SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kampus Pendidikan
Beranda / Pendidikan / 20 Tahun Universitas Sangga Buana: Dari Unggul Menuju Kampus Berkelas Dunia

20 Tahun Universitas Sangga Buana: Dari Unggul Menuju Kampus Berkelas Dunia

Dies Natalis USB YPKP ke-20 Tahun
Dies Natalis ke-20 tahun, Ketua YPKP Bandung selaku badan penyelenggara, Prof. Dr. H. R. Ricky Agusiady, S.E., M.M. saat menyerahkan potongan tumpeng kepada Rektor USB YPKP, Dr. H. Didin Saepudin, S.E., M.Si

FWPJABAR.COM, KOTA BANDUNG – Dua dekade menjadi penanda penting bagi Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung. Sejak ditetapkan sebagai universitas pada 24 Agustus 2006, USB YPKP kini memasuki usia 20 tahun dengan tantangan baru: mempertahankan kualitas, memperkuat relevansi pendidikan, dan membawa kampus menuju level yang lebih luas, termasuk internasionalisasi.

Namun, sejarah USB tidak dimulai pada 2006. Akar perjalanan pendidikan YPKP telah tumbuh sejak 1968 ketika mengelola Akademi Bank Nasional (ABN) Cabang Bandung. Lembaga tersebut kemudian berkembang menjadi AKUBANK YPKP, STIE YPKP, dan STT YPKP, sebelum akhirnya bergabung dengan Fakultas Ilmu Komunikasi dan Administrasi dan membentuk Universitas Sangga Buana YPKP.

Wakili Indonesia di Kancah Internasional, 10 Pelajar Bandung Siap Beraksi di Youth Leadership Camp Malaysia

Pendirian USB ditetapkan melalui SK DIKTI Nomor 178/D/O/2006 tanggal 24 Agustus 2006. Sejak saat itu, USB berkembang menjadi perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi, sarjana, hingga pascasarjana.

Ketua YPKP Bandung selaku badan penyelenggara, Prof. Dr. H. R. Ricky Agusiady, S.E., M.M., Ak., CFrA., CHRM., mengatakan peringatan dua dekade menjadi momentum untuk mensyukuri perjalanan panjang tersebut.

Yayasan BPI Bandung Genap Berusia 78 Tahun, Siapkan 4 Pilar Transformasi Pendidikan

“Ini adalah rasa syukur kita terhadap Allah SWT,” kata Ricky dalam kegiatan peringatan dua dekade USB YPKP, di Jalan K.H.P. Hasan Mustopa No. 68, Kota Bandung, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, usia 20 tahun bukanlah garis akhir. Setelah memperoleh status Akreditasi Unggul, USB justru menghadapi tuntutan untuk terus beradaptasi dan berinovasi.

UPI Kampus Cibiru Semarakkan HUT Kemerdekaan dengan Lomba Seni dan Olahraga

Akreditasi Unggul Jadi Modal

Salah satu capaian penting USB YPKP adalah status Akreditasi Unggul. BAN-PT melalui SK Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT Nomor 2253/SK/BAN-PT/Ak/PT/V/2025 menetapkan USB memenuhi syarat peringkat Akreditasi Unggul yang berlaku 14 Mei 2025 hingga 14 Mei 2030.

Pondok Pesantren Nurul Hidayah Malabar Ciamis Padukan Kurikulum Agama dan Kewirausahaan, Cetak Santri Mandiri

Bagi USB, status tersebut bukan sekadar label administratif, melainkan hasil dari proses panjang yang melibatkan yayasan, rektorat, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan mitra.

Namun, Ricky menegaskan kampus tidak ingin berhenti pada pencapaian tersebut.

Mahasiswa KKN UBK Gelar Screening Kesehatan dan Edukasi Hipertensi di Desa Cikawao Pacet

“Kami tidak pernah merasa sudah cukup, tetap kita berinovasi,” katanya.

Perubahan teknologi, kebutuhan industri, karakter mahasiswa, hingga regulasi pendidikan tinggi membuat perguruan tinggi harus mampu beradaptasi secara berkelanjutan.

Pemkot Bandung Komitmen Lanjutkan Pembangunan SDN 026 Bojongloa di Tengah Kompleksitas Sengketa dan Penolakan Warga

Pendidikan yang Lebih Fleksibel

Salah satu bentuk adaptasi USB adalah pengembangan pembelajaran hybrid dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Pendekatan tersebut menyasar antara lain pekerja dan masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa meninggalkan aktivitas profesional.

Melalui RPL, pengalaman dan pembelajaran sebelumnya dapat diperhitungkan sesuai ketentuan akademik. Ricky menyebut mahasiswa pekerja dalam skema tertentu dapat menempuh pendidikan lebih cepat, bergantung pada hasil pengakuan pembelajaran dan persyaratan yang berlaku.

Bagi USB, fleksibilitas menjadi penting karena kebutuhan pendidikan tinggi kini semakin beragam. Dunia kerja juga tidak lagi hanya menilai ijazah, tetapi kompetensi, pengalaman, kemampuan beradaptasi, dan keterampilan baru.

“Sukses Itu Ketika Dipercaya Masyarakat”

Ricky menyebut salah satu ukuran keberhasilan universitas adalah dampak dan kepercayaan masyarakat.

Akreditasi, prestasi akademik, publikasi, kerja sama, dan fasilitas memang penting. Namun, reputasi perguruan tinggi pada akhirnya dibangun dari pengalaman nyata mahasiswa, orang tua, alumni, dunia kerja, pemerintah, dan masyarakat.

“Kalau universitas itu dipercaya masyarakat, berarti kita sukses,” ujar Ricky.

Karena itu, kepercayaan menjadi modal yang harus terus dipelihara melalui kualitas pendidikan dan kontribusi nyata.

Menuju Internasionalisasi

Rektor USB YPKP, Dr. H. Didin Saepudin, S.E., M.Si., mengatakan capaian dua dekade tidak terlepas dari dukungan yayasan, pemerintah, mitra swasta, hingga mitra luar negeri.

Menurutnya, Akreditasi Unggul merupakan hasil kerja bersama sekaligus modal untuk menghadapi tantangan berikutnya.

“Unggul ini tidak menjadi akhir dari sebuah capaian,” kata Didin.

Lanjutnya USB YPKP kini mengarahkan perhatian pada internasionalisasi, penguatan hubungan dengan dunia industri dan dunia usaha, serta peningkatan kepercayaan seluruh pemangku kepentingan.

Internasionalisasi, menurut arah tersebut, kata Didin tidak cukup hanya melalui kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri. Diperlukan pula peningkatan kualitas akademik, kompetensi lulusan, kemampuan bahasa, riset, jejaring, dan sistem pembelajaran agar mampu bersaing dalam lingkungan global.

“Unity” untuk Dua Dekade Berikutnya

Peringatan dua dekade USB YPKP mengusung tema “Two Decades of Unity for Excellence and Impact.”

Bagi Didin, kebersamaan menjadi salah satu kunci perjalanan USB. Yayasan, rektorat, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, mitra industri, pemerintah, dan orang tua merupakan bagian dari satu ekosistem pendidikan.

Kebersamaan tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi kepemimpinan dan inovasi pada masa mendatang.

Lanjunya 20 tahun pertama USB YPKP merupakan perjalanan transformasi dari lembaga pendidikan yang berakar pada bidang keuangan dan perbankan menjadi universitas dengan bidang keilmuan yang lebih luas.

Kini, tantangannya berbeda. Kecerdasan buatan, pembelajaran digital, perubahan kebutuhan tenaga kerja, persaingan perguruan tinggi, dan tuntutan internasionalisasi akan memaksa USB bergerak lebih cepat.

Karena itu, kata Didin predikat Unggul harus ditempatkan sebagai modal, bukan tujuan akhir. Setelah dua dekade bukan lagi seberapa jauh USB YPKP telah berjalan, melainkan seberapa besar dampak yang mampu diberikan pada 20 tahun berikutnya.

Bagi USB YPKP usia 20 tahun mungkin baru menutup satu bab. Bab berikutnya adalah membuktikan bahwa status Unggul dapat menjadi titik awal menuju kampus yang semakin berdaya saing, berkelas dunia, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Dance Motion 2026

Berita Populer Bulan Ini

Pilihan Editor

×
×