FWPJABAR.COM, KAB. BANDUNG, – Kabar gembira bagi warga Kabupaten Bandung. Pemerintah resmi meluncurkan jurus jitu untuk memberantas bank emok sekaligus memperbaiki hunian warga. Melalui sinergi antara Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dan Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS), ribuan rumah tidak layak huni (Rutilahu) bakal segera dipoles menjadi hunian sehat tahun ini.
Momentum besar ini ditandai dengan peluncuran Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) se-Jawa Barat yang dipusatkan di SMAN 1 Katapang, Senin (13/4/2026). Tidak hanya bedah rumah, pemerintah juga memperkenalkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dengan bunga super ringan untuk membebaskan warga dari jeratan rentenir.
KDS Suarakan Keluhan SLIK dan Jeratan Bank Emok
Di hadapan Menteri PKP yang akrab disapa Bang Ara, Bupati Dadang Supriatna mengungkapkan fakta pahit di lapangan. Ia menyebut praktik rentenir masih menghantui warga dengan bunga mencekik hingga 200 persen per tahun.
“Masih banyak bank emok di Kabupaten Bandung. Pinjam uang bunganya bisa tembus 20 sampai 30 persen per bulan,” ungkap KDS secara lugas.
Selain itu, KDS juga menyampaikan aspirasi terkait sulitnya warga mengakses modal perbankan akibat kendala BI Checking atau Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK. Keluhan ini langsung direspons positif oleh Menteri PKP sebagai bahan evaluasi kebijakan nasional agar serapan KUR perbankan di Kabupaten Bandung bisa melampaui angka Rp30 miliar.

Solusi Bang Ara: KUR Bunga 0,5 Persen Tanpa Agunan
Menjawab keluhan KDS, Menteri Maruarar Sirait membawa solusi konkret dari Presiden Prabowo. Ia menjelaskan bahwa untuk pinjaman di bawah Rp1 juta, aturan SLIK sudah ditiadakan. Bahkan, kini hadir KUR Perumahan dengan bunga hanya 0,5 persen per bulan atau 6 persen setahun.
“Program ini dirancang agar masyarakat mendapatkan akses pinjaman yang mudah, murah, dan cepat cair. Khusus akses KUR Perumahan di bawah Rp100 juta, itu bisa tanpa agunan,” tegas Bang Ara.
Langkah ini diperkuat melalui kolaborasi PT PNM dan PT SMF lewat program HOME, yang memberikan akses hunian terjangkau bagi nasabah PNM Mekaar dan karyawan.
1.200 Rutilahu Kabupaten Bandung Siap Dieksekusi
Dukungan legislatif pun mengalir deras. Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, memastikan kuota bedah rumah melalui program BSPS untuk Kabupaten Bandung mencapai 1.200 unit pada tahun 2026.
“Kami akan segera melakukan ground breaking untuk perbaikan 1.200 unit rutilahu di Kabupaten Bandung. Secara nasional, targetnya naik tiga kali lipat menjadi 430.000 unit tahun ini,” ujar Cucun.
Pesan KDM: Tabung untuk Rumah, Bukan Pesta
Senada dengan semangat pemulihan hunian, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mengajak generasi muda untuk lebih visioner. Ia menyarankan calon pengantin mengalihkan anggaran pesta pernikahan yang mewah untuk uang muka (DP) rumah.
“Gen-Z kalau mau menikah, daripada uangnya habis untuk pesta, lebih baik untuk cicilan rumah,” seru KDM.
KDM juga membocorkan bahwa pekan depan Pemprov Jabar akan meluncurkan aplikasi ‘Imah Aing’ untuk mempermudah warga dalam mengajukan rehabilitasi rutilahu secara digital.***


Komentar