SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendidikan
Beranda / Pendidikan / Panggung Gembira SMA Plus Al-Aqsha: Wadah Aktualisasi Bakat dan Peradaban Islam

Panggung Gembira SMA Plus Al-Aqsha: Wadah Aktualisasi Bakat dan Peradaban Islam

Panggung Gembira SMA Plus Al Aqsha Sumedang Menampilkan Pertunjukan Seni Santri
Panggung Gembira SMA Plus Al Aqsha Sumedang Menampilkan Pertunjukan Seni Santri

FWPJABAR.COM, JATINANGORPondok Pesantren Modern Al-Aqsha Kabupaten Sumedang kembali menggelar ajang kreativitas akbar melalui acara Panggung Gembira Angkatan Abdurrahman bin Auf (Santri Akhir Kelas 12 / Kelas 6 KMI). Pagelaran yang dilangsungkan di kampus Ponpes Modern Al-Aqsha pada Minggu, 30 Agustus 2026, ini dibuka secara resmi oleh Pimpinan Pondok, Dr. K.H. Mukhlis Aliyudin, A.Ag., dan melibatkan sebanyak 443 santri tingkat SMA.

Kepala Sekolah SMA Plus Al-Aqsha Sumedang, Apip Hadi Susanto, M.M., menjelaskan bahwa kegiatan tahunan ini dirancang khusus untuk memfasilitasi santri akhir dalam mengaktualisasikan potensi serta bakat seni mereka. Berbagai karya kreatif ditampilkan langsung oleh para santri hasil bimbingan guru seni budaya, mulai dari pemutaran film pendek, seni tari, hingga pertunjukan film kolosal yang memukau.

Kasus Pengeroyokan Jackson Marbun, Polres Cimahi Panggil Saksi dan Terduga Pelaku

“Acara malam hari ini adalah karya akbar Panggung Gembira Angkatan Abdurrahman bin Auf. Tujuannya agar bakat seni santri bisa teraktualisasi dengan luar biasa. Persiapannya melibatkan banyak hal, dari pembuatan film pendek, tari, hingga film kolosal,” ujar Apip saat ditemui usai acara.

Kepala Sekolah SMA Plus Al Aqsha Apip Hadi Susanto Bersama Santri Di Ponpes Modern Al Aqsha
Kepala Sekolah SMA Plus Al Aqsha Apip Hadi Susanto Bersama Santri Di Ponpes Modern Al Aqsha

Apip menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan ini selaras dengan visi pondok, yakni mencetak santriwan dan santriwati yang soleh-solehah serta kurrota a’yun—berguna dan bermanfaat di tengah masyarakat, sehingga menjadi kebanggaan bagi orang tua, pribadi, maupun lembaga di masa depan.

Dr. Ismet Ruchimat Terpilih Jadi Rektor ISBI Bandung Periode 2026–2030

Strategi Akademik dan Target Perguruan Tinggi Negeri

Di samping pengembangan minat dan bakat seni, pihak sekolah juga mematok target akademik yang tinggi bagi para lulusannya. Berdasarkan hasil evaluasi pimpinan pondok dalam rapat pimpinan (rapim), ditargetkan sebanyak 80 persen lulusan SMA Plus Al-Aqsha dapat melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Stafsus KSP dan Kodim 0609/Cimahi Pantau SPPG, Pastikan MBG Berjalan Baik

Untuk merealisasikan target tersebut, pihak sekolah menerapkan strategi pembelajaran terpadu sejak santri duduk di bangku kelas 10 hingga kelas 12. Guru mata pelajaran diwajibkan menyisipkan pembahasan soal-soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) maupun UTBK di sela-sela kegiatan belajar mengajar.

Fokus utama penempatan alumni diarahkan melalui jalur prestasi (SNBP). Apip bersyukur bahwa alumni Santri Al-Aqsha Sumedang telah banyak yang diterima di berbagai PTN bergengsi di Indonesia seperti Universitas Indonesia (UI) pada jurusan Kedokteran, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (UNPAD), hingga Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Kepala SMK Kimia Permentasi Raih Penghargaan FWP Jabar

“Bahkan, tidak sedikit alumni kita yang melanjutkan studi ke luar negeri seperti Mesir, Australia, hingga China. Kami berharap Pondok Modern Al-Aqsha Sumedang dapat menjadi salah satu tulang punggung pendidikan di Jawa Barat bagi masyarakat yang menginginkan pendidikan terbaik dan religius bagi putra-putrinya,” ungkap Apip.

Panitia Pelaksana Angga Rizinida Fauzan
Panitia Pelaksana Angga Rizinida Fauzan (Kanan)

Kreativitas Murni Santri Melalui Tema ‘Delegasi of Time Gate’

Sementara itu, perwakilan panitia pelaksana, Angga Rizinida Fauzan, menegaskan bahwa pagelaran Panggung Gembira SMA Plus Al-Aqsha ini membuktikan bahwa santri di pesantren tidak hanya fokus mendalami kitab kuning dan ilmu agama, melainkan juga memiliki ruang luas untuk berkreasi di bidang seni.

Gedung Pesantren Nuurul Abshor Pangalengan Diresmikan, 120 Santri Kini Tak Lagi Belajar di Tenda

Seluruh rangkaian acara, mulai dari konseptualisasi, perancangan, hingga penentuan tema, dikerjakan secara mandiri oleh para santri kelas akhir sejak bulan April 2026.

Pada perhelatan tahun ini, panitia mengangkat tema besar bertajuk “Delegasi of Time Gate” (Perjalanan Gerbang Wajah Waktu). Tema tersebut dipilih untuk merefleksikan dan mengupas sejarah serta peradaban Islam dari masa ke masa melalui balutan seni pertunjukan yang edukatif.

Dugaan Pengeroyokan di Lembang, Korban Sebut Oknum ASN dan Polisi

“Di Al-Aqsha Sumedang ini santri bukan hanya sebatas ngaji atau kitab kuning saja, tetapi dilatih untuk berkreasi mengembangkan minat dan bakat. Panitia murni dari anak-anak, disiapkan dan dirancang oleh anak. Lewat tema Delegasi of Time Gate, selain berkesenian, mereka juga mengangkat peradaban Islam dari masa ke masa,” pungkas Angga.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Dance Motion 2026

Berita Populer Bulan Ini

Pilihan Editor

×
×