FWPJABAR.COM, BANDUNG — Yayasan Badan Perguruan Indonesia (BPI) resmi menginjak usia ke-78 tahun. Sebagai salah satu pelopor pendidikan di Kota Bandung, BPI terus menunjukkan komitmen kuatnya dalam memperkuat keharmonisan antarlini serta menghadirkan inovasi di sektor pendidikan. Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan pranata kelembagaan, baik secara internal maupun eksternal.
Berdiri sejak tahun 1948 di Kota Bandung, Yayasan BPI telah memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan dunia pendidikan di Indonesia melalui pengembangan serta penguatan sekolah-sekolah di bawah naungannya.
Perayaan Syukuran di Kampus BPI
Puncak perayaan syukuran HUT ke-78 Yayasan BPI berlangsung khidmat dan meriah di Kampus BPI, Jalan Burangrang, Kota Bandung, pada Selasa, 18 Agustus 2026. Kegiatan yang dihadiri oleh unsur yayasan, para guru, dan mitra yayasan tersebut menjadi momentum refleksi perjalanan panjang BPI dalam mencerdaskan anak bangsa.

Usung Empat Pilar Strategis untuk Periode 2026–2030
Memasuki usia ke-78, Yayasan BPI menetapkan langkah strategis dengan mengusung tema “Sinergi, Empati, dan Rukun Seru Bersama BPI”. Ketua Yayasan BPI, Muhammad Boyke Junardi, S.H., menyatakan harapannya agar target program yang dicanangkan untuk periode 2026–2030 dapat terwujud dengan baik. Langkah ini diambil untuk memastikan sekolah-sekolah di bawah naungan BPI terus mempertahankan predikat sebagai institusi pendidikan unggul.
“Hari ini Yayasan BPI genap berusia 78 tahun. Banyak hal yang akan dilakukan oleh BPI, terutama di dalam jangka waktu lima tahun ke depan, di mana kita akan melakukan perbaikan-perbaikan dan inovasi-inovasi terkait dengan rencana jangka menengah,” ujar Muhammad Boyke Junardi, S.H.
Lebih lanjut, Boyke memaparkan empat fokus utama dalam transformasi Yayasan BPI untuk lima tahun ke depan:
- Penguatan Jalur Antarjenjang (“Jalur Sutra”): Memperkuat kesinambungan pendidikan dari jenjang terendah hingga tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).
- Pembaharuan Kurikulum: Melakukan pembaruan sistem kurikulum agar relevan dengan kebutuhan zaman.
- Diversifikasi Keunikan: Menonjolkan keunikan serta kekhasan yang menjadi daya tarik dari Yayasan BPI.
- Pengembangan SDM: Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) agar Yayasan BPI semakin diminati dan dipercaya oleh masyarakat luas.

Apresiasi untuk Dedikasi Tinggi
Rangkaian acara di Kampus BPI tersebut juga diisi dengan berbagai kegiatan apresiasi. Selain pemberian Nobel Prize bagi insan berprestasi, pihak yayasan memberikan penghargaan khusus kepada para pegawai yang telah mendedikasikan diri mereka dengan loyalitas tinggi selama 35 tahun, 25 tahun, hingga 15 tahun.
Melalui momentum Dies Natalis ke-78 ini, Yayasan BPI optimis untuk terus melangkah maju sebagai institusi pendidikan yang adaptif, inspiratif, dan senantiasa menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia.***


Komentar