FWPJABAR.COM, Bandung — Kesadaran akan potensi bencana gempa di wilayah Bandung Raya tidak selalu harus dibangun melalui narasi ketakutan. Komunitas Sesar Lembang Kalcer justru menghadirkan pendekatan edukasi mitigasi bencana yang lebih menenangkan melalui seni, budaya, dan kreativitas.
Berlokasi di Sesar Lembang Kalcer Backyard, kawasan ruang terbuka hijau di wilayah Dago Utara, ruang ini dikelola sebagai tempat berkumpul publik sekaligus pusat literasi kebencanaan. Fokus utama edukasi diarahkan pada pemahaman risiko gempa yang bersumber dari Sesar Lembang.
Salah satu inisiator Sesar Lembang Kalcer, Kang Adi, menyampaikan bahwa keberadaan Sesar Lembang merupakan fakta geologis yang telah ada sejak lama dan perlu disikapi dengan kesiapan, bukan kepanikan.
“Sesar Lembang sudah ada jauh sebelum kita lahir. Yang perlu dibangun adalah kesadaran dan kesiapan, bukan rasa takut,” ujarnya.
Literasi Mitigasi Jadi Kebutuhan Mendesak
Sejumlah kajian ilmiah, termasuk penelitian dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menyebutkan bahwa aktivitas Sesar Lembang berpotensi berdampak pada kawasan aglomerasi Bandung dengan jumlah penduduk sekitar 9 juta jiwa. Kondisi tersebut menempatkan literasi mitigasi bencana sebagai kebutuhan mendesak yang harus disampaikan dengan cara yang mudah dipahami oleh masyarakat luas.

Dongeng Kelana, Edukasi Mitigasi Berbasis Seni
Untuk menjawab tantangan tersebut, Sesar Lembang Kalcer menghadirkan program Dongeng Kelana, sebuah pengalaman edukatif berbasis seni pertunjukan. Program ini memadukan cerita, animasi, video mapping, musik, serta tata cahaya untuk menyampaikan pesan mitigasi secara ringan dan membumi.
Konsep Dongeng Kelana terinspirasi dari tradisi dongeng Semong di Simeulue, Aceh, yang terbukti efektif membangun kesadaran kolektif warga dan menyelamatkan banyak nyawa saat tsunami 2004.
“Kami tidak menargetkan jumlah penonton. Target kami adalah sembilan juta jiwa yang selamat karena paham mitigasi,” kata Kang Adi.
Kolaborasi Warga Jaga Warga
Gerakan Sesar Lembang Kalcer mengusung semangat warga jaga warga, dengan melibatkan kolaborasi lintas disiplin dan lintas komunitas. Program ini turut didukung oleh akademisi, pegiat lingkungan, serta berkolaborasi dengan BPBD dalam penguatan edukasi kebencanaan.
Keberlanjutan kegiatan dijaga melalui pengembangan ekonomi kreatif, sehingga program dapat berjalan mandiri tanpa ketergantungan pada pendanaan pemerintah.
Program Berkelanjutan Berbasis Lingkungan
Ke depan, Sesar Lembang Kalcer berencana mengembangkan berbagai kegiatan kolaboratif lainnya, mulai dari pertunjukan seni tematik, aktivitas kebugaran dan pemulihan mental (healing), hingga edukasi lingkungan seperti pengelolaan sampah dan pencegahan banjir.
Informasi lengkap mengenai agenda dan kegiatan Sesar Lembang Culture dapat diakses melalui akun Instagram @sesarlembangKalcer.***
Komentar