulai dari pembersihan saluran hingga pendataan warga terdampak untuk penyaluran bantuan.
“Kami terus memastikan perbaikan TPT yang jebol masuk dalam skala prioritas. Kami juga mengimbau warga untuk disiplin menjaga kebersihan drainase di lingkungan masing-masing,” pungkasnya.***


Komentar