SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
News
Beranda / News / Atasi Banjir Margahayu, Bupati Dadang Supriatna Instruksikan Pembentukan Tim Pentahelix dan Bongkar Bangunan Liar

Atasi Banjir Margahayu, Bupati Dadang Supriatna Instruksikan Pembentukan Tim Pentahelix dan Bongkar Bangunan Liar

Bupati Bandung @dadangsupriatna meninjau langsung lokasi banjir di Desa Margahayu Tengah.
Bupati Bandung @dadangsupriatna meninjau langsung lokasi banjir di Desa Margahayu Tengah.

FWPJABAR.COM, KAB. BANDUNG – Bupati Bandung, Dadang Supriatna, kembali turun langsung meninjau dampak banjir di Desa Margahayu Tengah, Kecamatan Margahayu, Sabtu (11/4/2026). Peninjauan ini merespons bencana banjir yang merendam sedikitnya 150 rumah warga pada Jumat (10/4) akibat jebolnya Tembok Penahan Tanah (TPT) Sungai Cikahiyangan pasca-hujan ekstrem.

Pria yang akrab disapa Kang DS ini menegaskan bahwa penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus menggunakan skema kolaborasi Pentahelix.

Berbagi Kebahagiaan di HUT ke-81 TNI, Kodiklatad Gandeng Seribu Pengemudi Ojol di Bandung

Tiga Akar Masalah Banjir di Margahayu

Dalam tinjauannya, Kang DS mengidentifikasi tiga faktor utama yang memicu luapan air di wilayah tersebut:

  1. Kerusakan Infrastruktur: Jebolnya tanggul atau TPT sungai serta pendangkalan drainase.
  2. Sumbatan Sampah: Banyaknya jembatan warga yang menghambat arus air karena tumpukan sampah.
  3. Pelanggaran Sempadan: Adanya bangunan liar di atas saluran air yang menutup akses aliran sungai.

Terkait bangunan di sempadan sungai, Bupati Bandung memberikan instruksi tegas kepada Camat Margahayu untuk segera melakukan penertiban.

Penguatan Ketahanan Ideologis: Tanggapan BPIP Terhadap Pidato Menlu Sugiono di PBB

“Saya minta pemilik bangunan membongkar secara sukarela. Jika tidak diindahkan setelah proses assessment dari BPBD dan DPUTR, saya akan turunkan alat berat (backhoe) untuk meratakan semuanya,” tegas Kang DS.

Selain tanggul jebol, Kang DS menyoroti bangunan liar yang menutup saluran air sebagai penyebab utama banjir 150 rumah warga.
Selain tanggul jebol, Kang DS menyoroti bangunan liar yang menutup saluran air sebagai penyebab utama banjir 150 rumah warga.

Replikasi Kesuksesan Skema Pentahelix

Bupati menginstruksikan Camat Margahayu untuk segera membentuk Tim Pentahelix dengan merangkul tokoh masyarakat, pengusaha, akademisi, hingga media. Pola ini sebelumnya dinilai sukses mengatasi titik banjir kronis di wilayah Rancaekek, Majalaya, dan Dayeuhkolot.

Aksi Nyata di Bandung! Warga dan Prajurit Lanud Sulaiman Kompak Bersihkan Saluran Air Sambut HUT ke-81 TNI

“Pengalaman di Rancaekek dan Cisunggalah membuktikan bahwa kolaborasi lintas sektor membuat masalah banjir lebih mudah terurai. Tim ini harus memiliki koordinator yang dipercaya untuk mengelola penanganan secara mandiri dan cepat,” tambahnya.

Setelah dari Margahayu, Bupati melanjutkan agenda peninjauan ke wilayah terdampak lainnya di Kecamatan Dayeuhkolot dan Bojongsoang untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan optimal.

Letjen TNI Iwan Setiawan Pimpin Laporan Korps Kenaikan Pangkat Personel Pussenif Periode Oktober 2026

Respons Cepat Pemerintah Kecamatan

Camat Margahayu, Nur Hazanah, menyatakan pihaknya telah bergerak melakukan langkah darurat, mulai dari pembersihan saluran hingga pendataan warga terdampak untuk penyaluran bantuan.

“Kami terus memastikan perbaikan TPT yang jebol masuk dalam skala prioritas. Kami juga mengimbau warga untuk disiplin menjaga kebersihan drainase di lingkungan masing-masing,” pungkasnya.***

Mengenang H. Rudi Agus Mulyana: Sosok Penghubung Komunikasi Antara Jurnalis Polda Jabar dan Kepolisian

Komentar

Tinggalkan Balasan

Dance Motion 2026

Berita Populer Bulan Ini

Pilihan Editor

×
×