FWPJABAR.COM, JATINANGOR — Pondok Pesantren Modern Al-Aqsha Kabupaten Sumedang kembali menggelar ajang kreativitas akbar melalui acara Panggung Gembira Angkatan Abdurrahman bin Auf (Santri Akhir Kelas 12 / Kelas 6 KMI). Pagelaran yang dilangsungkan di kampus Ponpes Modern Al-Aqsha pada Minggu, 30 Agustus 2026, ini dibuka secara resmi oleh Pimpinan Pondok, Dr. K.H. Mukhlis Aliyudin, A.Ag., dan melibatkan sebanyak 443 santri tingkat SMA.
Kepala Sekolah SMA Plus Al-Aqsha Sumedang, Apip Hadi Susanto, M.M., menjelaskan bahwa kegiatan tahunan ini dirancang khusus untuk memfasilitasi santri akhir dalam mengaktualisasikan potensi serta bakat seni mereka. Berbagai karya kreatif ditampilkan langsung oleh para santri hasil bimbingan guru seni budaya, mulai dari pemutaran film pendek, seni tari, hingga pertunjukan film kolosal yang memukau.
“Acara malam hari ini adalah karya akbar Panggung Gembira Angkatan Abdurrahman bin Auf. Tujuannya agar bakat seni santri bisa teraktualisasi dengan luar biasa. Persiapannya melibatkan banyak hal, dari pembuatan film pendek, tari, hingga film kolosal,” ujar Apip saat ditemui usai acara.

Apip menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan ini selaras dengan visi pondok, yakni mencetak santriwan dan santriwati yang soleh-solehah serta kurrota a’yun—berguna dan bermanfaat di tengah masyarakat, sehingga menjadi kebanggaan bagi orang tua, pribadi, maupun lembaga di masa depan.
Strategi Akademik dan Target Perguruan Tinggi Negeri
Di samping pengembangan minat dan bakat seni, pihak sekolah juga mematok target akademik yang tinggi bagi para lulusannya. Berdasarkan hasil evaluasi pimpinan pondok dalam rapat pimpinan (rapim), ditargetkan sebanyak 80 persen lulusan SMA Plus Al-Aqsha dapat melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Untuk merealisasikan target tersebut, pihak sekolah menerapkan strategi pembelajaran terpadu sejak santri duduk di bangku kelas 10 hingga kelas 12. Guru mata pelajaran diwajibkan menyisipkan pembahasan soal-soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) maupun UTBK di sela-sela kegiatan belajar mengajar.
Fokus utama penempatan alumni diarahkan melalui jalur prestasi (SNBP). Apip bersyukur bahwa alumni Santri Al-Aqsha Sumedang telah banyak yang diterima di berbagai PTN bergengsi di Indonesia seperti Universitas Indonesia (UI) pada jurusan Kedokteran, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (UNPAD), hingga Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
“Bahkan, tidak sedikit alumni kita yang melanjutkan studi ke luar negeri seperti Mesir, Australia, hingga China. Kami berharap Pondok Modern Al-Aqsha Sumedang dapat menjadi salah satu tulang punggung pendidikan di Jawa Barat bagi masyarakat yang menginginkan pendidikan terbaik dan religius bagi putra-putrinya,” ungkap Apip.

Kreativitas Murni Santri Melalui Tema ‘Delegasi of Time Gate’
Sementara itu, perwakilan panitia pelaksana, Angga Rizinida Fauzan, menegaskan bahwa pagelaran Panggung Gembira SMA Plus Al-Aqsha ini membuktikan bahwa santri di pesantren tidak hanya fokus mendalami kitab kuning dan ilmu agama, melainkan juga memiliki ruang luas untuk berkreasi di bidang seni.
Seluruh rangkaian acara, mulai dari konseptualisasi, perancangan, hingga penentuan tema, dikerjakan secara mandiri oleh para santri kelas akhir sejak bulan April 2026.
Pada perhelatan tahun ini, panitia mengangkat tema besar bertajuk “Delegasi of Time Gate” (Perjalanan Gerbang Wajah Waktu). Tema tersebut dipilih untuk merefleksikan dan mengupas sejarah serta peradaban Islam dari masa ke masa melalui balutan seni pertunjukan yang edukatif.
“Di Al-Aqsha Sumedang ini santri bukan hanya sebatas ngaji atau kitab kuning saja, tetapi dilatih untuk berkreasi mengembangkan minat dan bakat. Panitia murni dari anak-anak, disiapkan dan dirancang oleh anak. Lewat tema Delegasi of Time Gate, selain berkesenian, mereka juga mengangkat peradaban Islam dari masa ke masa,” pungkas Angga.***


Komentar